Kontroversi Film Miyabi
Tanpa Miyabi pun Praktek Amoral Sudah Marak
Senin, 28/09/2009 16:42 WIB
Jakarta -
"Ayo Miyabi Miyabi!" teriak seorang penjual video porno di kawasan Glodok, Jakarta
Barat, kepada beberapa pembeli yang mendatangi beberapa lapak VCD di lantai 2. Para pedagang VCD porno bajakan di Glodok mengakui, nama Miyabi sudah tidak asing lagi bagi para pedagang maupun penggemar video esek-esek.
"Penggemar film BF (blue film) Asia umumnya mencari VCD yang dibintangi Miyabi. Makanya kami punya stok banyak VCD Miyabi karena banyak penggemarnya di sini," jelas Anto, penjual VCD porno saat ditemui detikcom. Anto kemudian membeberkan beberapa judul VCD porno yang dibintangi Miyabi.
Sejauh ini setidaknya lebih dari 20 film telah dibintangi wanita berusia 23 tahun tersebut. Selain main di film porno, wanita blasteran Jepang-Kanada itu juga populer sebagai bintang iklan maupun kalender di Jepang. Miyabi sendiri sudah memulai debutnya di bintang film esek-esek sejak berusia 18 tahun.
Menurut Anto, video porno Miyabi, mulai populer di kalangan penggemar film porno di Indonesia sejak 2006. Sejak itu, perlahan-lahan ketenaran Miyabi menggusur nama
Asia Carrera, bintang film porno asal Jepang yang dikabarkan telah meninggal karena
AIDS.
"Para pembeli umumnya tertarik dengan Miyabi karena suka melihat wajahnya yang imut
dan gaya "mainnya" di film," ujarnya polos.
Pengakuan serupa juga dikatakan artis dan pemain sinetron Hengky Kurniawan. Menurutnya, wajah Maria Ozawa alias Miyabi yang imut menjadi daya tarik tersendiri. Karena kepincutnya Hengky dengan Miyabi, sampai-sampai ia mengoleksi belasan keping VCD porno yang dibintangi Miyabi.
"Wajahnya sangat oriental tapi tidak kelihatan sipitnya. Terus terang itu yang membuat saya tertarik dan menjadi penggemarnya," beber Hengky saat dihubungi detikcom.
Artis berwajah ganteng kelahiran 1982 tersebut juga mengaku berminat menjadi lawan main Miyabi jika ia benar-benar main film di Indonesia. Hengky pun mengaku rela dibayar apa adanya untuk bisa berakting bersama wanita pujaannya tersebut.
"Namanya juga penggemar Mas. Saat ini saja saya kepingin nonton film yang dibintangi Miyabi jika jadi digarap di sini. Apalagi bisa syuting bareng. Seneng banget rasanya," urainya.
Ruhut sitompol, politisi Partai Demokrat, yang juga sering main film juga mengatakan ketertarikannya kalau bisa berakting dengan Miyabi. "Wah menarik juga tuh bisa bermain dengan artis top," jawab Ruhut kepada detikcom.
Namun pria berkuncir yang pernah main di film "Maling Kutang" produksi Maxima Picture itu mengaku akan bermain film jika memang dihubungi Maxima. Karena setiap ia main film, pihak Production House (PH) yang memintanya.
"Saya main film kalau memang diminta. Kalau tidak yah tidak main. Karena saya memang
bukan seorang aktor sungguhan," kata caleg DPR RI terpilih tersebut. Popularitasnya yang tinggi di masyarakat Indonesia, khususnya pecinta film, menjadi alasan tersendiri bagi Maxima untuk membuat film yang dibintangi Miyabi. Sekalipun saat bertandang ke negeri Sakura, Odi Mulya, produser Maxima sempat ditawari bintang porno nomor wahid di negeri Matahari Terbit tersebut.
Pasalnya, di negara kelahirannya, Miyabi hanya menduduki pringkat 9. Wanita berusia 23 tahun tersebut popularitasnya sebagai artis porno masih jauh di bawah Sora Aoi, artis pemenang Adult Video Japan Award 2002.
