KPK vs Polri
SBY: Hindari Megaphone Diplomacy
Senin, 13/07/2009 12:53 WIB
Terkait
Jakarta -
Penegakan hukum dan perang melawan korupsi tidak jarang menimbulkan gesekan dan rivalitas antarlembaga negara terkait. Maka perlu upaya mencari solusi bersama dengan menghormati fungsi masing-masing lembaga agar semua berlangsung produktif.
Demikian kata Presiden SBY saat membuka rakor percepatan pemberantasan korupsi, Senin (13/7/2009). Rakor berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta.
"Kalau ada apa-apa, kita selalu mencari solusi bersama. Hindari megaphone diplomacy, lebih banyak bicara kepada pers dibandingkan menyelesaikan masalah di antara kita," kata SBY.
Terlalu banyak menerapkan megaphone diplomacy bisa menimbulkan penyimpangan dari makna yang sesungguhnya akibat ada salah tafsir. Masyarakat menjadi bingung dan mempertanyakan komitmen lembaga penegak hukum yang terkait.
Contohnya proses hukum kasus penembakan yang melibatkan Ketua KPK Antasari Azar. Selain wacana di tingkat publik dan tingkat media massa yang disebut bahwa kasusnya tidak ada kaitannya dengan KPK, tetapi ada juga menuding bertujuan untuk menggembosi KPK.
Kasus lainnya adalah pernyataan Presiden SBY tentang perlunya pengawasan efektif bagi lembaga negara yang disampaikan sebelum pilpres. Pernyataan itu lalu juga diwacanakan sebagian pihak sebagai upaya pelemahan fungsi KPK terkait kasus hukum yang melibatkan besan SBY, Aulia Tantowi Pohan.
"Inilah yang harus kita jernihkan, letakkan pada permasakahan yang benar supaya rakyat tidak mendapatkan informasi keliru tentang semuanya itu," papar SBY.
Sebelumnya juga disinggung tentang rivalitas antarlembaga penegakan hukum yang bagi SBY bisa produktif. Tapi sayangnya rivalitas itu lebih sering berujung pada gesekan antar lembaga negara penegak hukum.
Di waktu lalu terjadi gesekan antara KPK dengan MA, lalu KPK dengan BPKP, sekarang ini barangkali sedikit ada gesekan antara KPK dengan Polri. Padahal semua ingin menjalankan tugas sebaik-baiknya dan tidak punya niat menggagalkan pemberantasan korupsi.
"Jangan kita justru saling tidak mendukung di antara kita satu sama lain dalam menjalankan tugas yang tidak ringan dan mulia ini," wanti SBY.
(lh/nrl)
Demikian kata Presiden SBY saat membuka rakor percepatan pemberantasan korupsi, Senin (13/7/2009). Rakor berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta.
"Kalau ada apa-apa, kita selalu mencari solusi bersama. Hindari megaphone diplomacy, lebih banyak bicara kepada pers dibandingkan menyelesaikan masalah di antara kita," kata SBY.
Terlalu banyak menerapkan megaphone diplomacy bisa menimbulkan penyimpangan dari makna yang sesungguhnya akibat ada salah tafsir. Masyarakat menjadi bingung dan mempertanyakan komitmen lembaga penegak hukum yang terkait.
Contohnya proses hukum kasus penembakan yang melibatkan Ketua KPK Antasari Azar. Selain wacana di tingkat publik dan tingkat media massa yang disebut bahwa kasusnya tidak ada kaitannya dengan KPK, tetapi ada juga menuding bertujuan untuk menggembosi KPK.
Kasus lainnya adalah pernyataan Presiden SBY tentang perlunya pengawasan efektif bagi lembaga negara yang disampaikan sebelum pilpres. Pernyataan itu lalu juga diwacanakan sebagian pihak sebagai upaya pelemahan fungsi KPK terkait kasus hukum yang melibatkan besan SBY, Aulia Tantowi Pohan.
"Inilah yang harus kita jernihkan, letakkan pada permasakahan yang benar supaya rakyat tidak mendapatkan informasi keliru tentang semuanya itu," papar SBY.
Sebelumnya juga disinggung tentang rivalitas antarlembaga penegakan hukum yang bagi SBY bisa produktif. Tapi sayangnya rivalitas itu lebih sering berujung pada gesekan antar lembaga negara penegak hukum.
Di waktu lalu terjadi gesekan antara KPK dengan MA, lalu KPK dengan BPKP, sekarang ini barangkali sedikit ada gesekan antara KPK dengan Polri. Padahal semua ingin menjalankan tugas sebaik-baiknya dan tidak punya niat menggagalkan pemberantasan korupsi.
"Jangan kita justru saling tidak mendukung di antara kita satu sama lain dalam menjalankan tugas yang tidak ringan dan mulia ini," wanti SBY.
(lh/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 01:38 WIB
TB Silalahi Akan Panggil Diana untuk Buktikan Politik Uang di Kongres PD
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

