Pelaku Bom Marriott

Dani Masuk Kelompok Noordin Mungkin karena Frustrasi foto

Sabtu, 08/08/2009 09:49 WIB
Jakarta - Dani Dwi Permana, seorang remaja yang baru saja lulus SMA dan tinggal di Perumahan Telaga Kahuripan, Kabupaten Bogor, dipastikan sebagai pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott Jakarta. Dia ikut masuk kelompok Noordin Moh Top kemungkinan karena frustrasi.

Penelusuran detikcom, Sabtu (8/8/2009) Dani baru saja lulus dari SMU Yadika pada Juni 2009. Dia dikabarkan sempat ikut tes Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri, namun gagal.

Sudah sejak lama, Dani tinggal bersama orangtuanya di RT 07 RW 10 Gugus Candraloka, Perumahan Telaga Kahuripan, Kabupaten Bogor. Namun, menurut kawan-kawannya di kompleks itu, Dani tiba-tiba menghilang sejak dua bulan lalu.

Dani dikenal sebagai remaja yang sangat aktif, baik di Karang Taruna Candraloka, maupun sebagai Remaja Masjid di Masjid As-Surur maupun di Masjid Raya Telaga Kahuripan. Karena itulah, teman-temannya terkejut ketika polisi memastikan bahwa Dani merupakan pelaku bom bunuh diri di JW Marriott Jakarta.

"Masak sih, gak mungkinlah. Dia itu baik orangnya. Dia aktif di kegiatan remaja di sini," kata salah seorang temannya yang keberatan disebut namanya. Banyak teman Dani yang shock mendengar bahwa Dani merupakan pelaku bom bunuh diri di Marriott 17 Juli 2009 lalu.

Memang, kehidupan keluarga Dani bermasalah sejak beberapa bulan lalu. Keluarga Dani sebenarnya keluarga harmonis. Namun, musibah menimpa keluarganya. Ayahnya, berinisial Z, yang bekerja sebagai satpam di Perumahan Telaga Kahuripan, ditangkap polisi. Ayah Dani terlibat kasus pencurian. Saat ini, ayah Dani masih berada di jeruji besi LP Paledang Bogor.

Setelah musibah itu, keluarga Dani jadi morat-marit. Karena Z masuk bui, ibunda Dani kemudian pindah ke Kalimantan dan tinggal di rumah saudaranya. Sedangkan Dani, yang merupakan anak kedua Z, masih tetap tinggal di Kahuripan hingga lulus SMA.

Dani shock dengan peristiwa yang dialami ayahnya karena terlibat kasus kriminal. Apalagi selama ini, Dani aktif di masjid. Bahkan, beberapa bulan lalu Dani terpilih sebagai Ketua Ikatan Remaja Masjid Raya Telaga Kahuripan. Gara-gara peristiwa yang dialami ayahnya itulah mungkin membuat Dani shock, sehingga membuatnya jatuh ke pelukan komplotan Noordin.

Hingga akhirnya, dua bulan lalu, Dani tiba-tiba menghilang dari Telaga Kahuripan. "Katanya ingin pulang ke Palembang. Tapi setelah dicek, dia tidak ada di Palembang. Ada yang bilang, dia di Pekanbaru," ujar salah seorang temannya.

Saat ini, Dani menjadi perbincangan hangat para warga Perumahan Telaga Kahuripan. Mereka tidak yakin, tidak percaya, dan sangat gemas mendengar informasi ini. Tapi, mau apa lagi, karena polisi sudah memastikan Dani sebagai pelaku bom bunuh diri di Marriott.
(asy/gah)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel