Korupsi Alkes 2003
Kerugian Negara Rp 71 M, Mark Up Capai 5.594 Persen
Rabu, 19/08/2009 22:16 WIB
Jakarta -
KPK menemukan adanya potensi kerugian negara sebesar Rp 71,29 miliar dalam korupsi alat kesehatan (alkes) 2003. Bagaimana modus yang dilakukan sehingga menyebakan kerugian negara begitu fantastis?
Dari hasil penyidikan KPK, dugaan mark up yang dilakukan dalam pengadaan alat-alat kesehatan mencapai 5.594,29 persen. Angka itu didapat dari 118 item dengan total nilai proyek mencapai Rp 190,45 miliar.
Untuk contoh saja bagaimana mark up dilakukan. Depkes mengadakan proyek pembelian Bedside Monitor merk Philips, German sebanyak 48 buah.
Harga kontrak yang tertera sebesar Rp 379,09 juta. Ternyata harga di agennya hanya mencapai Rp 76,75 juta saja.
"Terdapat selisih Rp 302,33 juta," kata Deputi Penindakan, Ade Raharja di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (19/8/2009).
Ada juga Blood Gas Analyzer dari Swiss dengan Type OPTI-CCA sebanyak 11 unit. Dalam kontrak tertera harga Rp 534,6 juta sedangkan harga aslinya Rp 89,1 juta. Selisihnya mencapai Rp 445,58 juta.
Depkes juga mengadakan pembelian sebuah Electro Encephalograph berasal dari Jepang. Harga di kontrak kembali sangat besar hingga Rp 1,42 miliar, sedangkan harga agen hanya Rp 357,95 juta.
Kisaran selisihnya antara Rp 1 juta-1,064 miliar. Sedangkan jumlah unitnya mulai
dari 1-292.
KPK sendiri sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini yakni, mantan Menkes Ahmad Sujdi, serta dua rekanan Depkes Gunawan Pranoto dan Rinaldi Jusuf.
(mok/lrn)
Dari hasil penyidikan KPK, dugaan mark up yang dilakukan dalam pengadaan alat-alat kesehatan mencapai 5.594,29 persen. Angka itu didapat dari 118 item dengan total nilai proyek mencapai Rp 190,45 miliar.
Untuk contoh saja bagaimana mark up dilakukan. Depkes mengadakan proyek pembelian Bedside Monitor merk Philips, German sebanyak 48 buah.
Harga kontrak yang tertera sebesar Rp 379,09 juta. Ternyata harga di agennya hanya mencapai Rp 76,75 juta saja.
"Terdapat selisih Rp 302,33 juta," kata Deputi Penindakan, Ade Raharja di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (19/8/2009).
Ada juga Blood Gas Analyzer dari Swiss dengan Type OPTI-CCA sebanyak 11 unit. Dalam kontrak tertera harga Rp 534,6 juta sedangkan harga aslinya Rp 89,1 juta. Selisihnya mencapai Rp 445,58 juta.
Depkes juga mengadakan pembelian sebuah Electro Encephalograph berasal dari Jepang. Harga di kontrak kembali sangat besar hingga Rp 1,42 miliar, sedangkan harga agen hanya Rp 357,95 juta.
Kisaran selisihnya antara Rp 1 juta-1,064 miliar. Sedangkan jumlah unitnya mulai
dari 1-292.
KPK sendiri sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini yakni, mantan Menkes Ahmad Sujdi, serta dua rekanan Depkes Gunawan Pranoto dan Rinaldi Jusuf.
(mok/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 08/02/2012 10:54 WIB
Disambut Meriah, Anas Batal Dapat Gelar Bangsawan Gowa
-
Rabu, 08/02/2012 10:50 WIB
Jumiati Jatuh dari Lantai 10 Apartemen Sudirman Saat Jemur Pakaian
-
Rabu, 08/02/2012 10:38 WIB
Pramugari & Seluruh Kru Pesawat Juga akan Dites Narkoba
-
Rabu, 08/02/2012 10:35 WIB
Ruhut Ditegur Keras BK DPR, Harus Perbaiki Kisruh Rumah Tangganya
-
Rabu, 08/02/2012 10:25 WIB
Hatta Ali Terpilih Jadi Ketua MA
-
Rabu, 08/02/2012 10:25 WIB
Hatta Ali Terpilih Jadi Ketua MA
-
Rabu, 08/02/2012 09:58 WIB
Urine Pilot & Kopilot Diperiksa, 1 Kopilot Terindikasi Narkoba
-
Rabu, 08/02/2012 09:39 WIB
ABG Tewas di Rumahnya di Kebayoran Baru
-
Rabu, 08/02/2012 10:03 WIB
Pedagang Baru Blokir Stasiun Cikini Bila Kesepakatan Buntu
-
226 Komentar
-
195 Komentar
-
176 Komentar
-
165 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,418.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

