Jejak Rasul di Arab Saudi
Jabal Nur, Gunung Kesabaran Seorang Nabi
Minggu, 08/11/2009 04:38 WIB
Foto: M.Rizal/detikcom
Jakarta -
"Iqra, Bismirrobbikalladi Kholaq. Kholakol Insaana Min 'Alaq. Iqro Warobbukal 'Akrom. Alladi 'Alama Bilkolam..." begitulah sejumlah ayat Surat Al-Alaq yang tertulis di sejumlah batu besar di Jabal Nur (Gunung Cahaya), Makkah.
Di tempat itulah para jamaah calon haji berziarah ke Gua Hira di puncak gunung tertinggi di dataran Makkah.
Para peziarah yang merupakan jamaah calon haji berasal dari Turki, Pakistan,
Bangladesh, India, Irak, China, termasuk dari Indonesia berlomba-lomba mendaki jalan setapak, berumpak dan meliuk-liuk sepanjang satu kilometer lebih. Jamaah yang rata-rata berusia lanjut itu pun tidak mau kalah dengan usianya, terengah-engah dan berpeluh berupaya mencapai puncak gunung menuju Gua Hira.
Begitu juga yang dilakukan empat orang wartawan, termasuk detikcom dan staf
Departemen Agama yang tergabung dalam Tim Media Center Haji PPIH Arab Saudi,
Sabtu (7/11/2009) dini.
"Silakan teman-teman naik ke atas. Mohon maaf, bukan saya mengajari, tolong jangan ada pikiran atau keinginan macam-macam, iklas dan ridho saja. Kalau ada keinginan macam-macam, nanti cuma capai saja hasilnya," kata Syamsul alias Hamdan Bakir, sopir Tim MCH PPIH dalam pesannya, ketika rombongan akan menaiki Jabal Nur sekitar pukul 01.00 waktu setempat.
Malam itu memang diterangi sinar bulan, tapi rombongan berjalan cukup berhati-hati karena jalur pendakian yang terjal. Beberapa kali rombongan sempat berhenti.
"Jangan dipaksakan, istirahat dulu, nanti juga sampai," ujar Maha Eka Swasta, fotografer senior Antara dan Ferimeldi, Kepala Seksi Tim MCH Daker Makkah-PPIH ini.
Dalam perjalanan mendaki gunung yang nyaris tidak ada pepohonan itu, masing-masing terdengar masing-masing membaca sholawat, istigfar dan tahmid dan takbir. Baju kami pun akhirnya basah oleh keringat. Akhirnya kami tiba di puncak gunung yang tingginya 610 meter dari permukaan laut atau 281 dari permukaan tanah, sekitar satu jam kemudian.
Di atas, rombongan bertemu seseorang berbahasa Arab menunjukan letak Gua Hiro yang letaknya memang sangat curam dan dalam. "Subanallah, Alhamdulillah," kata Agung Izzulhaq, juga reporter senior TVOne itu.
Rombongan pun langsung sholat malam di sebuah ruangan sempit berukuran 60 Cm x 300 Cm secara bergantian. Sholawat dan doa-doa terus dipanjatkan hingga pagi hari. Di ruang inilah, sekitar 1.500 tahun lalu, Nabi Muhammad SAW kerap menyendiri dan menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril.
Momen itu merupakan penobatan Muhammad bin Abdullah sebagai Nabi Allah, yang
saat itu berusia 40 tahun 6 bulan 8 hari. Hampir semua peziarah yang datang ke tempat ini selalu mengagungkan Rasulullah SAW dengan bershalawat.
Tidak sedikit yang meneteskan air mata begitu memahami kenapa Rasulullah mau
mendaki gunung gersang dan tinggi seperti itu. Bahkan memuji begitu besarnya
kesabaran sang utusan Allah SWT dalam menghadapi kaumnya yang keras menentangnya, bahkan mengancam untuk membunuhnya.
"Gunung ini bukti kesabaran dan kezuhudan Rasulullah," ungkap salah seorang
rekan wartawan lainnya. Memang semua mengakui tingkat kesabaran, ketakwaan,
kezuhudan Rasullulah untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya.
Salah satu upaya kezuhudannya ini dibuktikan dengan menyediri dan bertafakur di Jabal Nur selama berbulan-bulan, sehingga mendapatkan derajat ke Rasulan. Hal ini juga seperti dikatakan Rasulullah, dalam Hadist Shahih Bukhori dan Muslim, ketika ditanya seseorang, "Manusia bagaimana yang paling utama, ya Rasul?"
