Bali Minta Jatah Devisa Pariwisata Lebih dari 50%
Senin, 19/10/2009 19:23 WIB
dok detikcom
Denpasar -
Bali menyumbang devisa pariwisata ke negara sangat besar namun mendapatkan pembangian hanya setengahnya. Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta jatah pembangian devisa lebih dari 50 persen.
Pastika mengatakan Bali saat ini hanya menikmati sekitar 50% dari total devisa pariwisata yang disetor ke pusat. "Kami berharap bisa lebih dari itu," kata Pastika di sela-sela Serah Terima Jabatan Pimpinan Bank Indonesia (BI) Denpasar, di kantor BI Denpasar, jalan Tjokorda Agung Tresna, Denpasar, Senin (19/10/2009).
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Bali jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tahun 2008 mencapai 1,9 juta orang. Negara yang banyak menyumbang warganya berkunjung ke pulau dewata yaitu Jepang, Australia, Taiwan, Korea Selatan, China dan Malaysia. Jumlah totak wisatawan jika ditambah dengan kunjungan wisatawan domestik hampir mencapai lima juta orang.
Dari kunjungan wisatawan mancanegara, penghasilan Visa On Arrival (VOA) diperkirakan mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya.
Sementara itu, dalam membangun ekonomi Bali, Pastika berharap BI membantu dengan mendorong perbankan menyalurkan dana yang terkumpul dari simpanan masyarakat Bali.
Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono mengatakan di daerah lain mengalami hal yang sama yaitu kredit perbankan swasta dalam jumlah besar masih dikucurkan oleh kantor pusat.
Di Bali sendiri, pertumbuhan penyaluran kredit meningkat dari 53 persen pada 2007 menjadi 58 persen tahun 2008. Itu menunjukkan trend positif penyaluran dana masyarakat.
(gds/djo)
Pastika mengatakan Bali saat ini hanya menikmati sekitar 50% dari total devisa pariwisata yang disetor ke pusat. "Kami berharap bisa lebih dari itu," kata Pastika di sela-sela Serah Terima Jabatan Pimpinan Bank Indonesia (BI) Denpasar, di kantor BI Denpasar, jalan Tjokorda Agung Tresna, Denpasar, Senin (19/10/2009).
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Bali jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tahun 2008 mencapai 1,9 juta orang. Negara yang banyak menyumbang warganya berkunjung ke pulau dewata yaitu Jepang, Australia, Taiwan, Korea Selatan, China dan Malaysia. Jumlah totak wisatawan jika ditambah dengan kunjungan wisatawan domestik hampir mencapai lima juta orang.
Dari kunjungan wisatawan mancanegara, penghasilan Visa On Arrival (VOA) diperkirakan mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya.
Sementara itu, dalam membangun ekonomi Bali, Pastika berharap BI membantu dengan mendorong perbankan menyalurkan dana yang terkumpul dari simpanan masyarakat Bali.
Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono mengatakan di daerah lain mengalami hal yang sama yaitu kredit perbankan swasta dalam jumlah besar masih dikucurkan oleh kantor pusat.
Di Bali sendiri, pertumbuhan penyaluran kredit meningkat dari 53 persen pada 2007 menjadi 58 persen tahun 2008. Itu menunjukkan trend positif penyaluran dana masyarakat.
(gds/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 13/02/2012 04:22 WIB
Pabrik Plastik Terbakar di Cengkareng
-
Senin, 13/02/2012 03:56 WIB
Kecelakaan Bus di Jalur Ngawi-Madiun, 14 Orang Luka-Luka
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 01:37 WIB
Anggota Timwas Century: Rencana Beli Bank Mutiara Tidak Masuk Akal
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 04:26 WIB
2 Kecelakaan Terjadi di Ruas Tol Dalam Kota Jakarta
-
Senin, 13/02/2012 03:56 WIB
Kecelakaan Bus di Jalur Ngawi-Madiun, 14 Orang Luka-Luka
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
594 Komentar
-
502 Komentar
-
384 Komentar
-
209 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

