Sidang Gugatan Pilpres
Saksi Ahli JK-Wiranto Diomeli Hakim dan Disuruh Mundur
Kamis, 06/08/2009 15:39 WIB
Jakarta -
Keterangan saksi ahli yang dihadirkan Tim JK-Wiranto dinilai hakim tidak ada relevansinya dengan sengketa selisih suara pilpres. Hakim pun meminta saksi mundur. Namun karena saksi ngotot tetap bicara, hakim memarahinya.
Saksi yang dihadirkan bernama Justiani, seorang ahli IT. Justiani menerangkan tentang penggunaan IT oleh negara-negara lain dalam pemilu dan pentingnya penggunaan IT tersebut.
"Yang Anda terangkan itu penting tapi tidak untuk disampaikan di sini. Itu nggak ada kaitannya dengan hasil suara. Langsung saja terangkan yang ada hubungannya dengan hasil suara yang sedang kita bahas," kata Ketua Majelis Hakim Mahfud MD di sidang di MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (6/8/2009).
Setelah ditegur, Justiani pun melanjutkan keterangannya. Namun rupanya keterangan tersebut tetap dinilai tak relevan oleh Majelis Hakim. Akhirnya Majelis Hakim meminta pemohon mengarahkan keterangan saksi agar sesuai dengan persoalan yang sedang dibahas.
Meski telah dipandu, rupanya keterangan Justiani tetap ngalor ngidul nggak ada hubungannya dengan hasil suara. Mahfud pun meminta Justiani mundur karena tidak mengindahkan permintaan hakim.
Mungkin karena terlalu bersemangat, Justiani tidak bersedia mundur. Dia tetap ngotot berbicara. Mahfud pun tampak kesal.
"Keterangan saksi tidak diperlukan. Masalah ini penting, saya juga mau mendengarkan tapi tidak sekarang. Nanti kita undang kuliah saja, saya juga pengin ikut, tapi jangan di persidangan," ucap Mahfud dengan suara keras.
Akhirnya mau tak mau Justiani terpaksa undur diri. Dengan muka bersungut dia lalu meninggalkan meja saksi.
(sho/yid)
Saksi yang dihadirkan bernama Justiani, seorang ahli IT. Justiani menerangkan tentang penggunaan IT oleh negara-negara lain dalam pemilu dan pentingnya penggunaan IT tersebut.
"Yang Anda terangkan itu penting tapi tidak untuk disampaikan di sini. Itu nggak ada kaitannya dengan hasil suara. Langsung saja terangkan yang ada hubungannya dengan hasil suara yang sedang kita bahas," kata Ketua Majelis Hakim Mahfud MD di sidang di MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (6/8/2009).
Setelah ditegur, Justiani pun melanjutkan keterangannya. Namun rupanya keterangan tersebut tetap dinilai tak relevan oleh Majelis Hakim. Akhirnya Majelis Hakim meminta pemohon mengarahkan keterangan saksi agar sesuai dengan persoalan yang sedang dibahas.
Meski telah dipandu, rupanya keterangan Justiani tetap ngalor ngidul nggak ada hubungannya dengan hasil suara. Mahfud pun meminta Justiani mundur karena tidak mengindahkan permintaan hakim.
Mungkin karena terlalu bersemangat, Justiani tidak bersedia mundur. Dia tetap ngotot berbicara. Mahfud pun tampak kesal.
"Keterangan saksi tidak diperlukan. Masalah ini penting, saya juga mau mendengarkan tapi tidak sekarang. Nanti kita undang kuliah saja, saya juga pengin ikut, tapi jangan di persidangan," ucap Mahfud dengan suara keras.
Akhirnya mau tak mau Justiani terpaksa undur diri. Dengan muka bersungut dia lalu meninggalkan meja saksi.
(sho/yid)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 19:21 WIB
Prof. Sofjan: Prestasi Anggota DPR Nol
-
382 Komentar
-
287 Komentar
-
229 Komentar
-
191 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

