Survei LP3ES
Masyarakat Puas Kinerja Pemberantasan Korupsi SBY
Selasa, 20/10/2009 18:49 WIB
Jakarta -
Mayoritas masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam hal pemberantasan korupsi 5 tahun ke belakang. 70 Persen masyarakat puas terhadap kinerja SBY, sementara 57 persen puas terhadap kinerja institusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Demikian hasil survei yang dilakukan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) pada 14-15 Oktober 2009.
Survei dilakukan dengan metode wawancara melalui telepon rumah tangga terhadap 1.990 responden yang ditentukan secara acak sistematis (systematic random sampling). Ambang batas kesalahan (margin of error) dari survei diperkirakan +/- 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
"Mayoritas 78 persen masyarakat juga menilai kebijakan SBY selalu konsisten dalam mendukung pemberantasan korupsi," kata Kepala Divisi Penelitian LP3ES Fajar Nursahid dalam keterangan pers di kantor LP3ES, Slipi, Jakbar, Selasa (20/10/2009).
Sementara itu, di antara berbagai lembaga negara, masyarakat meyakini praktek korupsi paling banyak terjadi di BUMN (30 %) Selanjutnya adalah lembaga pengadilan (19 %).
"Meski demikian, cukup banyak responden yang tidak mampu memperkirakan lembaga negara yang paling korup yakni 20 persen," kata Fajar.
Publik, lanjut Fafar, juga ingin SBY perketat pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara dan perkuat kewenangan KPK. Penyediaan lapangan kerja dan penurunan harga sembako juga menjadi persoalan yang menurut publik masih jadi persoalan mendesak.
Untuk bidang kesehatan, pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin, penyediaan tenaga kesehatan lebih merata, dan penyediaan obat murah juga masih menjadi persoalan mendesak yang harus ditangani pemerintahan SBY-Boediono 2009-2014.
Fajar menambahkan, survei tidaklah mewakilkan pendapat masyarakat secara umum, tetapi mewakili masyarakat pengguna telepon di 33 Provinsi. Meski tidak bisa mengeksplorasi lebih lanjut soal alasan jawaban responden, menurut Fajar, pendapat pengguna telepon dinilai tepat untuk memberikan penilaian terhadap kebijakan-kebijakan publik.
"Kita bisa beri garansi valid dan sasih," pungkasnya.
(lrn/ken)
Demikian hasil survei yang dilakukan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) pada 14-15 Oktober 2009.
Survei dilakukan dengan metode wawancara melalui telepon rumah tangga terhadap 1.990 responden yang ditentukan secara acak sistematis (systematic random sampling). Ambang batas kesalahan (margin of error) dari survei diperkirakan +/- 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
"Mayoritas 78 persen masyarakat juga menilai kebijakan SBY selalu konsisten dalam mendukung pemberantasan korupsi," kata Kepala Divisi Penelitian LP3ES Fajar Nursahid dalam keterangan pers di kantor LP3ES, Slipi, Jakbar, Selasa (20/10/2009).
Sementara itu, di antara berbagai lembaga negara, masyarakat meyakini praktek korupsi paling banyak terjadi di BUMN (30 %) Selanjutnya adalah lembaga pengadilan (19 %).
"Meski demikian, cukup banyak responden yang tidak mampu memperkirakan lembaga negara yang paling korup yakni 20 persen," kata Fajar.
Publik, lanjut Fafar, juga ingin SBY perketat pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara dan perkuat kewenangan KPK. Penyediaan lapangan kerja dan penurunan harga sembako juga menjadi persoalan yang menurut publik masih jadi persoalan mendesak.
Untuk bidang kesehatan, pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin, penyediaan tenaga kesehatan lebih merata, dan penyediaan obat murah juga masih menjadi persoalan mendesak yang harus ditangani pemerintahan SBY-Boediono 2009-2014.
Fajar menambahkan, survei tidaklah mewakilkan pendapat masyarakat secara umum, tetapi mewakili masyarakat pengguna telepon di 33 Provinsi. Meski tidak bisa mengeksplorasi lebih lanjut soal alasan jawaban responden, menurut Fajar, pendapat pengguna telepon dinilai tepat untuk memberikan penilaian terhadap kebijakan-kebijakan publik.
"Kita bisa beri garansi valid dan sasih," pungkasnya.
(lrn/ken)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
439 Komentar
-
377 Komentar
-
348 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