"Seorang agen artis porno di Jepang sempat menawarkan kepada saya bintang porno peringkat 1 di Jepang untuk main di film yang akan kami garap. Tapi kami tetap pilih Miyabi karena di Indonesia namanya lebih populer dibanding artis Jepang yang lain, " ungkap Odi Mulya Hidayat, produser Maxima Picture.
Karena itu banyak kalangan masyarakat, termasuk para artis dan budayawan menyesalkan
larangan yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap kedatangan Miyabi ke Indonesia. Sebab Kedatangan Miyabi bukan bermain film porno melainkan film komedi.
"Larangan itu kayaknya tidak tepat. Sebab Miyabi datang ke Indonesia untuk main film
komedi bukan film porno. Kenapa harus dilarang?" tanya Hengky Kurniawan.
Pendapat senada dikatakan budayawan Butet Kertaradjasa. Menurutnya film yang akan
diperankan oleh Miyabi selagi tidak ada unsur pornografinya untuk apa dilarang. Lagi pula, lanjut Butet, masyarakat tidak bisa menolak kedatangan seseorang atas dasar persepsi atau predikat.
"Kalau semua negara berpatokan pada persepsi atau predikat, maka orang-orang Indonesia, termasuk SBY akan sulit ke luar negeri. Karena Indonesia punya predikat negara terkorup di dunia. Jadi akan ditolak oleh tokoh agama di sejumlah negara," tegas Butet.
Ia juga juga tidak setuju jika kehadiran Miyabi dikait-kaitkan dengan penjagaa moral dan akhlak masyarakat. Sebab tanpa kehadiran Miyabi praktek-praktek amoral di Indonesia sudah banyak terjadi.
"Tanpa kehadiran Miyabi moral masyarakat kita sudah banyak yang rusak. Jadi tidak tepat kalau melarang Miyabi datang dengan alasan menjaga moral dan nama baik bangsa, " tegas Butet.
(ddg/iy)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda



Barat, kepada beberapa pembeli yang mendatangi beberapa lapak VCD di lantai 2. Para pedagang VCD porno bajakan di Glodok mengakui, nama Miyabi sudah tidak asing lagi bagi para pedagang maupun penggemar video esek-esek.
"Penggemar film BF (blue film) Asia umumnya mencari VCD yang dibintangi Miyabi. Makanya kami punya stok banyak VCD Miyabi karena banyak penggemarnya di sini," jelas Anto, penjual VCD porno saat ditemui detikcom. Anto kemudian membeberkan beberapa judul VCD porno yang dibintangi Miyabi.
Sejauh ini setidaknya lebih dari 20 film telah dibintangi wanita berusia 23 tahun tersebut. Selain main di film porno, wanita blasteran Jepang-Kanada itu juga populer sebagai bintang iklan maupun kalender di Jepang. Miyabi sendiri sudah memulai debutnya di bintang film esek-esek sejak berusia 18 tahun.
Menurut Anto, video porno Miyabi, mulai populer di kalangan penggemar film porno di Indonesia sejak 2006. Sejak itu, perlahan-lahan ketenaran Miyabi menggusur nama
Asia Carrera, bintang film porno asal Jepang yang dikabarkan telah meninggal karena
AIDS.
"Para pembeli umumnya tertarik dengan Miyabi karena suka melihat wajahnya yang imut
dan gaya "mainnya" di film," ujarnya polos.
Pengakuan serupa juga dikatakan artis dan pemain sinetron Hengky Kurniawan. Menurutnya, wajah Maria Ozawa alias Miyabi yang imut menjadi daya tarik tersendiri. Karena kepincutnya Hengky dengan Miyabi, sampai-sampai ia mengoleksi belasan keping VCD porno yang dibintangi Miyabi.
"Wajahnya sangat oriental tapi tidak kelihatan sipitnya. Terus terang itu yang membuat saya tertarik dan menjadi penggemarnya," beber Hengky saat dihubungi detikcom.
Artis berwajah ganteng kelahiran 1982 tersebut juga mengaku berminat menjadi lawan main Miyabi jika ia benar-benar main film di Indonesia. Hengky pun mengaku rela dibayar apa adanya untuk bisa berakting bersama wanita pujaannya tersebut.
"Namanya juga penggemar Mas. Saat ini saja saya kepingin nonton film yang dibintangi Miyabi jika jadi digarap di sini. Apalagi bisa syuting bareng. Seneng banget rasanya," urainya.
