Rekaman Kriminalisasi KPK
Kapolri Jelaskan Soal Sebutan Binatang
Jumat, 06/11/2009 01:52 WIB
Jakarta -
Di sela-sela pembebaran proses penyidikan Bibit-Chandra di hadapan Komisi III DPR, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) menyatakan pihaknya tidaklah hina seperti binatang. BHD pun diminta klarifikasi soal sebutan binatang itu.
BHD menjelaskan, sebutan binatang keluar dari mulut pejabat negara untuk menyebut oknum Polri yang terkait dengan rekaman penyadapan.
"Dalam suatu pernyataan di TVOne, pejabat mengatakan disebut-sebut semua itu, dengan sebutan binatang. Karena di dalamnya ada anggota-anggota saya," kata BHD dalam rapat kerja jajaran Polri dengan Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jumat
(7/11/2009) pukul 00.00 WIB.
"Mungkin sebutan itu tidak tepat, kami ini manusia biasa. Kita ini makhluk Allah yang harus saling menghargai," kata BHD lirih.
BHD pun membacakan transkip pernyataan pejabat negara tersebut.
"Dianggap kayak bintang itu, pejabat-pejabat kita bisa diatur dan dibeli cukong kaya itu..bla..bla..menjijikkan, dibiayai dan lain-lain, ini pernyataan," ucap BHD merujuk transkip.
BHD mengaku miris mendengar sebutan binatang yang ditujukan untuk korps nya itu. "64 Tahun senior-senior kami membangun Polri. Kami mendapatkan amanah sedang melakukan perubahan di tubuh Polri. 2010 tidak ada lagi polisi aneh-aneh," ucap BHD.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Panda Nababan menyoroti secara khusus pernyataan kapolri yang merasa terhina tersebut.
"Ini tragedi, Republik Indonesia kapolrinya menjerit," kata Panda. (lrn/her)
BHD menjelaskan, sebutan binatang keluar dari mulut pejabat negara untuk menyebut oknum Polri yang terkait dengan rekaman penyadapan.
"Dalam suatu pernyataan di TVOne, pejabat mengatakan disebut-sebut semua itu, dengan sebutan binatang. Karena di dalamnya ada anggota-anggota saya," kata BHD dalam rapat kerja jajaran Polri dengan Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jumat
(7/11/2009) pukul 00.00 WIB.
"Mungkin sebutan itu tidak tepat, kami ini manusia biasa. Kita ini makhluk Allah yang harus saling menghargai," kata BHD lirih.
BHD pun membacakan transkip pernyataan pejabat negara tersebut.
"Dianggap kayak bintang itu, pejabat-pejabat kita bisa diatur dan dibeli cukong kaya itu..bla..bla..menjijikkan, dibiayai dan lain-lain, ini pernyataan," ucap BHD merujuk transkip.
BHD mengaku miris mendengar sebutan binatang yang ditujukan untuk korps nya itu. "64 Tahun senior-senior kami membangun Polri. Kami mendapatkan amanah sedang melakukan perubahan di tubuh Polri. 2010 tidak ada lagi polisi aneh-aneh," ucap BHD.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Panda Nababan menyoroti secara khusus pernyataan kapolri yang merasa terhina tersebut.
"Ini tragedi, Republik Indonesia kapolrinya menjerit," kata Panda. (lrn/her)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 06:13 WIB
Kenali Kondisi Bus, Pengemudi Harus Kuasai Kemampuan Montir
-
Minggu, 12/02/2012 05:40 WIB
Truk Tronton Terperosok Gorong-gorong di Jl Raya Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
444 Komentar
-
390 Komentar
-
357 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

