
Menengok Masjid Peninggalan Saudagar Aceh di Penang
Jumat, 14/08/2009 14:27 WIB
Masjid Aceh di Penang
Terkait
Penang -
Pulau Penang, Malaysia, memiliki banyak bangunan bersejarah. Benteng tua hingga tempat ibadah kuno berumur ratusan tahun masih berdiri kokoh. Siapa sangka, nenek moyang masyarakat Aceh juga pernah singgah bahkan membangun masjid di pulau tersebut.
Masjid megah itu bernama Masjid Melayu (Jamek) Acheh Pulau Pinang atau lebih
dikenal dengan masjid Aceh. Satu-satunya jejak para saudagar asal Indonesia yang berada di kota sejuk tersebut.
Lokasi masjid berada di kawasan perdagangan padat di kota Penang. Menaranya yang mirip dengan pagoda sebuah kuil Cina membuat para pelancong tidak sulit untuk menemukannya.
Tidak jauh berbeda dengan masjid di Indonesia, berbagai tanda larangan juga ditempel di seluruh area masjid. Mulai dari larangan menggunakan ponsel, larangan tidur, dan imbauan untuk menjaga keaslian arsitektur masjid.
"Kawasan ini awalnya dipenuhi oleh para pedagang asal Aceh, tapi sekarang sudah mulai bercampur dengan etnis melayu," kata Raffi, salah seorang warga di lokasi tersebut, Kamis (5/8/2009).
Masjid dengan nuansa kuning tersebut dibangun pada tahun 1808 Masehi. Sejarah masjid bermula pada tahun 1792, saat Tengku Syed Hussain Al-Aidid, seorang kerabat kerajaan Aceh datang dari Indonesia dan membuka sebuah kawasan perkampungan Islam di Pulau Pinang.
Tengku Syed Hussain Al-Aidid adalah seorang pedagang Aceh yang kaya ketika Pulau Pinang baru dibuka oleh Kapten Sir Francis Light pada akhir abad ke 18.
Dengan kekayaan yang dimilikinya, Tengku Syed Hussain Al-Aidid kemudian membangun sebuah masjid di Lebuh Acheh. Ia juga membangun rumah, toko dan
Madrasah Al-Quran.
Hasil usahanya ini secara tidak langsung telah mewujudkan sebuah pusat pengajian agama Islam dan pusat perdagangan antarbangsa yang terkenal di Pulau Pinang. Para pedagang-pedagang baru dari Melayu, Tanah Arab dan India pun berdatangan.
Setelah wafatnya Tengku Syed Hussain Al-Aidid pada pertengahan abad ke 19, wilayah di sekitar masjid Aceh terus berkembang. Para penduduk tidak hanya menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat perdagangan, namun juga menjaga
keaslian bangunan agar mampu menarik wisatawan.
Alhasil, turis pun berbondong-bondong untuk melihat masjid dan makam Tengku Syed Hussain Al-Aidid yang berada di sebelahnya.
(mad/nwk)
Masjid megah itu bernama Masjid Melayu (Jamek) Acheh Pulau Pinang atau lebih
dikenal dengan masjid Aceh. Satu-satunya jejak para saudagar asal Indonesia yang berada di kota sejuk tersebut.
Lokasi masjid berada di kawasan perdagangan padat di kota Penang. Menaranya yang mirip dengan pagoda sebuah kuil Cina membuat para pelancong tidak sulit untuk menemukannya.
Tidak jauh berbeda dengan masjid di Indonesia, berbagai tanda larangan juga ditempel di seluruh area masjid. Mulai dari larangan menggunakan ponsel, larangan tidur, dan imbauan untuk menjaga keaslian arsitektur masjid.
"Kawasan ini awalnya dipenuhi oleh para pedagang asal Aceh, tapi sekarang sudah mulai bercampur dengan etnis melayu," kata Raffi, salah seorang warga di lokasi tersebut, Kamis (5/8/2009).
Masjid dengan nuansa kuning tersebut dibangun pada tahun 1808 Masehi. Sejarah masjid bermula pada tahun 1792, saat Tengku Syed Hussain Al-Aidid, seorang kerabat kerajaan Aceh datang dari Indonesia dan membuka sebuah kawasan perkampungan Islam di Pulau Pinang.
Tengku Syed Hussain Al-Aidid adalah seorang pedagang Aceh yang kaya ketika Pulau Pinang baru dibuka oleh Kapten Sir Francis Light pada akhir abad ke 18.
Dengan kekayaan yang dimilikinya, Tengku Syed Hussain Al-Aidid kemudian membangun sebuah masjid di Lebuh Acheh. Ia juga membangun rumah, toko dan
Madrasah Al-Quran.
Hasil usahanya ini secara tidak langsung telah mewujudkan sebuah pusat pengajian agama Islam dan pusat perdagangan antarbangsa yang terkenal di Pulau Pinang. Para pedagang-pedagang baru dari Melayu, Tanah Arab dan India pun berdatangan.
Setelah wafatnya Tengku Syed Hussain Al-Aidid pada pertengahan abad ke 19, wilayah di sekitar masjid Aceh terus berkembang. Para penduduk tidak hanya menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat perdagangan, namun juga menjaga
keaslian bangunan agar mampu menarik wisatawan.
Alhasil, turis pun berbondong-bondong untuk melihat masjid dan makam Tengku Syed Hussain Al-Aidid yang berada di sebelahnya.
(mad/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 31/08/2011 18:26 WIB
Islamic Center Washington, Masjid & Pusat Kebudayaan Islam di AS
-
Jumat, 26/08/2011 11:26 WIB
Kairaouine, Masjid Islam Tertua di Kota Fes Maroko
-
Kamis, 25/08/2011 10:27 WIB
Zeyrek Camii, Masjid Bekas Gereja di Istanbul
-
Selasa, 23/08/2011 10:38 WIB
Dihiasi 20.000 Ubin Biru, Masjid Sultanahmet Berdiri Cantik di Istanbul
-
Senin, 22/08/2011 10:08 WIB
Masjid Unik Tiga Pintu di Tunisia
-
Senin, 13/02/2012 16:54 WIB
Dikecam Soal Deportasi Penghina Nabi Muhammad, Malaysia Membela Diri
-
Senin, 13/02/2012 15:51 WIB
Menko Polhukam: Ditolak di Palangkaraya, FPI Harus Introspeksi
-
Senin, 13/02/2012 15:03 WIB
Indomaret: Kami Tidak Jual Paket Coklat Bonus Kondom
-
Senin, 13/02/2012 15:49 WIB
Marzuki: Dahlan Iskan Tak Maksimal, Perlu Lebih Cepat
-
656 Komentar
-
544 Komentar
-
436 Komentar
-
385 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 598.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

