Kisah Penyapu Sungai yang Berpuluh-puluh Tahun Tak Mudik

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 18/09/2009 17:16 WIB
Andi/detikcom
Jakarta - Air sungai di Kali Menteng hanya 10 cm diatas mata kaki. Limbah serta sampah nampak memenuhi dasar sungai. Sehari-hari, sampah tersebut diangkut oleh penyapu sungai yang puluhan tahun tak mudik.

"Tiap hari menyapu dari depan Polsek Mentang hingga Bundaran HI," kata penyapu sungai Darnadi, (75), yang tinggal di Jembatan Dua, Jakarta Barat kepada detikcom, Jumat, (18/9/2009).

Menyapu jalanan mungkin sudah terbiasa kita lihat. Tapi bagi Darnadi, menyapu sungai bak menyapu jalanan, karena Darnadi membersihkan dasar sungai dengan sapu lidi pada umumnya. Kali tersebut membelah Menteng atau biasa juga disebut Kali Anak Ciliwuang.

Kakek beranak 5, bercucu 5, dan berbuyut 1 ini tak pernah membayangkan bisa mudik ke kampung halamannya di Brebes. "Sehari di bayar mandor Rp 25 ribu. Terakhir mudik sudah lama banget, lupa," ucapnya.

Menjadi penyapu sungai bukannya tanpa kisah kelabu. Pernah sekali kakinya tertusuk beling pecahan kaca hingga tembus telapak kaki. Kini, dia menggunakan sepatu boat selutut supaya tak terulang kecelakaan tersebut.

"Boro-boro nemu uang, nemu dompet saja isinya sudah kosong," kisahnya.

Bagi dia, Lebaran punya kesan religius sendiri. Meski tak bisa mudik ke tanah kelahiran, dia masih bisa berkumpul bersama keluarga di Jakarta.

"Istri sudah meninggal. Kalau Lebaran gini, ada saja yang ngasih uang tambahan," ujarnya menutup pembicaraan.


(asp/mad)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel