
BHD Bikin Publik Bingung, Pertemuan KPK, Kejaksaan & Polri Harus Digelar
Jumat, 06/11/2009 09:28 WIB
Jakarta -
Penjelasan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi III DPR membuat masyarakat bingung. Sebab sebelumnya masyarakat terlanjur percaya dan mendukung KPK, tapi BHD bisa memutarbalikkan apa yang terlanjur diamini selama ini.
"Setelah mendengar keterangan Kapolri semua jadi bingung. Siapa yang benar siapa yang salah, siapa yang jujur siapa yang bohong," ujar Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang saat berbincang dengan detikcom, Jumat (6/11/2009).
Menurutnya, itu merupakan hal yang wajar karena masyarakat hanya tahu sedikit dari masalah yang sangat kompleks ini sehingga mudah terbawa arus.
"Ini karena masyarakat tahu informasi hanya sedikit, jadi kalau ada fakta baru bingung mereka," tambah Sebastian.
Sebastian juga tidak menyalahkan Komisi III karena terkesan mendukung Polri padahal saat ini masyarakat tengah geram terhadap Korps Bhayangkara ini. Karena itu Komisi III harus bisa mempertemukan KPK, Kejaksaan dan Polri untuk mengklarifikasi masalah ini.
"Harus dipertemukan dan disiarkan ke publik, biarkan mereka menilai yang benar dan yang salah," tambahnya.
Sebelumnya dalam rekomendasi Raker semalam, Komisi III telah sepakat untuk menjembatani pertemuan antara KPK, Kejaksaan dan Polri, meskipun waktunya belum bisa dipastikan. "Kalau perlu Setjen DPR bayar agar disiarkan ke publik, jadi tidak tergantung media TV," katanya.
(her/nrl)
"Setelah mendengar keterangan Kapolri semua jadi bingung. Siapa yang benar siapa yang salah, siapa yang jujur siapa yang bohong," ujar Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang saat berbincang dengan detikcom, Jumat (6/11/2009).
Menurutnya, itu merupakan hal yang wajar karena masyarakat hanya tahu sedikit dari masalah yang sangat kompleks ini sehingga mudah terbawa arus.
"Ini karena masyarakat tahu informasi hanya sedikit, jadi kalau ada fakta baru bingung mereka," tambah Sebastian.
Sebastian juga tidak menyalahkan Komisi III karena terkesan mendukung Polri padahal saat ini masyarakat tengah geram terhadap Korps Bhayangkara ini. Karena itu Komisi III harus bisa mempertemukan KPK, Kejaksaan dan Polri untuk mengklarifikasi masalah ini.
"Harus dipertemukan dan disiarkan ke publik, biarkan mereka menilai yang benar dan yang salah," tambahnya.
Sebelumnya dalam rekomendasi Raker semalam, Komisi III telah sepakat untuk menjembatani pertemuan antara KPK, Kejaksaan dan Polri, meskipun waktunya belum bisa dipastikan. "Kalau perlu Setjen DPR bayar agar disiarkan ke publik, jadi tidak tergantung media TV," katanya.
(her/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 14/02/2012 06:23 WIB
Hakim Sebagai 'Wakil Tuhan', Sisa Konsep Kedaulatan Tuhan yang Tersisa
-
Selasa, 14/02/2012 06:02 WIB
Kelebihan Muatan, Pick Up Terbalik di Tol Pondok Gede Timur
-
Selasa, 14/02/2012 05:43 WIB
Perkantoran Kemendagri Kalibata Terbakar, 14 Mobil Pemadam Meluncur
-
Selasa, 14/02/2012 05:02 WIB
8 Poin Kode Etik Dihapus MA, KY Harus Optimalkan Hak Sadap Telepon Hakim
-
Selasa, 14/02/2012 04:17 WIB
Dua Bayi Tanpa Dinding Perut Dirawat di RSUP Adam Malik Medan
-
Selasa, 14/02/2012 03:15 WIB
Hari Valentine, 5 Pasangan Kumpul Kebo Diciduk di Depok
-
Senin, 13/02/2012 22:45 WIB
Rosa 'Bernyanyi' Berbagai Macam Proyek Nazaruddin
-
Selasa, 14/02/2012 04:06 WIB
Pria Diduga Bandar Narkoba Terjaring Razia Kumpul Kebo di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 02:00 WIB
Wah! Gunung Dempo Diperkirakan Tambah Tinggi 23 Meter
-
614 Komentar
-
506 Komentar
-
452 Komentar
-
386 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,404.000
- Rp 598.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

