323 Mahasiswa di Padang Asal Malaysia Terpaksa Mudik Akibat Gempa

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Jumat, 02/10/2009 15:28 WIB
Jakarta - Sebanyak 323 mahasiswa Malaysia di Sumatera Barat diterbangkan kembali ke negara asalnya menyusul gempa 7,6 SR yang mengguncang Padang. Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa Kedokteran dari Universitas Andalas. Mereka sempat mencoba bertahan hidup tanpa makanan selama 2 hari.

Demikian disampaikan oleh Direktur Departemen Pelajar Malaysia di Indonesia, Dr Junaidy Abu Bakar, seperti dilansir The Star, Jumat (2/10/2009).

Mereka dibawa dengan menggunakan pesawat militer Hercules C310 milik Angkatan Udara Malaysia (RMAF), Jumat pagi. Mereka berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau dengan menggunakan 4 unit pesawat RMAF. Kelompok pertama terdiri atas 182 mahasiswa berangkat pukul 05.05 pagi, sedangkan kelompok paling terakhir sebanyak 23 mahasiswa tiba pukul 08.40 pagi.

Mahasiswa yang telah kembali ke tanah airnya dapat bertemu dengan keluarga masing-masing. Bagi yang rumahnya jauh dari markas RMAF dan belum dijemput keluarganya, untuk sementara mereka menempati Universitas Putra Malaysia.

"Prioritas kami adalah untuk membawa mereka pulang ke rumah dengan selamat. Kami akan segera menghubungi pemerintah Indonesia untuk membicarakan pendidikan para siswa," ujar Deputi Direktur Departemen Pendidikan Tinggi, Prof Rujhan Mustafa.

Kepala Deputi Kedubes Malaysia di Jakarta, Amran Mohamed Zain, mengatakan Kedubes Malaysia telah berkoordinasi dengan Kuala lumpur mengenai peralatan yang dibutuhkan, seperti generator, persediaan makanan, obat-obatan, pakaian, selimut, dan bantuan lainnya yang akan dikirimkan bagi korban gempa.

Amran mengatakan petugasnya yang berada di Padang tengah mencari kemungkinan adanya warga Malaysia yang turut menjadi korban. Namun, sampai sekarang belum ada laporan warga Malaysia yang tewas akibat tragedi ini. Sementara itu, dua mahasiswa mengalami luka-luka akibat gempa. Salah satunya Felicia Francesca (23), mengalami cedera tulang belakang dan dilaporkan sempat menderita amnesia.

Kedubes sendiri telah memperoleh 15 nama mahasiswa Malaysia yang masih ada di Sumatera Barat. Nama tersebut didapat dari keluarga yang menghubungi pihak kedubes. Amran mengimbau bagi keluarga yang masih mencari anaknya yang bersekolah di Padang, untuk menghubungi pihak kedubes.

(nvc/nrl)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini