Saksi Mega-Prabowo di Sejumlah Daerah Tolak Tandatangani Rekap Suara
Selasa, 21/07/2009 00:47 WIB
(Foto: dok detikcom)
Jakarta -
Saksi pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto di sejumlah daerah menolak menandatangani berita acara rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilpres. Mereka menilai pilpres dipenuhi dengan berbagai kecurangan yang dikondisikan untuk memenangkan calon tetentu.
"Ada kesamaan pandangan dan pemahaman antara Tim Kampanye Nasional dan Tim Kampanye Provinsi dan Tim Kampanye Kabupaten/Kota tentang banyaknya masalah fundamental dalam Pilpres yang tak terselesaikan dengan baik. Di antaranya adalah DPT ganda dan berkurangnya jumlah TPS," kata anggota tim kampanye Mega-Prabowo, Arif Wibowo, kepada detikcom, Senin (20/7/2009) malam.
Menurut Arif, Pilpres tidak berlangsung dengan jurdil dan demokratis. Rekapitulasi penghitungan suara menjadi tidak bermakna ketika hak konstitusional warga negara dan berbagai pelanggaran serta kecurangan tak bisa diselesaikan dengan baik.
"Banyak dan variatif kecurangan yang terjadi sehingga mengkondisikan pemenangan calon tertentu," imbuh Arif.
Karena itu tim kampanye nasional Mega-Prabowo menyerahkan sepenuhnya kebijakan menyikapi hasil Pilpres di tiap daerah kepada tim kampanye daerah masing-masing.
"Rekapitulasi sebagai salah satu tahapan dalam Pilpres hanya dapat menghasilkan perolehan suara terpercaya atau sahih dan legitimate jika didasari oleh suatu rangkaian tahapan Pilpres yang jurdil dan demokratis," tandas Arif.
(sho/nwk)
"Ada kesamaan pandangan dan pemahaman antara Tim Kampanye Nasional dan Tim Kampanye Provinsi dan Tim Kampanye Kabupaten/Kota tentang banyaknya masalah fundamental dalam Pilpres yang tak terselesaikan dengan baik. Di antaranya adalah DPT ganda dan berkurangnya jumlah TPS," kata anggota tim kampanye Mega-Prabowo, Arif Wibowo, kepada detikcom, Senin (20/7/2009) malam.
Menurut Arif, Pilpres tidak berlangsung dengan jurdil dan demokratis. Rekapitulasi penghitungan suara menjadi tidak bermakna ketika hak konstitusional warga negara dan berbagai pelanggaran serta kecurangan tak bisa diselesaikan dengan baik.
"Banyak dan variatif kecurangan yang terjadi sehingga mengkondisikan pemenangan calon tertentu," imbuh Arif.
Karena itu tim kampanye nasional Mega-Prabowo menyerahkan sepenuhnya kebijakan menyikapi hasil Pilpres di tiap daerah kepada tim kampanye daerah masing-masing.
"Rekapitulasi sebagai salah satu tahapan dalam Pilpres hanya dapat menghasilkan perolehan suara terpercaya atau sahih dan legitimate jika didasari oleh suatu rangkaian tahapan Pilpres yang jurdil dan demokratis," tandas Arif.
(sho/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Minggu, 12/02/2012 09:20 WIB
CCTV Indomaret Merekam Detik-detik Bus Karunia Bakti Nyungsep
-
Minggu, 12/02/2012 11:02 WIB
Dua Ormas di Bali Bentrok, Mobil dan Rumah Dirusak
-
Minggu, 12/02/2012 10:52 WIB
Korban Kecelakaan Bus Karunia Bakti Sempat Minta Minuman ke Indomaret
-
Minggu, 12/02/2012 11:38 WIB
Bus Tabrak Delman, Motor dan Truk di Majalengka, 3 Orang Tewas
-
529 Komentar
-
438 Komentar
-
374 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

