PKS Kutuk Pembantaian Muslim di Xin Jiang China
Minggu, 12/07/2009 10:30 WIB
Jakarta -
Presiden Partai Keadilan Sejatera (PKS) Tifatul Sembiring angkat bicara soal pembantaian warga muslim di provinsi Xin Jiang, China. Tifatul mengutuk keras aksi pembantaian yang memakan korban tewas hingga 150 orang itu.
"Kami mengutuk setiap pembantaian terhadap muslim dan etnis lain di Xin Jiang, China, di mana
memakan korban meninggal lebih dari 150 orang," ujar Tifatul dalam rilisnya yang diterima detikcom, Minggu (12/7/2009).
Dia menambahkan, pemerintah China harus bertanggung jawab terhadap kejadian ini. Sebagai bagian dari komunitas intenasional, China seharusnya menghentikn setiap tindakan-tindakan yang mengarah kepada pelanggaran HAM. China tidak dapat lagi bertindak sewenang-wenang terhadap sebagian rakyatnya yang berbeda keyakinan, dan jangan sampai China dinilai menjalankan politik diskriminatif.
"PKS menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada keluarga para korban dan meminta pemerintah
China untuk melakukan tindakan hukum terhadap pelaku pembantaian," sambung Tifatul.
Kepada komunitas internasional, khususnya lembaga human right internasional, Tifatul mengimbau untuk melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran HAM berat terhadap pengunjuk rasa, akibat tindakan diskriminatif pemerintah China. PBB dan negara-negara besar sepeti AS, negara-negara Eropa diminta menekan pemerintah China untuk segera menghentikan pembantaian.
(Rez/iy)
"Kami mengutuk setiap pembantaian terhadap muslim dan etnis lain di Xin Jiang, China, di mana
memakan korban meninggal lebih dari 150 orang," ujar Tifatul dalam rilisnya yang diterima detikcom, Minggu (12/7/2009).
Dia menambahkan, pemerintah China harus bertanggung jawab terhadap kejadian ini. Sebagai bagian dari komunitas intenasional, China seharusnya menghentikn setiap tindakan-tindakan yang mengarah kepada pelanggaran HAM. China tidak dapat lagi bertindak sewenang-wenang terhadap sebagian rakyatnya yang berbeda keyakinan, dan jangan sampai China dinilai menjalankan politik diskriminatif.
"PKS menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada keluarga para korban dan meminta pemerintah
China untuk melakukan tindakan hukum terhadap pelaku pembantaian," sambung Tifatul.
Kepada komunitas internasional, khususnya lembaga human right internasional, Tifatul mengimbau untuk melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran HAM berat terhadap pengunjuk rasa, akibat tindakan diskriminatif pemerintah China. PBB dan negara-negara besar sepeti AS, negara-negara Eropa diminta menekan pemerintah China untuk segera menghentikan pembantaian.
(Rez/iy)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 21:25 WIB
Temui Ical, Mantan Panglima OPM Sampaikan Solusi Pembangunan Papua
-
Minggu, 12/02/2012 21:09 WIB
Bus TransJakarta Terbakar Akibat Korslet, Lalu-lintas Sarinah Padat
-
Minggu, 12/02/2012 20:33 WIB
Bus TransJakarta Terbakar di Depan Sarinah, Dua Penumpang Terluka
-
Minggu, 12/02/2012 20:25 WIB
Laporan dari Brussel
Tawaran Pendidikan dari K.U. Leuven, Belgia
-
Minggu, 12/02/2012 20:01 WIB
Tomy, Pembobol ATM di Kuta Sudah Bertransaksi 6 Kali
-
Minggu, 12/02/2012 19:04 WIB
Seorang 'Atapers' Tewas Terbentur Tiang Listrik di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 12/02/2012 18:17 WIB
Usai Razia Kendaraan, Dua Polisi di Bogor Dibacok 7 Pria
-
Minggu, 12/02/2012 21:25 WIB
Temui Ical, Mantan Panglima OPM Sampaikan Solusi Pembangunan Papua
-
Minggu, 12/02/2012 20:01 WIB
Tomy, Pembobol ATM di Kuta Sudah Bertransaksi 6 Kali
-
589 Komentar
-
495 Komentar
-
382 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

