
Aktivis Greenpeace Cegat Kapal Pengangkut Sawit dari Indonesia
Rabu, 16/09/2009 10:46 WIB
(Foto: Greenpeace/stuff.co.nz)
Wellington -
Aktivis Greenpeace memprotes impor sawit yang dilakukan oleh Fonterra, perusahaan multinasional di Selandia Baru yang bergerak di bidang peternakan. 12 Aktivis menduduki kapal yang mengangkut sawit dari Indonesia pagi ini.
Seperti dilansir The New Zealand Herald, Rabu (16/9/2009), para aktivis menghalangi bongkar muat muatan kapal yang dilakukan. Mereka merantai diri mereka ke kapal dan 4 kargo muatan kapal yang akan dibongkar ke pantai Tauranga, Selandia Baru.
Para aktivis tetap yakin pengiriman sawit untuk makanan binatang dari Indonesia tersebut ditujukan ke peternakan Fonterra. Dengan membawa spanduk bertuliskan "Kejahatan Iklim Fonterra", para aktivis meminta Perdana Menteri John Key untuk menghentikan impor produk-produk tersebut mengingat dampaknya terhadap perubahan iklim.
Namun, pihak Fonterra mengatakan kapal yang diprotes oleh Greenpeace di pelabuhan Tauranga itu tidak membawa makanan binatang dari sawit. Pimpinan eksekutif RD1, perusahaan dagang di pedalaman milik Fonterra, John Lea, mengatakan kapal East Ambition tersebut tidak membawa barang kiriman untuk Fonterra.
"Dengan membawa spanduk Fonterra dan merantai diri mereka ke kapal, tidak lebih dari aksi publik berbahaya yang menempatkan nyawa seseorang dalam bahaya dan berpotensi merusak reputasi Selandia Baru sebagai negara hukum," kata dia.
Greenpeace mengatakan sekitar 6 orang polisi diterjunkan untuk mengatasi aksi ini. Salah satu aktivis, Jo McVeagh, mengatakan keterlibatan Fonterra dengan makanan sawit adalah tindak kriminal.
McVeagh mengatakan polisi mencoba mengusir para aktivis yang merantai diri mereka ke tangga kemudi. Mereka merantai diri pada salah satu derek muatan dan memanjat naik ke atas derek. Mereka mendapat sambutan bersahabat dari kru kapal.
Dikatakan dia, para aktivis mendapat izin dan akan tinggal di kapal selama mungkin. Mereka telah memberitahu pihak pelabuhan dan kapten kapal sebelum melakukan aksinya.
"Muatan kapal ini turut menyumbang pelepasan 364 ribu ton emisi karbon. Jumlah itu setara dengan emisi yang dikeluarkan 127 ribu mobil dalam setahun," kata McVeagh.
Namun Lea berdalih bahwa Fonterra hanya mengimpor sawit dalam jumlah kecil untuk makanan sapi perah di Selandia Baru.
Sementara itu, aktivis iklim Greenpeace, Simon Boxer, mengatakan Selandia Baru mengimpor 1,1 juta ton sawit tahun lalu. Hal ini menciptakan 20 juta ton emisi rumah kaca dalam prosesnya.
"Intensifikasi industri susu dari Fonterra semakin menambah kerusakan hutan, meningkatkan gas emisi rumah kaca baik di sini maupun di negara lain, kesehatan tanah dan mengancam reputasi Selandia Baru yang bersih dan hijau," jelas Boxer.
(nvc/nrl)
Seperti dilansir The New Zealand Herald, Rabu (16/9/2009), para aktivis menghalangi bongkar muat muatan kapal yang dilakukan. Mereka merantai diri mereka ke kapal dan 4 kargo muatan kapal yang akan dibongkar ke pantai Tauranga, Selandia Baru.
