Lokananta: Lagu Kebangsaan Malaysia Milik Bangsa Indonesia
Jumat, 28/08/2009 15:59 WIB
Solo -
Saling 'berbalas pantun' antara dua negara serumpun, Indonesia dan Malaysia, sepertinya masih akan berlanjut. Setelah tudingan klaim karya budaya, tersebar posting di internet yang melecehkan 'Indonesia Raya'. Kini giliran pihak Indonesia menuding Malaysia menjiplak sebuah lagu Indonesia untuk dijadikan lagu kebangsaan.
Lokananta, sebuah perusahaan milik negara yang bergerak dalam usaha dokumentasi, meyakinkan publik bahwa lagu berjudul 'Terang Bulan' adalah lagu milik bangsa Indonesia yang telah dijiplak dan hanya diubah syairnya oleh Malaysia untuk dijadikan lagu kebangsaan berjudul 'negaraku'.
"Introduksi maupun nadanya sama persis. Hanya temponya diubah sedikit. Sedangkan syairnya diubah disesuaikan untuk kebutuhan negara Malaysia. Syairnya semula sangat umum karena memang itu lagu hiburan, diubah menjadi sangat patriotik," ujar Kepala Perum Lokananta Surakarta, Ruktiningsih, Jumat (28/8/2009).
Ruktiningsih mengatakan arsip yang tersimpan di Lokananta Solo menunjukkan bahwa lagu tersebut telah direkam secara koor pada tahun 1956 di RRI Jakarta, atau setahun lebih dulu dari kemerdekaan Malaysia. Selanjutnya lagu hasil rekaman di RRI Jakarta itu dipindah ke piringan hitam dan disimpan di Lokananta pada tahun 1965.
Dalam catatan arsip Lokananta hanya tertulis lagu tersebut sebagai lagu hiburan atau lagu rakyat populer dalam kategori jenis irama keroncong berdurasi 11 menit 15 detik dan tidak ada nama pencipta. Direkam pada piringan hitam pada 16 Maret 1965, bersama tiga lagu jenis keroncong lainnya.
"Lagu 'Terang Bulan' telah populer di Indonesia puluhan tahun sebelum direkam, sehingga tidak diketahui penciptanya. Tapi generasi tua yang hidup di masa lagu itu sangat populer, saya kira semua akan sepakat bahwa lagu kebangsaan Malaysia 'Negaraku' digubah dari lagu 'Terang Bulan' ini,' papar Ruktiningsih.
Ruktiningsih lebih lanjut berharap, pihak Malaysia menghentikan ulah provokatifnya dengan berbagai tindakan mengklaim hasil budaya bangsa Indonesia. Sedangkan untuk Pemerintah Indonesia, Ruktiningsih berharap dilakukan pencatatan secara resmi terhadap karya cipta anak bangsa.
"Lakukan pencatatan resmi. Bisa jadi karya anak-naka muda kita sekarang ini dalam hitungan belasan tahun kedepan juga akan diklaim pihak lain seperti lagu 'Terang Bulan' itu. Jika diabaikan bisa jadi nanti negara tidak bisa membantu warganya yang dirugikan pihak lain yang telah mencuri karyanya," jelasnya. (mbr/djo)
Lokananta, sebuah perusahaan milik negara yang bergerak dalam usaha dokumentasi, meyakinkan publik bahwa lagu berjudul 'Terang Bulan' adalah lagu milik bangsa Indonesia yang telah dijiplak dan hanya diubah syairnya oleh Malaysia untuk dijadikan lagu kebangsaan berjudul 'negaraku'.
"Introduksi maupun nadanya sama persis. Hanya temponya diubah sedikit. Sedangkan syairnya diubah disesuaikan untuk kebutuhan negara Malaysia. Syairnya semula sangat umum karena memang itu lagu hiburan, diubah menjadi sangat patriotik," ujar Kepala Perum Lokananta Surakarta, Ruktiningsih, Jumat (28/8/2009).
Ruktiningsih mengatakan arsip yang tersimpan di Lokananta Solo menunjukkan bahwa lagu tersebut telah direkam secara koor pada tahun 1956 di RRI Jakarta, atau setahun lebih dulu dari kemerdekaan Malaysia. Selanjutnya lagu hasil rekaman di RRI Jakarta itu dipindah ke piringan hitam dan disimpan di Lokananta pada tahun 1965.
Dalam catatan arsip Lokananta hanya tertulis lagu tersebut sebagai lagu hiburan atau lagu rakyat populer dalam kategori jenis irama keroncong berdurasi 11 menit 15 detik dan tidak ada nama pencipta. Direkam pada piringan hitam pada 16 Maret 1965, bersama tiga lagu jenis keroncong lainnya.
"Lagu 'Terang Bulan' telah populer di Indonesia puluhan tahun sebelum direkam, sehingga tidak diketahui penciptanya. Tapi generasi tua yang hidup di masa lagu itu sangat populer, saya kira semua akan sepakat bahwa lagu kebangsaan Malaysia 'Negaraku' digubah dari lagu 'Terang Bulan' ini,' papar Ruktiningsih.
Ruktiningsih lebih lanjut berharap, pihak Malaysia menghentikan ulah provokatifnya dengan berbagai tindakan mengklaim hasil budaya bangsa Indonesia. Sedangkan untuk Pemerintah Indonesia, Ruktiningsih berharap dilakukan pencatatan secara resmi terhadap karya cipta anak bangsa.
"Lakukan pencatatan resmi. Bisa jadi karya anak-naka muda kita sekarang ini dalam hitungan belasan tahun kedepan juga akan diklaim pihak lain seperti lagu 'Terang Bulan' itu. Jika diabaikan bisa jadi nanti negara tidak bisa membantu warganya yang dirugikan pihak lain yang telah mencuri karyanya," jelasnya. (mbr/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
438 Komentar
-
376 Komentar
-
348 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

