Bom di Ritz-Carlton & JW Marriott
Ibrahim yang Masih Misterius
Selasa, 21/07/2009 10:40 WIB
(Foto: dok detikcom)
Terkait
Jakarta -
Senin 20 Juli 2009 kemarin, tiba-tiba ada beberapa orang yang mengaku kerabat Ibrahim. Keluarga mendatangi RS Polri Sukanto karena pria yang disebut sebagai florist di Hotel The Ritz-Carlton itu masih belum jelas nasibnya. Menghilang, entah selamat atau tidak.
Keluarga Ibrahim mendatangi RS Polri sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (20/7/2009). Pihak keluarga yang datang adalah dua kakak kandung Ibrahim, yaitu Toha Muhammad dan Mualif Sumi, dan kakak sepupu Ibrahim, Hadyu Muhammad.
Kepada wartawan, Hadyu mengaku belum mengetahui keberadaan Ibrahim. "Pihak keluarga sudah mengunjungi seluruh RS, namun belum ada informasi yang jelas," kata Hadyu.
Pihak keluarga sendiri yang memiliki inisiatif mencari Ibrahim. "Kami yang punya inisiatif mencari sendiri. Hingga saat ini belum ada pihak kepolisian yang menghubungi kami," ujar Hadyu yang mengaku keluarga Ibrahim berasal dari Kuningan, Jawa Barat.
Menurut Hadyu, kakak Ibrahim, Toha tak bisa menghubungi ponsel Ibrahim sekitar pukul 09.00 WIB di hari bom meledak. Ibrahim memiliki ciri-ciri tinggi 170 cm, rambut lurus, kulit kuning langsat.
Menurut Hadyu, Ibrahim bekerja di Ritz-Carlton sudah sekitar 3 tahunan. Ibrahim yang memiliki 4 anak itu ngekos di sebuah pemukiman di belakang Hotel Ritz-Carlton. Saat itu Hadyu mengaku disuruh membawa sikat gigi dan baju milik Ibrahim.
Sekitar 5 menit Hadyu mengobrol dengan wartawan, Hadyu pun menerima telepon dari kakak Ibrahim, Toha.
"Saya nggak boleh nih sama kakaknya Ibrahim. Saya disuruh masuk. Sama Pak polisi nggak boleh (memberi keterangan). Saya disuruh masuk," ujar Hadyu yang langsung masuk ke ruang pemulasaraan jenazah.
Kemudian 10 menit setelah kedatangan Hadyu, ada seorang lagi yang mengaku kerabat Ibrahim. Dia bernama Matalih. Matalih membenarkan bahwa Ibrahim indekos di belakang Ritz-Carlton.
Tak lama ngobrol dengan wartawan, Matalih didekati polisi dan dibawa menjauh dari kerumunan wartawan untuk dimintai keterangan.
Keluarga Ibrahim diperbolehkan oleh tim identifikasi untuk melihat jenazah dan potongan tubuh yang tersimpan di RS Polri. Hingga pukul 11.30 WIB kemarin keluarga Ibrahim masih berada di dalam Instalasi Jenazah untuk membantu mengenali para korban tewas yang belum teridentifikasi.
Hingga malam pukul 20.00 WIB, tak tampak satu pun keluarga Ibrahim keluar dari ruang pemulasaraan jenazah. Apakah identitas Ibrahim sudah diketahui atau belum, belum ada kabarnya hingga hari ini, Selasa (21/7/2009).
(nwk/asy)
Keluarga Ibrahim mendatangi RS Polri sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (20/7/2009). Pihak keluarga yang datang adalah dua kakak kandung Ibrahim, yaitu Toha Muhammad dan Mualif Sumi, dan kakak sepupu Ibrahim, Hadyu Muhammad.
Kepada wartawan, Hadyu mengaku belum mengetahui keberadaan Ibrahim. "Pihak keluarga sudah mengunjungi seluruh RS, namun belum ada informasi yang jelas," kata Hadyu.
Pihak keluarga sendiri yang memiliki inisiatif mencari Ibrahim. "Kami yang punya inisiatif mencari sendiri. Hingga saat ini belum ada pihak kepolisian yang menghubungi kami," ujar Hadyu yang mengaku keluarga Ibrahim berasal dari Kuningan, Jawa Barat.
Menurut Hadyu, kakak Ibrahim, Toha tak bisa menghubungi ponsel Ibrahim sekitar pukul 09.00 WIB di hari bom meledak. Ibrahim memiliki ciri-ciri tinggi 170 cm, rambut lurus, kulit kuning langsat.
Menurut Hadyu, Ibrahim bekerja di Ritz-Carlton sudah sekitar 3 tahunan. Ibrahim yang memiliki 4 anak itu ngekos di sebuah pemukiman di belakang Hotel Ritz-Carlton. Saat itu Hadyu mengaku disuruh membawa sikat gigi dan baju milik Ibrahim.
Sekitar 5 menit Hadyu mengobrol dengan wartawan, Hadyu pun menerima telepon dari kakak Ibrahim, Toha.
"Saya nggak boleh nih sama kakaknya Ibrahim. Saya disuruh masuk. Sama Pak polisi nggak boleh (memberi keterangan). Saya disuruh masuk," ujar Hadyu yang langsung masuk ke ruang pemulasaraan jenazah.
Kemudian 10 menit setelah kedatangan Hadyu, ada seorang lagi yang mengaku kerabat Ibrahim. Dia bernama Matalih. Matalih membenarkan bahwa Ibrahim indekos di belakang Ritz-Carlton.
Tak lama ngobrol dengan wartawan, Matalih didekati polisi dan dibawa menjauh dari kerumunan wartawan untuk dimintai keterangan.
Keluarga Ibrahim diperbolehkan oleh tim identifikasi untuk melihat jenazah dan potongan tubuh yang tersimpan di RS Polri. Hingga pukul 11.30 WIB kemarin keluarga Ibrahim masih berada di dalam Instalasi Jenazah untuk membantu mengenali para korban tewas yang belum teridentifikasi.
Hingga malam pukul 20.00 WIB, tak tampak satu pun keluarga Ibrahim keluar dari ruang pemulasaraan jenazah. Apakah identitas Ibrahim sudah diketahui atau belum, belum ada kabarnya hingga hari ini, Selasa (21/7/2009).
(nwk/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
438 Komentar
-
376 Komentar
-
348 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

