Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Jakarta -
Komisi Pemilihan Umum (KPU) tampaknya mulai gerah dengan tudingan-tudingan miring seputar penyelenggaraan pilpres dan pileg. KPU pun mengancam melancarkan serangan balik kepada para penuding tersebut.
"Selama ini kita dikatakan curang, melakukan penggelembungan suara. Sampai sekarang tidak ada seorangpun yang sanggup membuktikan pada KPU bahwa sekian puluh juta pemilih tidak terdaftar," kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary usai persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis
(6/8/2009).
Hafiz mengakui jika memang terdapat pemilih ganda dalam DPT yang ditetapkan KPU. Namun menurutnya jumlahnya tidak sefantastis yang dituduhkan para penuding itu.
"Nggak ada yang sanggup membuktikan tapi sudah diekspos ke mana mana. Ini kan namanya kebohongan publik," kata Hafiz.
Jika tudingan-tudingan itu tidak terbukti, Hafiz mengancam KPU akan melakukan perlawanan balik. Perlawanan itu bisa ditujukan kepada organisasi maupun perorangan.
"Selama ini kami belum melakukan perlawanan balik. Tapi kalau ini sudah keterlaluan, termasuk siapapun yang menuduh KPU curang, kalau tidak bisa membuktikan kita bisa melakukan perlawanan," tandas Hafiz.
Namun pembicaraan itu masih sebatas perbincangan di antara komisioner KPU dan belum merupakan putusan rapat pleno. Keputusan apakah serangan balik itu akan dilakukan atau tidak menunggu proses persidangan di MK selesai. "Tapi ini belum pasti, tergantung nanti melihat perkembangan," kata Hafiz.
(sho/yid)
"Selama ini kita dikatakan curang, melakukan penggelembungan suara. Sampai sekarang tidak ada seorangpun yang sanggup membuktikan pada KPU bahwa sekian puluh juta pemilih tidak terdaftar," kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary usai persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis
(6/8/2009).
Hafiz mengakui jika memang terdapat pemilih ganda dalam DPT yang ditetapkan KPU. Namun menurutnya jumlahnya tidak sefantastis yang dituduhkan para penuding itu.
"Nggak ada yang sanggup membuktikan tapi sudah diekspos ke mana mana. Ini kan namanya kebohongan publik," kata Hafiz.
Jika tudingan-tudingan itu tidak terbukti, Hafiz mengancam KPU akan melakukan perlawanan balik. Perlawanan itu bisa ditujukan kepada organisasi maupun perorangan.
"Selama ini kami belum melakukan perlawanan balik. Tapi kalau ini sudah keterlaluan, termasuk siapapun yang menuduh KPU curang, kalau tidak bisa membuktikan kita bisa melakukan perlawanan," tandas Hafiz.
Namun pembicaraan itu masih sebatas perbincangan di antara komisioner KPU dan belum merupakan putusan rapat pleno. Keputusan apakah serangan balik itu akan dilakukan atau tidak menunggu proses persidangan di MK selesai. "Tapi ini belum pasti, tergantung nanti melihat perkembangan," kata Hafiz.
(sho/yid)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 19:21 WIB
Prof. Sofjan: Prestasi Anggota DPR Nol
-
382 Komentar
-
287 Komentar
-
229 Komentar
-
191 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