Ruhut sitompol, politisi Partai Demokrat, yang juga sering main film juga mengatakan ketertarikannya kalau bisa berakting dengan Miyabi. "Wah menarik juga tuh bisa bermain dengan artis top," jawab Ruhut kepada detikcom.
Namun pria berkuncir yang pernah main di film "Maling Kutang" produksi Maxima Picture itu mengaku akan bermain film jika memang dihubungi Maxima. Karena setiap ia main film, pihak Production House (PH) yang memintanya.
"Saya main film kalau memang diminta. Kalau tidak yah tidak main. Karena saya memang
bukan seorang aktor sungguhan," kata caleg DPR RI terpilih tersebut. Popularitasnya yang tinggi di masyarakat Indonesia, khususnya pecinta film, menjadi alasan tersendiri bagi Maxima untuk membuat film yang dibintangi Miyabi. Sekalipun saat bertandang ke negeri Sakura, Odi Mulya, produser Maxima sempat ditawari bintang porno nomor wahid di negeri Matahari Terbit tersebut.
Pasalnya, di negara kelahirannya, Miyabi hanya menduduki pringkat 9. Wanita berusia 23 tahun tersebut popularitasnya sebagai artis porno masih jauh di bawah Sora Aoi, artis pemenang Adult Video Japan Award 2002.
"Seorang agen artis porno di Jepang sempat menawarkan kepada saya bintang porno peringkat 1 di Jepang untuk main di film yang akan kami garap. Tapi kami tetap pilih Miyabi karena di Indonesia namanya lebih populer dibanding artis Jepang yang lain, " ungkap Odi Mulya Hidayat, produser Maxima Picture.
Karena itu banyak kalangan masyarakat, termasuk para artis dan budayawan menyesalkan
larangan yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap kedatangan Miyabi ke Indonesia. Sebab Kedatangan Miyabi bukan bermain film porno melainkan film komedi.
"Larangan itu kayaknya tidak tepat. Sebab Miyabi datang ke Indonesia untuk main film
komedi bukan film porno. Kenapa harus dilarang?" tanya Hengky Kurniawan.
Pendapat senada dikatakan budayawan Butet Kertaradjasa. Menurutnya film yang akan
diperankan oleh Miyabi selagi tidak ada unsur pornografinya untuk apa dilarang. Lagi pula, lanjut Butet, masyarakat tidak bisa menolak kedatangan seseorang atas dasar persepsi atau predikat.
"Kalau semua negara berpatokan pada persepsi atau predikat, maka orang-orang Indonesia, termasuk SBY akan sulit ke luar negeri. Karena Indonesia punya predikat negara terkorup di dunia. Jadi akan ditolak oleh tokoh agama di sejumlah negara," tegas Butet.
Ia juga juga tidak setuju jika kehadiran Miyabi dikait-kaitkan dengan penjagaa moral dan akhlak masyarakat. Sebab tanpa kehadiran Miyabi praktek-praktek amoral di Indonesia sudah banyak terjadi.
"Tanpa kehadiran Miyabi moral masyarakat kita sudah banyak yang rusak. Jadi tidak tepat kalau melarang Miyabi datang dengan alasan menjaga moral dan nama baik bangsa, " tegas Butet.
(ddg/iy)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan KhususTerbaru
Indeks Laporan Khusus »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 10:22 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Menyeret Siapa?
-
Senin, 06/02/2012 10:19 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Siasat Judi Sponsor Miranda
-
Senin, 30/01/2012 09:47 WIB
Hantu Rp 500 M Proyek DPR (4)
Marzuki Alie: Silakan Proyek DPR Dibuka Semua
-
Kamis, 09/02/2012 20:31 WIB
Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
-
Kamis, 09/02/2012 15:49 WIB
Buruh di Jakarta Ancam Demo Besar-besaran, Foke: Buruh Harus Ngaca
-
Kamis, 09/02/2012 21:28 WIB
Tabrak Mobil Walikota Depok, Pemotor Tak Dipolisikan
-
Kamis, 09/02/2012 20:05 WIB
Perlawanan Rektor Kalah, Nama Susu Formula Berbakteri Harus Dibuka
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,408.000
- Rp 857.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

