Selain Penangkapan, Aparat Diminta Cari Jalan Lain Perangi Terorisme
Minggu, 09/08/2009 13:03 WIB
Jakarta -
Keberhasilan Polri dan pihak terkait dalam penyergapan komplotan teroris layak diapresiasi. Penangkapan terhadap teroris di Temanggung dan di Jatiasih Bekasi merupakan bukti keberhasilan tim penanganan teroris. Namun agar pemberantasan teroris lebih massif, aparat perlu memikirkan cara lain yang lebih efektif.
"Selain menempuh cara 'perang terhadap terorisme', pemerintah perlu kembangkan pula cara-cara lain dalam menanggulangi teroris," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Yusron Ihza kepada detikcom, Minggu (9/8/2009).
Menurut adik kandung Yusril ini, cara lain itu adalah dengan menyelesaikan akar masalah dari munculnya terorisme. Selain itu media berkembang biaknya paham terorisme itu juga harus di batasi agar tidak tumbuh dan merajalela di masyarakat.
"Tanggulangi teroris pada inti permasalahannya. Tanpa penyelesaian pada jantung masalahnya, perang terhadap teroris hanya akan menjadi sebuah perang abadi, perang tanpa akhir," paparnya.
Menurut politisi PBB ini, ibaratnya aksi menyembuhkan penyakit, pemerintah yang diibaratkan sebagai dokter tidak hanya sekadar perlu menghilangkan symthom atau gejala penyakitnya saja, tetapi yang terpenting bagaimana melakukan pencegahan yang efektif dan berkelanjutan.
"Bagaimana mencegah kaum muda agar tidak digarap kelompok tertentu menjadi teroris, tentu merupakan salah satu upaya. Pada prinsipnya aksi teroris didorong oleh rasa tidak puas dari orang-orang yang tertindas dan tersingkir, termasuk oleh sistem dunia yang timpang dan repressif," jelasnya.
(yid/iy)
"Selain menempuh cara 'perang terhadap terorisme', pemerintah perlu kembangkan pula cara-cara lain dalam menanggulangi teroris," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Yusron Ihza kepada detikcom, Minggu (9/8/2009).
Menurut adik kandung Yusril ini, cara lain itu adalah dengan menyelesaikan akar masalah dari munculnya terorisme. Selain itu media berkembang biaknya paham terorisme itu juga harus di batasi agar tidak tumbuh dan merajalela di masyarakat.
"Tanggulangi teroris pada inti permasalahannya. Tanpa penyelesaian pada jantung masalahnya, perang terhadap teroris hanya akan menjadi sebuah perang abadi, perang tanpa akhir," paparnya.
Menurut politisi PBB ini, ibaratnya aksi menyembuhkan penyakit, pemerintah yang diibaratkan sebagai dokter tidak hanya sekadar perlu menghilangkan symthom atau gejala penyakitnya saja, tetapi yang terpenting bagaimana melakukan pencegahan yang efektif dan berkelanjutan.
"Bagaimana mencegah kaum muda agar tidak digarap kelompok tertentu menjadi teroris, tentu merupakan salah satu upaya. Pada prinsipnya aksi teroris didorong oleh rasa tidak puas dari orang-orang yang tertindas dan tersingkir, termasuk oleh sistem dunia yang timpang dan repressif," jelasnya.
(yid/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

