Tak Terkait Pilpres & MU
JW Marriot & Ritz Carlton Dipilih Karena Simbol Kemakmuran AS
Minggu, 19/07/2009 10:34 WIB
Jakarta -
Bukan tanpa alasan kalau teroris memilih Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton sebagai sasaran pengeboman. Dua hotel itu kemungkinan mereka anggap sebagai simbol kemakmuran Amerika Serikat (AS) yang mereka musuhi.
"Mungkin karena dilihat sebagai simbol kekuasaan atau kekayaan Amerika," kata Direktur International Crisis Group (ICG) Sidney Jones kepada detikcom, Minggu (19/7/2009).
Sidney tidak melihat adanya keterkaitan antara pengeboman ini dengan Pilpres maupun rencana kedatangan Manchaster United (MU). Dia menduga motifnya masih tetap motif lama, yakni untuk membuat 'musuh-musuh Islam' gentar.
"Mungkin seperti Noordin bilang setelah bom Kuningan, untuk 'bikin negara Barat gemetar' karena dalam mata dia, Amerika dan sekutunya dilihat sebagai musuh Islam," papar Sidney.
Meski tahu bahwa kelompok Noordin M Top masih aktif dan berbahaya, namun Sidney tidak menduga sama sekali mereka bisa menyerang Jakarta. Hal ini membuatnya terkejut.
"Saya tidak memprediksi apa-apa, malah saya juga terkejut. Saya memang yakin sel-sel masih ada, tapi tidak yakin sama sekali mereka bisa menyerang jantung Jakarta lagi seperti ini," ucap Sidney.
Perempuan asal Australia ini mengatakan, kesalahan bukan semata-mata terletak pada polisi. Menurutnya, Indonesia tetap lebih berhasil dari kebanyakan negara lain dalam usaha perang melawan terorisme.
"Masalah ini tidak bisa dikasih kepada polisi saja. Yang penting adalah mengerti kenapa orang-orang bisa direkrut untuk jaringan yang dahsyat ini. Ada peranan untuk departemen-departemen lain, termasuk pendidikan dan sosial, bukan urusan penegakan hukum saja," papar Sidney.
(sho/iy)
"Mungkin karena dilihat sebagai simbol kekuasaan atau kekayaan Amerika," kata Direktur International Crisis Group (ICG) Sidney Jones kepada detikcom, Minggu (19/7/2009).
Sidney tidak melihat adanya keterkaitan antara pengeboman ini dengan Pilpres maupun rencana kedatangan Manchaster United (MU). Dia menduga motifnya masih tetap motif lama, yakni untuk membuat 'musuh-musuh Islam' gentar.
"Mungkin seperti Noordin bilang setelah bom Kuningan, untuk 'bikin negara Barat gemetar' karena dalam mata dia, Amerika dan sekutunya dilihat sebagai musuh Islam," papar Sidney.
Meski tahu bahwa kelompok Noordin M Top masih aktif dan berbahaya, namun Sidney tidak menduga sama sekali mereka bisa menyerang Jakarta. Hal ini membuatnya terkejut.
"Saya tidak memprediksi apa-apa, malah saya juga terkejut. Saya memang yakin sel-sel masih ada, tapi tidak yakin sama sekali mereka bisa menyerang jantung Jakarta lagi seperti ini," ucap Sidney.
Perempuan asal Australia ini mengatakan, kesalahan bukan semata-mata terletak pada polisi. Menurutnya, Indonesia tetap lebih berhasil dari kebanyakan negara lain dalam usaha perang melawan terorisme.
"Masalah ini tidak bisa dikasih kepada polisi saja. Yang penting adalah mengerti kenapa orang-orang bisa direkrut untuk jaringan yang dahsyat ini. Ada peranan untuk departemen-departemen lain, termasuk pendidikan dan sosial, bukan urusan penegakan hukum saja," papar Sidney.
(sho/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 17:42 WIB
Hari Raya Kuningan, Pura-Pura Besar di Bali Dipadati Warga
-
Sabtu, 11/02/2012 17:35 WIB
Korban: Sebelum Jatuh, Sopir Teriak Rem Blong
-
Sabtu, 11/02/2012 17:32 WIB
Lika-liku Pengejaran 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih
-
Sabtu, 11/02/2012 17:24 WIB
Alasan SBY Tunjuk TB Silalahi Jadi Dewan Kehormatan Demokrat
-
Sabtu, 11/02/2012 17:21 WIB
Dewan Kehormatan PD Surati DPP Soal Kader-kadernya yang Layak Dipecat
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 17:47 WIB
Keluarga Tersangka Geng Cewek Bali Bakal Minta Maaf Ke Publik
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
286 Komentar
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

