Kunjungan Hillary di Pakistan Disambut Bom, 86 Orang Tewas
Rabu, 28/10/2009 19:32 WIB
Bom di Peshawar (AFP)
Peshawar -
Sebuah ledakan besar dari bom mobil meluluhlantakkan pasar yang sedang padat pengunjung di Peshawar, Pakistan. Dalam kejadian tersebut, sedikitnya 86 orang meregang nyawa, sementara ratusan lainnya luka-luka.
"Kita sudah menerima 86 jenazah, 213 orang terluka. Kami sekarang kekurangan darah (untuk transfusi)," ujar Kepala RS Lady Reading, Dokter Hamid, kepada AFP seperti yang dikutip detikcom, Rabu (28/10/2009).
Serangan tersebut terjadi sejam setelah Menlu AS Hillary Clinton mendarat di Pakistan. Mantan first lady itu datang untuk membahas kerjasama kedua negara dalam memerangi Taliban dan Al Qaeda.
Para dokter mengatakan, kebanyakan korban tewas adalah wanita dan anak-anak. Pada saat tragedi itu terjadi mereka sedang berbelanja di salah satu pasar besar di Peshawar itu.
Kekuatan ledakan yang terjadi benar-benar luar biasa. Api berkobar dari kendaraan, gedung juga terbakar dan runtuh, sementara udara sangat menyesakkan karena asap hitam hampir menyelimuti seluruh wilayah pasar.
"Banyak potongan tubuh orang-orang. Orang luka bakar. Banyak mayat. Mereka terluka," kata dokter Muslim Khan.
Hillary yang mendapat kabar serangan bom itu langsung angkat bicara. Secara tegas dia menyatakan dukungannya bagi Pakistan untuk menangani masalah tersebut.
"Kami akan memberikan bantuan yang Anda butuhkan. Amerika bersumpah akan mendukung Islamabad," kata Hillary.
(gah/rdf)
"Kita sudah menerima 86 jenazah, 213 orang terluka. Kami sekarang kekurangan darah (untuk transfusi)," ujar Kepala RS Lady Reading, Dokter Hamid, kepada AFP seperti yang dikutip detikcom, Rabu (28/10/2009).
Serangan tersebut terjadi sejam setelah Menlu AS Hillary Clinton mendarat di Pakistan. Mantan first lady itu datang untuk membahas kerjasama kedua negara dalam memerangi Taliban dan Al Qaeda.
Para dokter mengatakan, kebanyakan korban tewas adalah wanita dan anak-anak. Pada saat tragedi itu terjadi mereka sedang berbelanja di salah satu pasar besar di Peshawar itu.
Kekuatan ledakan yang terjadi benar-benar luar biasa. Api berkobar dari kendaraan, gedung juga terbakar dan runtuh, sementara udara sangat menyesakkan karena asap hitam hampir menyelimuti seluruh wilayah pasar.
"Banyak potongan tubuh orang-orang. Orang luka bakar. Banyak mayat. Mereka terluka," kata dokter Muslim Khan.
Hillary yang mendapat kabar serangan bom itu langsung angkat bicara. Secara tegas dia menyatakan dukungannya bagi Pakistan untuk menangani masalah tersebut.
"Kami akan memberikan bantuan yang Anda butuhkan. Amerika bersumpah akan mendukung Islamabad," kata Hillary.
(gah/rdf)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 13:28 WIB
Nazaruddin Pasrah Jadi Tersangka Kasus Pencucian Uang
-
Senin, 13/02/2012 13:28 WIB
Ortu Geng Cewek Bali Minta Maaf dan Janji Lebih Perhatian ke Anak
-
Senin, 13/02/2012 13:16 WIB
8 Kode Etik Hakim Dihapus MA, Peluang Antasari Azhar Bebas Tipis?
-
Senin, 13/02/2012 13:01 WIB
Mesin ATM BRI Pasar Pagi Madu Ditemukan di Bogor
-
Senin, 13/02/2012 12:49 WIB
Cuci Uang Beli Saham Garuda, Nazaruddin Terancam 20 Tahun Bui
-
Senin, 13/02/2012 10:29 WIB
Jenderal Tersodok Shinta Bachir
-
Senin, 13/02/2012 12:16 WIB
8 Poin Kode Etik Hakim Dibatalkan, MA Adili Dirinya Sendiri
-
Senin, 13/02/2012 11:45 WIB
Beli Saham Garuda Rp 300 M, Nazaruddin Putar Uang Wisma Atlet
-
Senin, 13/02/2012 11:23 WIB
Alasan MA Mencabut 8 Poin Kode Etik Hakim Terkait Kasus Antasari Azhar
-
639 Komentar
-
515 Komentar
-
425 Komentar
-
385 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

