Rekayasa Kasus Pimpinan KPK
SBY Harus Bersikap Soal Dugaan Konspirasi
Selasa, 27/10/2009 10:06 WIB
Jakarta -
Presiden SBY diminta bersikap soal adanya dugaan rekayasa dalam kasus 2 wakil ketua KPK nonaktif Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Pihak-pihak yang terlibat dalam konspirasi harus ditindak.
"Tindakan Presiden sebelumnya yang membentuk Perpu dengan alasan 'kegentingan memaksa' harus disadari oleh Presiden sebagai 'kegentingan yang direkayasa'," kata peneliti Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK), Eryanto Nugroho, kepada detikcom, Selasa (27/10/2009).
Eryanto menegaskan, terungkapnya rekayasa kasus Chandra-Bibit merupakan ujian nyata bagi komitmen Presiden SBY dalam gerakan pemberantasan korupsi. Pernyataan SBY sebelumnya untuk bersikap netral, menjadi semakin tidak tepat dan perlu dipertanyakan.
Menurut Eryanto, jika pimpinan KPK yang memiliki posisi sangat khusus dalam penegakan hukum di Indonesia bisa dipermainkan dan dianiaya sedemikian rupa, bagaimana dengan masyarakat biasa. Oleh karena itu, ia menyarankan agar rekaman soal rekayasa tersebut dibongkar dan kasus Bibit-Chandra dihentikan.
"SP3 bagi Bibit-Chandra merupakan suatu keniscayaan. Polri harus kembali mengutamakan nama baik institusi yang profesional di atas kepentingan
sesaat individu beberapa oknum yang terlibat dalam konspirasi tersebut," tutupnya.
Transkrip rekaman yang beredar menyebutkan perbincangan orang yang suaranya mirip dengan Anggoro Widjojo dan adiknya, Anggodo, pejabat Kejagung berinisial W dan A, staf Kejaksaan berinisial I dan beberapa orang lainnya.
Rekaman itu menunjukkan adanya kedekatan hubungan antara oknum di Kejagung dengan buronan KPK.
Plt Ketua KPK Tumpak Hatorangan dalam jumpa pers Senin (26/10) malam menegaskan bahwa rekaman itu memang ada dan merupakan hasil penyelidikan kasus korupsi sistem komunikasi radio terpadu (SKRT) di Dephut dengan tersangka Anggoro Widjojo. Meski demikian dia menolak berkomentar saat ditanya apakah isi rekaman itu persis seperti yang beredar di media massa.
(mad/nrl)
"Tindakan Presiden sebelumnya yang membentuk Perpu dengan alasan 'kegentingan memaksa' harus disadari oleh Presiden sebagai 'kegentingan yang direkayasa'," kata peneliti Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK), Eryanto Nugroho, kepada detikcom, Selasa (27/10/2009).
Eryanto menegaskan, terungkapnya rekayasa kasus Chandra-Bibit merupakan ujian nyata bagi komitmen Presiden SBY dalam gerakan pemberantasan korupsi. Pernyataan SBY sebelumnya untuk bersikap netral, menjadi semakin tidak tepat dan perlu dipertanyakan.
Menurut Eryanto, jika pimpinan KPK yang memiliki posisi sangat khusus dalam penegakan hukum di Indonesia bisa dipermainkan dan dianiaya sedemikian rupa, bagaimana dengan masyarakat biasa. Oleh karena itu, ia menyarankan agar rekaman soal rekayasa tersebut dibongkar dan kasus Bibit-Chandra dihentikan.
"SP3 bagi Bibit-Chandra merupakan suatu keniscayaan. Polri harus kembali mengutamakan nama baik institusi yang profesional di atas kepentingan
sesaat individu beberapa oknum yang terlibat dalam konspirasi tersebut," tutupnya.
Transkrip rekaman yang beredar menyebutkan perbincangan orang yang suaranya mirip dengan Anggoro Widjojo dan adiknya, Anggodo, pejabat Kejagung berinisial W dan A, staf Kejaksaan berinisial I dan beberapa orang lainnya.
Rekaman itu menunjukkan adanya kedekatan hubungan antara oknum di Kejagung dengan buronan KPK.
Plt Ketua KPK Tumpak Hatorangan dalam jumpa pers Senin (26/10) malam menegaskan bahwa rekaman itu memang ada dan merupakan hasil penyelidikan kasus korupsi sistem komunikasi radio terpadu (SKRT) di Dephut dengan tersangka Anggoro Widjojo. Meski demikian dia menolak berkomentar saat ditanya apakah isi rekaman itu persis seperti yang beredar di media massa.
(mad/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 01:01 WIB
Bebaskan Terdakwa Korupsi Rp 27 M, Hati Nurani MA Dipertanyakan
-
Jumat, 10/02/2012 00:56 WIB
Kasus PPID, Danny Nawawi Disebut Catut Nama Menakertrans
-
Jumat, 10/02/2012 00:14 WIB
Polisi: Pembunuhan ABG di Kebayoran Baru Tidak Direncanakan
-
Jumat, 10/02/2012 00:08 WIB
Kakak Pembunuh ABG di Kebayoran Baru akan Dites Psikologi
-
Jumat, 10/02/2012 00:02 WIB
Diduga Depresi, Korban Kekerasan Ibu Angkat akan Dibawa ke Psikiater
-
Jumat, 10/02/2012 00:14 WIB
Polisi: Pembunuhan ABG di Kebayoran Baru Tidak Direncanakan
-
Kamis, 09/02/2012 15:49 WIB
Buruh di Jakarta Ancam Demo Besar-besaran, Foke: Buruh Harus Ngaca
-
Jumat, 10/02/2012 00:05 WIB
Awas! Pintu Koboi Dipasang, Atapers KRL Diminta Tobat
-
Kamis, 09/02/2012 20:31 WIB
Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 857.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

