Isu SARA

Mega: Demokrasi Jangan Diambil dari Barat

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Sabtu, 04/07/2009 11:35 WIB
(Foto: Laurencius Simanjuntak/ detikcom)
Solo - Demokrasi yang dijalankan bangsa Indonesia seharusnya tidak mengadopsi sepenuhnya demokrasi ala Barat. Demokrasi Indonesia mempunyai ciri khasnya sendiri sebagaimana termaktub dalam konstitusi.

"Demokrasinya jangan diambil dari demokrasi di luar. Kemarin saya ditanya pers asing, saya bilang demokrasi Indonesia itu gotong royong. Kita punya rambu-rambu yang dimainkan hanya di situ (konstitusi) saja," kata capres Megawati Soekarnoputri di Solo, Sabtu (4/7/2009).

Hal itu dikatakan Mega menanggapi maraknya isu SARA yang dimainkan pasangan calon lain untuk menyerang lawan politiknya dalam masa kampanye Pilpres ini. Seperti diketahui, pasangan Mega-Prabowo satu-satunya pasangan yang tidak diterpa atau memanfaatkan isu SARA tersebut.

Mega mengatakan, dirinya dan Prabowo selalu menggunakan konstitusi sebagai rambu-rambu dalam melakukan praktek politiknya, sehingga isu SARA yang justru akan memecah belah bangsa tidak digunakan untuk menyerang pasangan lain.

"Rujukan kami selalu pada konstitusi. Kita berpikir bagaimana selalu mempraktekkan pemilu ini berpegang pada konstitusi," katanya.

Lebih lanjut, Mega mengatakan, pemilu sebagai suatu alat demokrasi juga harus memberi pendidikan politik bagi masyarakat. Pemilu jangan hanya dijadikan alat mencapai kekuasaan semata.

"Kalau ala Barat tidak begitu baik untuk pelajaran bagi rakyat. Ini pendidikan politik rakyat. Agar rakyat terdidik melakukannya secara proporsional," pungkasnya.

(lrn/gah)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    BeritaTerbaru Indeks Berita »
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel