Gempa Sumbar
Rumah Darurat Pertama Berhasil Dibangun dari Sisa Reruntuhan
Sabtu, 17/10/2009 02:50 WIB
Mak Uniang & rumahnya/Khairul Ikhwan
Padang -
Sebanyak 600 rumah darurat dibangun secara gotong-royong oleh para korban gempa di Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar). Pembangunannya memanfaatkan bahan baku bekas reruntuhan dan material tambahan.
Pada Jumat (16/10/2009), rumah pertama yang berhasil dibangun dengan memanfaatkan bahan baku bekas reruntuhan itu, sudah ditempati. Pengerjaannya melibatkan satu kelompok warga yang dibimbing tukang berpengalaman.
“Alhamdulillah, rumah den lah tagak baliak (Alhamdulillah rumah saya sudah berdiri kembali),” ujar Mak Uniang (50), yakni orang pertama yang rumahnya selesai dibangun.
Pembangunan rumah secara segera dengan memanfaatkan bekas reruntuhan rumah tersebut, digagas Al-Azhar Peduli Ummat, kerjasama dengan Masyarakat Muslim Banyumas (MMB) dan melibatkan tim sapu bersih puing bangunan dari Yayasan Klaten Peduli Umat (YKPU). Program tersebut dinamakan Rumah Bangkik Basamo.
Direktur Al-Azhar Peduli Ummat, Anwar Sani menyatakan, saat ini di Padang Pariaman, Rumah Bangkik Basamo tipe 30 mulai dikerjakan di Korong Tanjung Medan, Korong Padang Toboh, Kec. Ulakan Tapakis dan Korong Toboh Olo, Korong Toboh Baru, Kec. Sintuk Toboh Gadang.
“Proses pengerjaan rumah, melalui pendampingan. Satu kelompok masyarakat yang terdiri dari sepuluh keluarga, didampingi dua tukang dari MMB. Konstruksi rumah ini, memanfaatkan kayu dan atap yang masih bisa dipakai. Sementara, dinding gedhek bambu didatangkan dari Jawa. Semen, pasir, kekurangan atap seng dan paku kita yang menyiapkan,” kata Anwar Sani.
Pembangunan rumah, melibatkan peran partisipatif masyarakat melalui sistem gotong royong. Menurut Anwar, keterlibatan masyarakat korban gempa dalam pembangunan rumah sangat penting karena mereka akan memiliki kebanggaan tersendiri dari hasil buah kerjanya.
“Pembangunan rumah ini dengan cara pendampingan. Berat, tapi hasilnya cukup efektif dan maksimal. Alhamdulillah, program kami dapat tanggapan positif dari masyarakat, mereka tidak mau meratap dan berpangku tangan”, terang Anwar.
Selain rumah, Al-Azhar Peduli Ummat juga sedang menyiapkan pembangunan Surau Bangkik Basamo. Surau ini akan dikerjakan dalam waktu singkat dengan bahan kayu, atap seng, dinding tembok satu meter, dan dinding gedhek bambu. Luas bangunannya 6 x 8 meter.
Program recovery rumah dan tempat ibadah dari bahan yang ada di lokasi ini, telah teruji sebelumnya. MMB pernah membangun 50 mushola dan masjid, serta 1.000 unit rumah di Klaten dan Yogyakarta pasca gempa.
(rul/ape)
Pada Jumat (16/10/2009), rumah pertama yang berhasil dibangun dengan memanfaatkan bahan baku bekas reruntuhan itu, sudah ditempati. Pengerjaannya melibatkan satu kelompok warga yang dibimbing tukang berpengalaman.
“Alhamdulillah, rumah den lah tagak baliak (Alhamdulillah rumah saya sudah berdiri kembali),” ujar Mak Uniang (50), yakni orang pertama yang rumahnya selesai dibangun.
Pembangunan rumah secara segera dengan memanfaatkan bekas reruntuhan rumah tersebut, digagas Al-Azhar Peduli Ummat, kerjasama dengan Masyarakat Muslim Banyumas (MMB) dan melibatkan tim sapu bersih puing bangunan dari Yayasan Klaten Peduli Umat (YKPU). Program tersebut dinamakan Rumah Bangkik Basamo.
Direktur Al-Azhar Peduli Ummat, Anwar Sani menyatakan, saat ini di Padang Pariaman, Rumah Bangkik Basamo tipe 30 mulai dikerjakan di Korong Tanjung Medan, Korong Padang Toboh, Kec. Ulakan Tapakis dan Korong Toboh Olo, Korong Toboh Baru, Kec. Sintuk Toboh Gadang.
“Proses pengerjaan rumah, melalui pendampingan. Satu kelompok masyarakat yang terdiri dari sepuluh keluarga, didampingi dua tukang dari MMB. Konstruksi rumah ini, memanfaatkan kayu dan atap yang masih bisa dipakai. Sementara, dinding gedhek bambu didatangkan dari Jawa. Semen, pasir, kekurangan atap seng dan paku kita yang menyiapkan,” kata Anwar Sani.
Pembangunan rumah, melibatkan peran partisipatif masyarakat melalui sistem gotong royong. Menurut Anwar, keterlibatan masyarakat korban gempa dalam pembangunan rumah sangat penting karena mereka akan memiliki kebanggaan tersendiri dari hasil buah kerjanya.
“Pembangunan rumah ini dengan cara pendampingan. Berat, tapi hasilnya cukup efektif dan maksimal. Alhamdulillah, program kami dapat tanggapan positif dari masyarakat, mereka tidak mau meratap dan berpangku tangan”, terang Anwar.
Selain rumah, Al-Azhar Peduli Ummat juga sedang menyiapkan pembangunan Surau Bangkik Basamo. Surau ini akan dikerjakan dalam waktu singkat dengan bahan kayu, atap seng, dinding tembok satu meter, dan dinding gedhek bambu. Luas bangunannya 6 x 8 meter.
Program recovery rumah dan tempat ibadah dari bahan yang ada di lokasi ini, telah teruji sebelumnya. MMB pernah membangun 50 mushola dan masjid, serta 1.000 unit rumah di Klaten dan Yogyakarta pasca gempa.
(rul/ape)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Laporan dari Den Haag
Wartawan Rakyat Merdeka Tutup Usia di Belanda
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Jalur ke Arah Puncak dari Jakarta Ditutup untuk Kepentingan Evakuasi
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
Sabtu, 11/02/2012 00:05 WIB
Korban Luka Kecelakaan Cisarua 47 Orang, Semua Dirujuk ke RS PMI Bogor
-
Jumat, 10/02/2012 23:52 WIB
RS PMI Bogor Rawat 7 Korban Luka Kecelakaan Maut
-
Jumat, 10/02/2012 22:57 WIB
Kronologi Kecelakaan Bus Maut di Puncak Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
Jumat, 10/02/2012 21:30 WIB
Ini Dia Kendaraan yang Diseruduk Bus Karunia Bakti di Puncak
-
Jumat, 10/02/2012 23:13 WIB
Korban Tewas Kecelakaan Maut Bertambah Jadi 14 Orang
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

