Sabtu, 19/09/2009 14:00 WIB
Lebaran di Kampung
Ismail A Said - detikNews
Ismail A Said
Jakarta -
InsyaAllah dua hari lagi, seandainya tidak ada perubahan, kita akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1430 H, tepatnya pada hari Minggu tanggal 20 September 2009. Hari yang dinanti-nantikan umat Islam di seluruh dunia.
Dengan tibanya hari raya ini berarti sudah hampir empat puluh tahun saya kehilangan suasana Lebaran di kampung halaman karena di awal tahun 1970 saya hijrah ke Jakarta. Setelah saya renungkan, banyak kenangan suasana Lebaran di kampung yang tidak dapat lagi saya temukan, suasana meriah dan penuh kekeluargaan.
Tulisan ini sengaja kami sampaikan paling tidak sebagai bahan renungan bagi saya sendiri dan masyarakat kota yang semakin hari gaya hidupnya semakin individualis. Saya berasal dari suatu desa di daerah Lampung, suasana Lebaran di desa kami sangat terasa dua minggu sebelum hari Lebaran tiba.
Anak-anak gadis sudah sibuk menyiapkan kue-kue kering yang mereka masak sendiri, dan tiga hari sebelum Lebaran dilanjutkan dengan memasak kue basah seperti bolu, lapis legit dll. Memasak kue adalah merupakan suatu tradisi, dan layaknya suatu kompetisi karena para gadis menunjukkan kepiawaiannya dalam memasak.
Dan di kala hari Lebaran tiba, semua kue-kue itu dipajang untuk dinikmati keluarga, tetangga dan handai taulan, dan akan terlihat sekali pada saat Lebaran apakah di rumah tersebut ada anak gadis atau tidak dari banyaknya variasi kue yang dihidangkan.
Juga para orang tua menjelang Lebaran akan berusaha semaksimal mungkin untuk membeli beberapa ekor ayam dan beberapa kilo daging untuk dijadikan hidangan utama pada saat Lebaran. Makin kuat ekonomi seseorang makin banyak ayam dan daging yang mereka beli untuk menjamu para tamu.
Anak-anak pun tidak mau kalah, paling tidak seminggu sebelum Lebaran mereka sudah berusaha memastikan apakah baju baru untuk Lebaran sudah dibelikan oleh para orang tuanya. Hal ini merupakan suatu keharusan karena bagi anak-anak Lebaran identik dengan baju baru.
Yang lebih menarik pada saat hari Lebaran tiba, setelah Subuh mereka bergegas pergi ke sungai untuk mandi. Selesai mandi mereka langsung mengenakan pakaian baru minimal pakaian yang terbaik yang dimiliki, kira-kira pukul 6.30 WIB mereka langsung menuju masjid ataupun tanah lapang untuk mengikuti salat sunah Idul Fitri. Selesai salat mereka langsung pulang ke rumah masing-masing untuk saling bermaaf-maafan dan menikmati hidangan yang sudah tersedia bersama keluarga besar, luar biasa nikmatnya makan bersama keluarga.
Tidak begitu lama setelah selesai makan, para remaja khususnya anak bujang (pria remaja) dan anak-anak dengan pakaian barunya langsung bertebaran berkunjung ke rumah tetangga ataupun keluarga untuk bersilaturahim, prinsipnya yang lebih muda berkunjung kepada yang lebih tua untuk memohon maaf.
Kunjungan silaturahim ini mempunyai makna tersendiri bagi anak bujang karena mereka dapat bertemu dengan gadis-gadis di kala mereka menghidangkan kue dan makanan sehingga terjadi interaksi yang mungkin saja dapat berlanjut. Sedangkan untuk anak-anak mereka sangat senang karena biasanya tuan rumah yang dikunjungi akan memberi hadiah berupa uang.
Lebaran di kampung nuansa kekeluargaannya sangat kental, sangat berbeda dengan masyarakat kota. Di kota segala sesuatunya dibuat formal seperti acara 'Halal bi Halal' yang merupakan sarana silaturahim. Saling mengunjungi di hari Lebaran bagi masyarakat kota hanya dilakukan pada keluarga dekat seperti orang tua ataupun para atasan.
Alangkah indahnya jika suasana Lebaran di desa dapat kita terapkan di kota, tidak perlu semuanya diadopsi, tapi paling tidak saling mengunjungi sesama tetangga, yang sekarang ini sudah semakin langka.
*)
Ismail A Said adalah Presiden Direktur Dompet Dhuafa (nwk/nwk)
GRATIS kaos cantik dan voucher pulsa! ikuti sms berlangganannya, ktk REG DETIK kirim ke 3845 (Telkomsel, Indosat, Three) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).