Malaysia Tak Boleh Klaim Kain Songket
Sabtu, 29/08/2009 10:37 WIB
Palembang -
Kain Songket tidak boleh diklaim sebagai produk khas sebuah bangsa di Asia Tenggara, khususnya di wilayah pesisir, termasuk Malaysia. Sebab sejak puluhan abad lalu, kain ini menjadi milik seluruh bangsa yang ada di sepanjang pesisir Asia Tenggara.
"Klaim Malaysia itu tidak benar. Kain songket milik Asia Tenggara," kata Yudhy Syarofie penulis buku 'Songket Palembang; Nilai Filosofis, Jejak Sejarah, dan Tradisi', yang dihubungi detikcom, Sabtu (29/08/2009) pagi.
Namun, bila bicara motif kain songket, maka hal itu berbeda. "Tapi kalau motif kain Songket itu lain lagi persoalannya. Kalau Malaysia itu mempatenkan motif kain Songket Palembang, kita dapat mempersoalkannya. Kita gugat," kata Yudhy.
"Tapi, persoalannya, pemerintah Indonesia mau tidak sidang sampai ke Mahkamah Internasional? Dari dulu wong kita ini lembek," sambung dia.
Malaysia Beli Mesin Kain Songket Palembang
Sebelum ada klaim bahwa kain Songket berasal dari Malaysia, sejumlah orang dari Malaysia pernah datang ke Palembang, tepatnya ke kampung Suro, 30 Ilir, sentra kain Songket di Palembang, sekitar tahun 1980-an awal. Saat itu mereka membeli peralatan pembuatan kain Songket Palembang, seperti gedokan, dayan, sama pirantinya.
"Harganya saat itu hanya Rp1,5 juta. Mereka beli 5 unit pembuat kain Songket Palembang," kata Yudhi. Nah, sejak tahun 1980-an pula, kain Songket Palembang mulai dipasarkan ke Malaysia.
Menurut Yudhy, Malaysia memang punya kain Songket, tapi motifnya beda dengan Palembang. Tahun 1950-an, sentra kain Songket-nya di Trengganu. "Kalau tidak salah mereka hanya punya 60 motif," ujar Yudhy.
(tw/asy)
"Klaim Malaysia itu tidak benar. Kain songket milik Asia Tenggara," kata Yudhy Syarofie penulis buku 'Songket Palembang; Nilai Filosofis, Jejak Sejarah, dan Tradisi', yang dihubungi detikcom, Sabtu (29/08/2009) pagi.
Namun, bila bicara motif kain songket, maka hal itu berbeda. "Tapi kalau motif kain Songket itu lain lagi persoalannya. Kalau Malaysia itu mempatenkan motif kain Songket Palembang, kita dapat mempersoalkannya. Kita gugat," kata Yudhy.
"Tapi, persoalannya, pemerintah Indonesia mau tidak sidang sampai ke Mahkamah Internasional? Dari dulu wong kita ini lembek," sambung dia.
Malaysia Beli Mesin Kain Songket Palembang
Sebelum ada klaim bahwa kain Songket berasal dari Malaysia, sejumlah orang dari Malaysia pernah datang ke Palembang, tepatnya ke kampung Suro, 30 Ilir, sentra kain Songket di Palembang, sekitar tahun 1980-an awal. Saat itu mereka membeli peralatan pembuatan kain Songket Palembang, seperti gedokan, dayan, sama pirantinya.
"Harganya saat itu hanya Rp1,5 juta. Mereka beli 5 unit pembuat kain Songket Palembang," kata Yudhi. Nah, sejak tahun 1980-an pula, kain Songket Palembang mulai dipasarkan ke Malaysia.
Menurut Yudhy, Malaysia memang punya kain Songket, tapi motifnya beda dengan Palembang. Tahun 1950-an, sentra kain Songket-nya di Trengganu. "Kalau tidak salah mereka hanya punya 60 motif," ujar Yudhy.
(tw/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

