Pidato Qaddafy di New York Telan Korban
Sabtu, 26/09/2009 12:21 WIB
Qaddafy (AFP)
New York -
Suara lantang Presiden Libya Muammar Qaddafy di Sidang Umum PBB di New York memakan korban. Sang korban tak lain adalah interpreter (penerjemah) Libya yang harus mengibarkan bendera putih karena tak sanggup menerjemahkan pidato Qaddafy yang berlangsung selama 1,5 jam.
Sang interpreter yang menerjemahkan apa yang diucapkan Qaddafy ke dalam bahasa Inggris hanya bisa bertahan selama 75 menit sebelum akhirnya KO. "Saya tidak sanggup lagi," ujarnya seperti yang dilansir AFP dari harian New York Post, Jumat (13/9/2009).
Untung saja kepala seksi seksi arab PBB Rasha Ajalyaqeen bertindak cepat. Ia langsung meneruskan tugas interpreter sampai selesai selama 20 menit.
"Interpreternya langsung kolaps," ujar salah seorang kawan korban.
"Ini pertama kalinya saya temukan selama 25 tahun," tambahnya.
Qaddafy bicara banyak hal, meskipun tidak selalu jelas. Sembari melambaikan copy Piagam PBB, dia mencaci apa yang disebutnya ketidakmerataan institusi dan mendesak bekas negara-negara kolonial membayar 7,77 triliun dolar untuk mereparasi negara-negara Afrika.
Qaddafy juga membela Taliban, mengutarakan pemikirannya tentang pembunuhan Presiden John F Kennedy pada 1963 dan juga bicara soal pandemi flu H1N1 alias flu babi yang bisa jadi merupakan senjata militer.
(gah/nik)
Sang interpreter yang menerjemahkan apa yang diucapkan Qaddafy ke dalam bahasa Inggris hanya bisa bertahan selama 75 menit sebelum akhirnya KO. "Saya tidak sanggup lagi," ujarnya seperti yang dilansir AFP dari harian New York Post, Jumat (13/9/2009).
Untung saja kepala seksi seksi arab PBB Rasha Ajalyaqeen bertindak cepat. Ia langsung meneruskan tugas interpreter sampai selesai selama 20 menit.
"Interpreternya langsung kolaps," ujar salah seorang kawan korban.
"Ini pertama kalinya saya temukan selama 25 tahun," tambahnya.
Qaddafy bicara banyak hal, meskipun tidak selalu jelas. Sembari melambaikan copy Piagam PBB, dia mencaci apa yang disebutnya ketidakmerataan institusi dan mendesak bekas negara-negara kolonial membayar 7,77 triliun dolar untuk mereparasi negara-negara Afrika.
Qaddafy juga membela Taliban, mengutarakan pemikirannya tentang pembunuhan Presiden John F Kennedy pada 1963 dan juga bicara soal pandemi flu H1N1 alias flu babi yang bisa jadi merupakan senjata militer.
(gah/nik)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 23:14 WIB
KPUD Tutup Masa Penyerahan Bukti Dukungan Calon Independen Pilgub DKI
-
Minggu, 12/02/2012 22:11 WIB
Langkah-langkah Kemenkum HAM Dalam Perbaikan Sistem di Lapas dan Rutan
-
Minggu, 12/02/2012 21:25 WIB
Temui Ical, Mantan Panglima OPM Sampaikan Solusi Pembangunan Papua
-
Minggu, 12/02/2012 21:09 WIB
Bus TransJakarta Terbakar Akibat Korslet, Lalu-lintas Sarinah Padat
-
Minggu, 12/02/2012 20:33 WIB
Bus TransJakarta Terbakar di Depan Sarinah, Dua Penumpang Terluka
-
Minggu, 12/02/2012 18:17 WIB
Usai Razia Kendaraan, Dua Polisi di Bogor Dibacok 7 Pria
-
Minggu, 12/02/2012 19:04 WIB
Seorang 'Atapers' Tewas Terbentur Tiang Listrik di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 12/02/2012 17:20 WIB
Amir Copot Kakanwil Kemenkum Jakarta Hingga Karutan Cipinang
-
Minggu, 12/02/2012 20:33 WIB
Bus TransJakarta Terbakar di Depan Sarinah, Dua Penumpang Terluka
-
590 Komentar
-
496 Komentar
-
382 Komentar
-
198 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

