Purnawirawan TNI Nilai Pemilu Menyimpang Jauh dari Demokrasi
Kamis, 06/08/2009 10:48 WIB
foto: dok.detikcom
Jakarta -
Para penyelenggara dan peserta pemilu dinilai sudah menyimpang jauh dari demokrasi. Mereka menyimpang jauh dari sila keempat Pancasila.
"Bagi kita memang tidak terlalu aneh. Karena aturannya, penyelenggaranya, semua pemain-pemainnya sudah menyimpang jauh dari ide dasar demokrasi pada sila keempat Pancasila," ujar Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) Letjen (Purn) Soeryadi.
Hal itu disampaikan Soeryadi dalam jumpa pers di kantor pusat PPAD Jl Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis (6/8/2009). Acara itu dihadiri Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu, dan Jenderal (Purn) Wismoyo Arismunandar.
Soeryadi mengaku pihaknya tidak mempunyai tolak ukur lancarnya pemilu. "Yang jelas pemilu ini menghasilkan begitu banyak saran-saran untuk diulang," imbuh dia.
Karenanya, Soeryadi meminta pemerintah untuk mengkaji ulang para pembuat UU Pemilu.
"Kami meminta agar pembuat Undang-Undang masa lalu dikaji ulang. Harus mengerti benar bahwa ada pelemahan dan memberi ruang serta kesempatan di masa mendatang untuk diperbaiki," tegas dia.
Purnawirawan TNI berharap pemilu menghasilkan wakil rakyat dan parpol yang berkualitas dan bermartabat. Hal itu agar bisa mengatasi permasalahan nasional.
"Tapi sampai saat ini belum terselesaikan. Kita tunggu saja. PPAD juga mengapresiasi peserta pemilu yang menempuh jalur hukum, untuk hasilnya diikuti saja," tandas dia.
(nik/iy)
"Bagi kita memang tidak terlalu aneh. Karena aturannya, penyelenggaranya, semua pemain-pemainnya sudah menyimpang jauh dari ide dasar demokrasi pada sila keempat Pancasila," ujar Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) Letjen (Purn) Soeryadi.
Hal itu disampaikan Soeryadi dalam jumpa pers di kantor pusat PPAD Jl Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis (6/8/2009). Acara itu dihadiri Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu, dan Jenderal (Purn) Wismoyo Arismunandar.
Soeryadi mengaku pihaknya tidak mempunyai tolak ukur lancarnya pemilu. "Yang jelas pemilu ini menghasilkan begitu banyak saran-saran untuk diulang," imbuh dia.
Karenanya, Soeryadi meminta pemerintah untuk mengkaji ulang para pembuat UU Pemilu.
"Kami meminta agar pembuat Undang-Undang masa lalu dikaji ulang. Harus mengerti benar bahwa ada pelemahan dan memberi ruang serta kesempatan di masa mendatang untuk diperbaiki," tegas dia.
Purnawirawan TNI berharap pemilu menghasilkan wakil rakyat dan parpol yang berkualitas dan bermartabat. Hal itu agar bisa mengatasi permasalahan nasional.
"Tapi sampai saat ini belum terselesaikan. Kita tunggu saja. PPAD juga mengapresiasi peserta pemilu yang menempuh jalur hukum, untuk hasilnya diikuti saja," tandas dia.
(nik/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Jumat, 10/02/2012 11:36 WIB
Video Pelayan KFC Malaysia Pukul Pelanggan Beredar Luas
-
Jumat, 10/02/2012 15:37 WIB
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 10-13 Februari
-
Jumat, 10/02/2012 14:37 WIB
Malaysia Tahan Pria Saudi yang Hina Nabi Muhammad
-
Jumat, 10/02/2012 15:29 WIB
2 Wanita Muda Ditemukan Tewas di Changi
-
230 Komentar
-
191 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

