Sebelum Merampok Rp 15 M
Polisi dan Perampok Sempat Bersalaman
Selasa, 14/07/2009 18:12 WIB
Jakarta -
Ironis memang perampokan uang BNI Rp 15 miliar yang terjadi Senin malam (15/7/2009). Sebelum dihajar, polisi yang mengawal uang sempat bersalaman dengan sang perampok. Kenapa?
Kisah polisi bersalaman dengan perampok disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Chryshnanda di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (15/7/2009).
Diceritakan Chryshnanda, mobil PT Cisco berisi 3 orang. Mereka yakni teller BNI Adi Johan, polisi Bripka Edi Purnawan, dan sopir Panther PT Certic Cisco. Mereka hendak membawa Rp 15 miliar ke BNI Pusat Jl, Sudirman, Jakarta Selatan.
Sesampai di Tol Latumenten, mobil Panther tersebut ditabrak oleh APV dan mengenai lampu belakang bagian kanan. Saat itu Bripka Edi Purnawan menyuruh sopir meminggirkan mobilnya. Ketika itu mobil APV berhenti di depan mobil Cisco. Namun tak lama kemudian, APV tersebut mundur kembali ke belakang.
"Bripka Edi turun bersama Adi Johan begitu juga penumpang APV. Antara saksi dan pelaku (penumpang APV yang ternyata perampok) sempat bersalaman. Pelaku minta maaf dan mereka sama-sama melihat bodi mobil PT Cisco yang ditabrak," cerita Chryshnanda.
Selanjutnya, tiba-tiba si penumpang APV memukul rahang Bripka Edi sampai terjatuh. "Sementara Adi Johan melarikan diri dan melapor ke Polsek Tambora. Pelaku memegang tangan Edi dan membawanya ke dalam mobil APV dengan ditutup kepalanya," jelas Chrysnanda kembali.
Sementara itu sopir PT Cisco dan mobilnya dibawa pelaku lain. (amd/iy)
Kisah polisi bersalaman dengan perampok disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Chryshnanda di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (15/7/2009).
Diceritakan Chryshnanda, mobil PT Cisco berisi 3 orang. Mereka yakni teller BNI Adi Johan, polisi Bripka Edi Purnawan, dan sopir Panther PT Certic Cisco. Mereka hendak membawa Rp 15 miliar ke BNI Pusat Jl, Sudirman, Jakarta Selatan.
Sesampai di Tol Latumenten, mobil Panther tersebut ditabrak oleh APV dan mengenai lampu belakang bagian kanan. Saat itu Bripka Edi Purnawan menyuruh sopir meminggirkan mobilnya. Ketika itu mobil APV berhenti di depan mobil Cisco. Namun tak lama kemudian, APV tersebut mundur kembali ke belakang.
"Bripka Edi turun bersama Adi Johan begitu juga penumpang APV. Antara saksi dan pelaku (penumpang APV yang ternyata perampok) sempat bersalaman. Pelaku minta maaf dan mereka sama-sama melihat bodi mobil PT Cisco yang ditabrak," cerita Chryshnanda.
Selanjutnya, tiba-tiba si penumpang APV memukul rahang Bripka Edi sampai terjatuh. "Sementara Adi Johan melarikan diri dan melapor ke Polsek Tambora. Pelaku memegang tangan Edi dan membawanya ke dalam mobil APV dengan ditutup kepalanya," jelas Chrysnanda kembali.
Sementara itu sopir PT Cisco dan mobilnya dibawa pelaku lain. (amd/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

