
Pernyataan Kapolri Selalu Dibantah
Gundah Gulana, Kapolri Tak Saring Informasi dari Anak Buahnya
Sabtu, 07/11/2009 08:55 WIB
Jakarta -
Berbagai pernyataan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) terkait kasus Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah selalu dibantah dan terbantahkan. Diduga karena gundah gulana, BHD tidak mampu menyaring dengan benar informasi yang diberikan oleh anak buahnya.
"Saya tengarai, di antara pejabat teras Polri ada yang berniat membantu Kapolri dengan memberikan informasi. Namun informasi yang diberikan masih mentah tanpa pengolahan intelijen yang akurat. Pimpinan yang lagi gundah gulana menerima informasi itu tanpa check and recheck," kata pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/11/2009).
Bambang menerangkan, biasanya di Kepolisian jika ada pimpinan mengalami kesulitan, staf terasnya akan membantu. Demikian halnya yang terjadi dengan kasus Bibit-Chandra ini. Karena BHD tampak resah, anak buahnya pun turut membantu mencarikan informasi.
"Padahal mungkin informasi yang dicari itu bukan bidangnya. Dalam kondisi gundah, Kapolri menerima saja informasi itu tanpa diolah dsecara benar. Padahal data itu tidak ada kaitan langsung dengan kasusnya," kata Bambang.
Lebih jauh Bambang menduga, di tubuh Polri sendiri mungkin tidak satu suara terkait kasus Bibit-Chandra ini. Ada sementara petinggi yang mendukung BHD dan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji, ada yang prihatin dengan konflik yang terjadi antara Polri dengan KPK ini, dan ada yang hanya bersikap menunggu perkembangan.
Karena perbedaan itu, pengorganisasian di lingkungan Polri jadi kacau. Koordinasi tidak dilakukan dengan baik sehingga informasi yang dikumpulkan oleh masing-masing bagian tidak diolah menjadi data yang lengkap.
"Padahal Kapolri punya banyak intelijen, tapi tidak ada koodinasi sistemik. Semua jalan sendiri-sendiri. Kasihan Kapolrinya, mungkin dia terlalu mempercayai beberapa pihak, padahal ada yanga mendukung dan ada yang tidak," kata Bambang.
Berbagai pernyataan Kapolri telah dibantah oleh pihak-pihak terkait. Misalnya, dalam Raker dengan Komisi III DPR, Kamis hingga Jumat dini hari (5-6/11/2099), Kapolri menyampaikan kecurigaannya bahwa KPK tidak menindaklanjuti temuan bukti aliran dana ke mantan Menhut MS Kaban dari PT Masaro Radiokom.
Salah satu dugaan Kapolri, hal itu disebabkan Wakil Ketua Pimpinan KPK Chandra M Hamzah punya kedekatan dengan MS Kaban. Kedekatan ini berkaitan dengan almarhum Nurcholis Madjid (Cak Nur).
Berdasarkan informasi yang didapatkan detikcom, Kapolri menduga Chandra memiliki utang jasa terhadap Kaban karena diperkenalkan dengan Nadia Madjid, putri Cak Nur. Lewat Kaban, akhirnya Chandra pun menikahi Nadia pada 1994 silam, meski akhirnya kedua pasangan ini bercerai. Dengan cerita inilah, Kapolri menduga Chandra tidak memproses kasus Kaban itu.
Namun hal ini dibantah oleh istri Cak Nur, Omi Komaria. Menurut Omi, Cak Nur tidak kenal dengan Kaban. Omi mengaku sedih almarhum suaminya dikait-kaitkan dengan persoalan ini. "Saya sedih mendengar berita tentang Kapolri yang menyabut nama Cak Nur dan Nadia," kata Omi.
Sahabat Cak Nur, Utomo Dananjaya, juga membantah kedekatan Kaban dengan Chandra. Menurutnya, Kaban dan Chandra adalah generasi yang berbeda karena Kaban jauh lebih tua dari Chandra. Mereka juga tidak berteman.
Selain itu, Kaban adalah alumni dari Universitas Jayabaya, sedangkan Chandra berasal dari Universitas Indonesia (UI) dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.
"Juga aliran kelompok politiknya sangat jauh. Sangat tidak mungkin apalagi diumumkan oleh Kapolri mereka sangat dekat. Apalagi Chandra bertemu Nadia (putri Cak Nur) di BEM UI sebelum menikah," jelas Utomo yang bersama-sama Cak Nur membangun Universitas Paramadina ini.
MS Kaban yang dikonfirmasi juga membantah memiliki kedekatan khusus dengan Chandra M Hamzah. Menurutnya, kedekatannya dengan Chandra hanya karena sama-sama mantan aktivis HMI. "Mengenai kedekatan saya dan Chandra hanya sama-sama mantan aktivis HMI," kata Kaban. (sho/sho)
"Saya tengarai, di antara pejabat teras Polri ada yang berniat membantu Kapolri dengan memberikan informasi. Namun informasi yang diberikan masih mentah tanpa pengolahan intelijen yang akurat. Pimpinan yang lagi gundah gulana menerima informasi itu tanpa check and recheck," kata pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/11/2009).