Para aktivis tetap yakin pengiriman sawit untuk makanan binatang dari Indonesia tersebut ditujukan ke peternakan Fonterra. Dengan membawa spanduk bertuliskan "Kejahatan Iklim Fonterra", para aktivis meminta Perdana Menteri John Key untuk menghentikan impor produk-produk tersebut mengingat dampaknya terhadap perubahan iklim.
Namun, pihak Fonterra mengatakan kapal yang diprotes oleh Greenpeace di pelabuhan Tauranga itu tidak membawa makanan binatang dari sawit. Pimpinan eksekutif RD1, perusahaan dagang di pedalaman milik Fonterra, John Lea, mengatakan kapal East Ambition tersebut tidak membawa barang kiriman untuk Fonterra.
"Dengan membawa spanduk Fonterra dan merantai diri mereka ke kapal, tidak lebih dari aksi publik berbahaya yang menempatkan nyawa seseorang dalam bahaya dan berpotensi merusak reputasi Selandia Baru sebagai negara hukum," kata dia.
Greenpeace mengatakan sekitar 6 orang polisi diterjunkan untuk mengatasi aksi ini. Salah satu aktivis, Jo McVeagh, mengatakan keterlibatan Fonterra dengan makanan sawit adalah tindak kriminal.
McVeagh mengatakan polisi mencoba mengusir para aktivis yang merantai diri mereka ke tangga kemudi. Mereka merantai diri pada salah satu derek muatan dan memanjat naik ke atas derek. Mereka mendapat sambutan bersahabat dari kru kapal.
Dikatakan dia, para aktivis mendapat izin dan akan tinggal di kapal selama mungkin. Mereka telah memberitahu pihak pelabuhan dan kapten kapal sebelum melakukan aksinya.
"Muatan kapal ini turut menyumbang pelepasan 364 ribu ton emisi karbon. Jumlah itu setara dengan emisi yang dikeluarkan 127 ribu mobil dalam setahun," kata McVeagh.
Namun Lea berdalih bahwa Fonterra hanya mengimpor sawit dalam jumlah kecil untuk makanan sapi perah di Selandia Baru.
Sementara itu, aktivis iklim Greenpeace, Simon Boxer, mengatakan Selandia Baru mengimpor 1,1 juta ton sawit tahun lalu. Hal ini menciptakan 20 juta ton emisi rumah kaca dalam prosesnya.
"Intensifikasi industri susu dari Fonterra semakin menambah kerusakan hutan, meningkatkan gas emisi rumah kaca baik di sini maupun di negara lain, kesehatan tanah dan mengancam reputasi Selandia Baru yang bersih dan hijau," jelas Boxer.
(nvc/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 14/02/2012 05:02 WIB
8 Poin Kode Etik Dihapus MA, KY Harus Optimalkan Hak Sadap Telepon Hakim
-
Selasa, 14/02/2012 04:17 WIB
Dua Bayi Tanpa Dinding Perut Dirawat di RSUP Adam Malik Medan
-
Selasa, 14/02/2012 04:06 WIB
Pria Diduga Bandar Narkoba Terjaring Razia Kumpul Kebo di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 03:15 WIB
Hari Valentine, 5 Pasangan Kumpul Kebo Diciduk di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 02:00 WIB
Wah! Gunung Dempo Diperkirakan Tambah Tinggi 23 Meter
-
Selasa, 14/02/2012 03:15 WIB
Hari Valentine, 5 Pasangan Kumpul Kebo Diciduk di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 04:06 WIB
Pria Diduga Bandar Narkoba Terjaring Razia Kumpul Kebo di Depok
-
Senin, 13/02/2012 22:45 WIB
Rosa 'Bernyanyi' Berbagai Macam Proyek Nazaruddin
-
Selasa, 14/02/2012 02:00 WIB
Wah! Gunung Dempo Diperkirakan Tambah Tinggi 23 Meter
-
614 Komentar
-
505 Komentar
-
452 Komentar
-
386 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,404.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

