Tuntut Jamsostek, Mantan Karyawan Duduki Hotel Garuda
Kamis, 09/07/2009 15:55 WIB
Yogyakarta -
Sekitar 150 mantan karyawan Hotel Indonesia, Hotel Ambarukmo dan Inna Wisata menggerudug Hotel Inna Garuda di Jalan Malioboro Yogyakarta. Mereka sempat menutup dua pintu masuk dan menduduki hotel menuntut agar dana Jamsostek dibayarkan penuh.
Akibat aksi itu, para tamu hotel yang keluar masuk terganggu. Satu pleton polisi kemudian bersiaga mengamankan dua pintu agar wisatawan tidak terganggu.
Dalam aksi pendudukan itu, para mantan karyawan tersebut menuntut agar segera dibayarkan uang jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek) sebesar Rp 1,7 miliar. Uang tersebut adalah kekurangan pembayaran jamsostek untuk 242 mantan karyawan Hotel Ambarukmo Yogyakarta dan 800 mantan karyawan Hotel Indonesia Jakarta.
Bendahara Himpunan mantan Karyawan Hotel Indonsia dan Inna Wisata, Sunarso di sela-sela aksi mengatakan lebih dari 1.000 orang karyawan hotel milik BUMN seperti Hotel Indonesia, Inna Wisata, Inna Garuda dan Ambarukmo yang di PHK sejak tahun 2004-2005. Namun pembayaran uang jamsostek tidak lancar dan tidak diberikan secara utuh atau penuh tanpa ada potongan.
"Kami menuntut uang jamsostek yang belum dibayarkan segera diberikan pada karyawan. Kami ini adalah korban PHK, tapi ada hak-hak karyawan yang belum diberikan," katanya.
Menurut Sunarso, PT Hotel Inna Natour (HIN) terbukti tidak memberikan uang Jamsostek kepada para mantan karyawan. Beberapa kali dilakukan pertemuan tapi tidak pernah ada jawaban yang memuaskan.
"PT HIN tidak beritikad baik, meski Dinas Tenaga Kerja DI Yogyakarta dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta telah menetapkan hak-hak mantan karyawan harus segera dipenuhi. Tapi sampai saat ini hak-hak kami belum dipenuhi," kata Sunarso.
Saat para mantan karyawan menggelar aksi, pihak manajemen PT HIN justru akan menuntut balik. Sebab aksi dmonstrasi di hotel Inna Garuda Yogyakarta itu dianggap bisa merugikan dan mengganggu para tamu yang menginap. Melalui kuasa hukumnya, Tony Aries SH, jajaran direksi PT HIN baru akan menyelesaikan tuntutan bagi mantan karyawan hotel Ambarukmo Yogyakarya. Para manatan karyawan Inna Wisata Jakarta baru akan diselesaikan kemudian karena masih ada kasus pemalsuan data oleh mantan karyawan.
"Kami akan menyelesaikan satu-persatu dulu, terutama bagi mantan karyawan Hotel Ambarukmo. Sedang mantan karyawan yang di Jakarta menunggu kasus pemalsuan data selesai," ungkap Tony.
(bgs/djo)
Akibat aksi itu, para tamu hotel yang keluar masuk terganggu. Satu pleton polisi kemudian bersiaga mengamankan dua pintu agar wisatawan tidak terganggu.
Dalam aksi pendudukan itu, para mantan karyawan tersebut menuntut agar segera dibayarkan uang jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek) sebesar Rp 1,7 miliar. Uang tersebut adalah kekurangan pembayaran jamsostek untuk 242 mantan karyawan Hotel Ambarukmo Yogyakarta dan 800 mantan karyawan Hotel Indonesia Jakarta.
Bendahara Himpunan mantan Karyawan Hotel Indonsia dan Inna Wisata, Sunarso di sela-sela aksi mengatakan lebih dari 1.000 orang karyawan hotel milik BUMN seperti Hotel Indonesia, Inna Wisata, Inna Garuda dan Ambarukmo yang di PHK sejak tahun 2004-2005. Namun pembayaran uang jamsostek tidak lancar dan tidak diberikan secara utuh atau penuh tanpa ada potongan.
"Kami menuntut uang jamsostek yang belum dibayarkan segera diberikan pada karyawan. Kami ini adalah korban PHK, tapi ada hak-hak karyawan yang belum diberikan," katanya.
Menurut Sunarso, PT Hotel Inna Natour (HIN) terbukti tidak memberikan uang Jamsostek kepada para mantan karyawan. Beberapa kali dilakukan pertemuan tapi tidak pernah ada jawaban yang memuaskan.
"PT HIN tidak beritikad baik, meski Dinas Tenaga Kerja DI Yogyakarta dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta telah menetapkan hak-hak mantan karyawan harus segera dipenuhi. Tapi sampai saat ini hak-hak kami belum dipenuhi," kata Sunarso.
Saat para mantan karyawan menggelar aksi, pihak manajemen PT HIN justru akan menuntut balik. Sebab aksi dmonstrasi di hotel Inna Garuda Yogyakarta itu dianggap bisa merugikan dan mengganggu para tamu yang menginap. Melalui kuasa hukumnya, Tony Aries SH, jajaran direksi PT HIN baru akan menyelesaikan tuntutan bagi mantan karyawan hotel Ambarukmo Yogyakarya. Para manatan karyawan Inna Wisata Jakarta baru akan diselesaikan kemudian karena masih ada kasus pemalsuan data oleh mantan karyawan.
"Kami akan menyelesaikan satu-persatu dulu, terutama bagi mantan karyawan Hotel Ambarukmo. Sedang mantan karyawan yang di Jakarta menunggu kasus pemalsuan data selesai," ungkap Tony.
(bgs/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 06:54 WIB
Ribuan Warga Mengungsi Pasca Bentrok di Maluku Tengah
-
Senin, 13/02/2012 06:01 WIB
Dua Kecelakaan di Tol Dalam Kota, Waspada Macet
-
Senin, 13/02/2012 05:50 WIB
Kecelakaan Bus di Jalur Ngawi-Madiun, 4 Tewas & Puluhan Luka
-
Senin, 13/02/2012 04:26 WIB
2 Kecelakaan Terjadi di Ruas Tol Dalam Kota Jakarta
-
Senin, 13/02/2012 04:22 WIB
Pabrik Plastik di Jakarta Barat Terbakar
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 05:50 WIB
Kecelakaan Bus di Jalur Ngawi-Madiun, 4 Tewas & Puluhan Luka
-
Senin, 13/02/2012 06:01 WIB
Dua Kecelakaan di Tol Dalam Kota, Waspada Macet
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
597 Komentar
-
508 Komentar
-
384 Komentar
-
210 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

