SBY Tak Intervensi Penyidikan Kasus Bibit-Chandra
Kamis, 05/11/2009 19:56 WIB
Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hari ini mendengarkan pemaparan Kapolri dan Jaksa Agung terkait kasus dugaan kriminalisasi terhadap komisioner nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. SBY tetap menyatakan tidak ikut campur dalam kasus tersebut.
"Presiden tidak akan mempengaruhi," kata Menkum HAM Patrialis Akbar usai mengikuti rapat kabinet di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (5/11/2009).
Patrialis menjelaskan, Presiden SBY menghormati proses hukum yangs saat ini sedang berjalan. Apa pun yang akan diputuskan nanti diharapkan mampu memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.
"Karena itu proses hukum maka presiden menghargai karena ini kan negara hukum," kata pria yang pernah menjadi calon hakim Mahkamah Konstitusi tersebut.
Baik Kapolri, atau pun Jaksa Agung, imbuh Patrialis telah memberikan penjelasan yang gamblang disertai dengan data-data yang lengkap kepada Presiden SBY dan para menteri KIB II yang hadir. Bahkan, Kapolri menyatakan bersedia mempertanggungjawabkan kasus ini kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Bahkan Pak Kapolri bisa mempertanggungjawabkan tidak hanya pada manusia, tapi juga pada Yang Maha Kuasa," jelasnya.
Mengenai proses penyidikan yang saat inis edang dilakukan oleh kepolisian, lanjut Patrialis, semuanya sudah dalam koridor yang telah ditentukan.
"Mengenai proses penyidikan yang dilakukan kepolisian, itu sudah memenuhi prosedur hukum dengan pembuktian yang cukup," kunci politisi PAN ini menutup pembicaraan.
(anw/ndr)
"Presiden tidak akan mempengaruhi," kata Menkum HAM Patrialis Akbar usai mengikuti rapat kabinet di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (5/11/2009).
Patrialis menjelaskan, Presiden SBY menghormati proses hukum yangs saat ini sedang berjalan. Apa pun yang akan diputuskan nanti diharapkan mampu memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.
"Karena itu proses hukum maka presiden menghargai karena ini kan negara hukum," kata pria yang pernah menjadi calon hakim Mahkamah Konstitusi tersebut.
Baik Kapolri, atau pun Jaksa Agung, imbuh Patrialis telah memberikan penjelasan yang gamblang disertai dengan data-data yang lengkap kepada Presiden SBY dan para menteri KIB II yang hadir. Bahkan, Kapolri menyatakan bersedia mempertanggungjawabkan kasus ini kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Bahkan Pak Kapolri bisa mempertanggungjawabkan tidak hanya pada manusia, tapi juga pada Yang Maha Kuasa," jelasnya.
Mengenai proses penyidikan yang saat inis edang dilakukan oleh kepolisian, lanjut Patrialis, semuanya sudah dalam koridor yang telah ditentukan.
"Mengenai proses penyidikan yang dilakukan kepolisian, itu sudah memenuhi prosedur hukum dengan pembuktian yang cukup," kunci politisi PAN ini menutup pembicaraan.
(anw/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 01:37 WIB
Anggota Timwas Century: Rencana Beli Bank Mutiara Tidak Masuk Akal
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
Senin, 13/02/2012 00:25 WIB
Kemenkum HAM Siap Bantu Masa Pasca Rehabilitasi Pecandu Narkoba
-
Minggu, 12/02/2012 23:39 WIB
DPP Siap Laksanakan Rekomendasi DK Soal Kader PD yang Layak Dipecat
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Senin, 13/02/2012 01:37 WIB
Anggota Timwas Century: Rencana Beli Bank Mutiara Tidak Masuk Akal
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
594 Komentar
-
501 Komentar
-
384 Komentar
-
208 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