Bambang menerangkan, biasanya di Kepolisian jika ada pimpinan mengalami kesulitan, staf terasnya akan membantu. Demikian halnya yang terjadi dengan kasus Bibit-Chandra ini. Karena BHD tampak resah, anak buahnya pun turut membantu mencarikan informasi.
"Padahal mungkin informasi yang dicari itu bukan bidangnya. Dalam kondisi gundah, Kapolri menerima saja informasi itu tanpa diolah dsecara benar. Padahal data itu tidak ada kaitan langsung dengan kasusnya," kata Bambang.
Lebih jauh Bambang menduga, di tubuh Polri sendiri mungkin tidak satu suara terkait kasus Bibit-Chandra ini. Ada sementara petinggi yang mendukung BHD dan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji, ada yang prihatin dengan konflik yang terjadi antara Polri dengan KPK ini, dan ada yang hanya bersikap menunggu perkembangan.
Karena perbedaan itu, pengorganisasian di lingkungan Polri jadi kacau. Koordinasi tidak dilakukan dengan baik sehingga informasi yang dikumpulkan oleh masing-masing bagian tidak diolah menjadi data yang lengkap.
"Padahal Kapolri punya banyak intelijen, tapi tidak ada koodinasi sistemik. Semua jalan sendiri-sendiri. Kasihan Kapolrinya, mungkin dia terlalu mempercayai beberapa pihak, padahal ada yanga mendukung dan ada yang tidak," kata Bambang.
Berbagai pernyataan Kapolri telah dibantah oleh pihak-pihak terkait. Misalnya, dalam Raker dengan Komisi III DPR, Kamis hingga Jumat dini hari (5-6/11/2099), Kapolri menyampaikan kecurigaannya bahwa KPK tidak menindaklanjuti temuan bukti aliran dana ke mantan Menhut MS Kaban dari PT Masaro Radiokom.
Salah satu dugaan Kapolri, hal itu disebabkan Wakil Ketua Pimpinan KPK Chandra M Hamzah punya kedekatan dengan MS Kaban. Kedekatan ini berkaitan dengan almarhum Nurcholis Madjid (Cak Nur).
Berdasarkan informasi yang didapatkan detikcom, Kapolri menduga Chandra memiliki utang jasa terhadap Kaban karena diperkenalkan dengan Nadia Madjid, putri Cak Nur. Lewat Kaban, akhirnya Chandra pun menikahi Nadia pada 1994 silam, meski akhirnya kedua pasangan ini bercerai. Dengan cerita inilah, Kapolri menduga Chandra tidak memproses kasus Kaban itu.
Namun hal ini dibantah oleh istri Cak Nur, Omi Komaria. Menurut Omi, Cak Nur tidak kenal dengan Kaban. Omi mengaku sedih almarhum suaminya dikait-kaitkan dengan persoalan ini. "Saya sedih mendengar berita tentang Kapolri yang menyabut nama Cak Nur dan Nadia," kata Omi.
Sahabat Cak Nur, Utomo Dananjaya, juga membantah kedekatan Kaban dengan Chandra. Menurutnya, Kaban dan Chandra adalah generasi yang berbeda karena Kaban jauh lebih tua dari Chandra. Mereka juga tidak berteman.
Selain itu, Kaban adalah alumni dari Universitas Jayabaya, sedangkan Chandra berasal dari Universitas Indonesia (UI) dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.
"Juga aliran kelompok politiknya sangat jauh. Sangat tidak mungkin apalagi diumumkan oleh Kapolri mereka sangat dekat. Apalagi Chandra bertemu Nadia (putri Cak Nur) di BEM UI sebelum menikah," jelas Utomo yang bersama-sama Cak Nur membangun Universitas Paramadina ini.
MS Kaban yang dikonfirmasi juga membantah memiliki kedekatan khusus dengan Chandra M Hamzah. Menurutnya, kedekatannya dengan Chandra hanya karena sama-sama mantan aktivis HMI. "Mengenai kedekatan saya dan Chandra hanya sama-sama mantan aktivis HMI," kata Kaban. (sho/sho)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 14/02/2012 04:06 WIB
Pria Diduga Bandar Narkoba Terjaring Razia Kumpul Kebo di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 03:15 WIB
Hari Valentine, 5 Pasangan Kumpul Kebo Diciduk di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 02:00 WIB
Wah! Gunung Dempo Diperkirakan Tambah Tinggi 23 Meter
-
Selasa, 14/02/2012 01:49 WIB
Brak! KIA Tabrak Tiang Listrik di Ciputat, Korban Terjepit
-
Selasa, 14/02/2012 01:30 WIB
Revisi UU Teroris Dipresentasikan di Australia
-
Selasa, 14/02/2012 03:15 WIB
Hari Valentine, 5 Pasangan Kumpul Kebo Diciduk di Depok
-
Senin, 13/02/2012 22:45 WIB
Rosa 'Bernyanyi' Berbagai Macam Proyek Nazaruddin
-
Selasa, 14/02/2012 03:05 WIB
Wow! Ada Sendok Seberat 2 Kg di Inggris
-
Selasa, 14/02/2012 02:00 WIB
Wah! Gunung Dempo Diperkirakan Tambah Tinggi 23 Meter
-
613 Komentar
-
505 Komentar
-
451 Komentar
-
386 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,404.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

