KTP Sah Buat Nyontreng
SBY: Saya Sangat Bersyukur dan Lega
Senin, 06/07/2009 21:40 WIB
Jakarta -
Mahkamah Konstitusi memperbolehkan penggunaan KTP dan paspor sebagai identitas untuk mencontreng dalam pilpres 8 Juli. Presiden SBY mengaku lega dengan keluarnya putusan tersebut.
"Terhadap itu semua, saya sangat bersyukur, sangat lega. Karena apa, saya ingin pemilihan umum baik pileg dan pilpres benar-benar berlangsung secara langsung umum bebas dan rahasia serta jujur dan adil, aman tertib dan lancar," papar SBY saat jumpa pers di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (6/7/2009).
Menjelang pilpres ini, SBY merasa dituduh berbuat kecurangan oleh lawan politiknya. Hal yang sama juga dialaminya saat pilpres 2004 lalu.
Saat itu, dirinya melihat ada hal-hal yang tidak wajar dalam urusan netralitas. Beberapa lembaga yang seharusnya netral, ditengarai memihak salah satu pasangan.
"Ketika 2004 lalu, saya juga melihat hal yang tidak wajar, saya kira masih ingat saat itu mengenai netralitas," jelasnya.
Untuk itu, SBY menyambut baik putusan MK tersebut. Capres Partai Demokrat ini tidak ingin apa yang dirasakannya saat itu, dialami juga oleh pihak lain.
SBY berharap supaya semua pihak menghormati MK ini yang dinilainya merupakan sebuah jalan keluar yang cerdas dan tepat. SBY juga akan segera memerintahkan kepada jajarannya agar dapat mendukung putusan MK.
"Besok saya perintahkan ke seluruh jajaran, saya ingin bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.
(mok/fiq)
"Terhadap itu semua, saya sangat bersyukur, sangat lega. Karena apa, saya ingin pemilihan umum baik pileg dan pilpres benar-benar berlangsung secara langsung umum bebas dan rahasia serta jujur dan adil, aman tertib dan lancar," papar SBY saat jumpa pers di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (6/7/2009).
Menjelang pilpres ini, SBY merasa dituduh berbuat kecurangan oleh lawan politiknya. Hal yang sama juga dialaminya saat pilpres 2004 lalu.
Saat itu, dirinya melihat ada hal-hal yang tidak wajar dalam urusan netralitas. Beberapa lembaga yang seharusnya netral, ditengarai memihak salah satu pasangan.
"Ketika 2004 lalu, saya juga melihat hal yang tidak wajar, saya kira masih ingat saat itu mengenai netralitas," jelasnya.
Untuk itu, SBY menyambut baik putusan MK tersebut. Capres Partai Demokrat ini tidak ingin apa yang dirasakannya saat itu, dialami juga oleh pihak lain.
SBY berharap supaya semua pihak menghormati MK ini yang dinilainya merupakan sebuah jalan keluar yang cerdas dan tepat. SBY juga akan segera memerintahkan kepada jajarannya agar dapat mendukung putusan MK.
"Besok saya perintahkan ke seluruh jajaran, saya ingin bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.
(mok/fiq)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
444 Komentar
-
389 Komentar
-
357 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

