
Selain Susno dan Ritonga, Penyidik yang Terlibat Harus Diberhentikan
Kamis, 05/11/2009 12:20 WIB
Foto: dok/detikcom
Jakarta -
Sosiolog Universitas Indonesia Imam B Prasojo berharap semua penyidik Kepolisian dan Kejagung yang terlibat dalam skandal Anggodo Widjojo harus diberhentikan. Jika tidak, para "maling" ini makin merusak citra penegakan hukum di Indonesia.
"Paling tidak sampai tingkatan yang terkait penyidikan harus diberhentikan. Kalau dilanjutin juga ya repot, orang ketahuan nyolong masih lanjut," kata Imam saat berbincang dengan detikcom melalui telepon, Kamis (5/11/2009).
Prioritas penyidik yang dicopot adalah yang namanya disebut dalam rekaman Anggodo. Sebab penyebutan nama mereka dalam rekaman telah mengurangi kepercayaan publik kepada Kepolisian dan Kejaksaan.
"Paling tidak ada indikasi suatu proses yang ketahuan publik. Proses yang menimbulkan deligitimasi terhadap kinerja mereka seperti sekarang ini," beber Imam.
Mekanisme pemberhentian bisa bermacam-macam. Menurut Imam, yang paling lazim di Indonesia adalah dipaksa mundur jika terlibat kasus berat seperti sekarang ini.
Kesempatan ini, menurut Imam, harus dioptimalkan oleh Presiden SBY sebagai kepala negara. SBY harus melakukan perubahan dalam tubuh dua lembaga hukum ini.
"Ini entry point untuk melakukan perubahan substansial di bidang hukum untuk menjadi lebih baik. Presiden kalau dia tidak ingin ditinggal sejarah harus berperan untuk perubahan," desak Imam.
(van/nrl)
"Paling tidak sampai tingkatan yang terkait penyidikan harus diberhentikan. Kalau dilanjutin juga ya repot, orang ketahuan nyolong masih lanjut," kata Imam saat berbincang dengan detikcom melalui telepon, Kamis (5/11/2009).
Prioritas penyidik yang dicopot adalah yang namanya disebut dalam rekaman Anggodo. Sebab penyebutan nama mereka dalam rekaman telah mengurangi kepercayaan publik kepada Kepolisian dan Kejaksaan.
"Paling tidak ada indikasi suatu proses yang ketahuan publik. Proses yang menimbulkan deligitimasi terhadap kinerja mereka seperti sekarang ini," beber Imam.
Mekanisme pemberhentian bisa bermacam-macam. Menurut Imam, yang paling lazim di Indonesia adalah dipaksa mundur jika terlibat kasus berat seperti sekarang ini.
Kesempatan ini, menurut Imam, harus dioptimalkan oleh Presiden SBY sebagai kepala negara. SBY harus melakukan perubahan dalam tubuh dua lembaga hukum ini.
"Ini entry point untuk melakukan perubahan substansial di bidang hukum untuk menjadi lebih baik. Presiden kalau dia tidak ingin ditinggal sejarah harus berperan untuk perubahan," desak Imam.
(van/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 14/02/2012 06:02 WIB
Kelebihan Muatan, Pick Up Terbalik di Tol Pondok Gede Timur
-
Selasa, 14/02/2012 05:43 WIB
Perkantoran Kemendagri Kalibata Terbakar, 14 Mobil Pemadam Meluncur
-
Selasa, 14/02/2012 05:02 WIB
8 Poin Kode Etik Dihapus MA, KY Harus Optimalkan Hak Sadap Telepon Hakim
-
Selasa, 14/02/2012 04:17 WIB
Dua Bayi Tanpa Dinding Perut Dirawat di RSUP Adam Malik Medan
-
Selasa, 14/02/2012 04:06 WIB
Pria Diduga Bandar Narkoba Terjaring Razia Kumpul Kebo di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 03:15 WIB
Hari Valentine, 5 Pasangan Kumpul Kebo Diciduk di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 04:06 WIB
Pria Diduga Bandar Narkoba Terjaring Razia Kumpul Kebo di Depok
-
Senin, 13/02/2012 22:45 WIB
Rosa 'Bernyanyi' Berbagai Macam Proyek Nazaruddin
-
Selasa, 14/02/2012 02:00 WIB
Wah! Gunung Dempo Diperkirakan Tambah Tinggi 23 Meter
-
614 Komentar
-
506 Komentar
-
452 Komentar
-
386 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 598.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