Nabi menjawab, "Lelaki yang berjuang dengan jiwa dan hartanya di jalan Allah." Lalu lelaki itu bertanya lagi, "Kemudian siapa lagi?". Rasul menjawab, "Lelaki yang tinggal di sela-sela gunung untuk beribadah menyembah Tuhannya."
(zal/lrn)
Di tempat itulah para jamaah calon haji berziarah ke Gua Hira di puncak gunung tertinggi di dataran Makkah.
Para peziarah yang merupakan jamaah calon haji berasal dari Turki, Pakistan,
Bangladesh, India, Irak, China, termasuk dari Indonesia berlomba-lomba mendaki jalan setapak, berumpak dan meliuk-liuk sepanjang satu kilometer lebih. Jamaah yang rata-rata berusia lanjut itu pun tidak mau kalah dengan usianya, terengah-engah dan berpeluh berupaya mencapai puncak gunung menuju Gua Hira.
Begitu juga yang dilakukan empat orang wartawan, termasuk detikcom dan staf
Departemen Agama yang tergabung dalam Tim Media Center Haji PPIH Arab Saudi,
Sabtu (7/11/2009) dini.
"Silakan teman-teman naik ke atas. Mohon maaf, bukan saya mengajari, tolong jangan ada pikiran atau keinginan macam-macam, iklas dan ridho saja. Kalau ada keinginan macam-macam, nanti cuma capai saja hasilnya," kata Syamsul alias Hamdan Bakir, sopir Tim MCH PPIH dalam pesannya, ketika rombongan akan menaiki Jabal Nur sekitar pukul 01.00 waktu setempat.
Malam itu memang diterangi sinar bulan, tapi rombongan berjalan cukup berhati-hati karena jalur pendakian yang terjal. Beberapa kali rombongan sempat berhenti.
"Jangan dipaksakan, istirahat dulu, nanti juga sampai," ujar Maha Eka Swasta, fotografer senior Antara dan Ferimeldi, Kepala Seksi Tim MCH Daker Makkah-PPIH ini.
Dalam perjalanan mendaki gunung yang nyaris tidak ada pepohonan itu, masing-masing terdengar masing-masing membaca sholawat, istigfar dan tahmid dan takbir. Baju kami pun akhirnya basah oleh keringat. Akhirnya kami tiba di puncak gunung yang tingginya 610 meter dari permukaan laut atau 281 dari permukaan tanah, sekitar satu jam kemudian.
Di atas, rombongan bertemu seseorang berbahasa Arab menunjukan letak Gua Hiro yang letaknya memang sangat curam dan dalam. "Subanallah, Alhamdulillah," kata Agung Izzulhaq, juga reporter senior TVOne itu.
Rombongan pun langsung sholat malam di sebuah ruangan sempit berukuran 60 Cm x 300 Cm secara bergantian. Sholawat dan doa-doa terus dipanjatkan hingga pagi hari. Di ruang inilah, sekitar 1.500 tahun lalu, Nabi Muhammad SAW kerap menyendiri dan menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril.
Momen itu merupakan penobatan Muhammad bin Abdullah sebagai Nabi Allah, yang
saat itu berusia 40 tahun 6 bulan 8 hari. Hampir semua peziarah yang datang ke tempat ini selalu mengagungkan Rasulullah SAW dengan bershalawat.
Tidak sedikit yang meneteskan air mata begitu memahami kenapa Rasulullah mau
mendaki gunung gersang dan tinggi seperti itu. Bahkan memuji begitu besarnya
kesabaran sang utusan Allah SWT dalam menghadapi kaumnya yang keras menentangnya, bahkan mengancam untuk membunuhnya.
"Gunung ini bukti kesabaran dan kezuhudan Rasulullah," ungkap salah seorang
rekan wartawan lainnya. Memang semua mengakui tingkat kesabaran, ketakwaan,
kezuhudan Rasullulah untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya.
Salah satu upaya kezuhudannya ini dibuktikan dengan menyediri dan bertafakur di Jabal Nur selama berbulan-bulan, sehingga mendapatkan derajat ke Rasulan. Hal ini juga seperti dikatakan Rasulullah, dalam Hadist Shahih Bukhori dan Muslim, ketika ditanya seseorang, "Manusia bagaimana yang paling utama, ya Rasul?"
Nabi menjawab, "Lelaki yang berjuang dengan jiwa dan hartanya di jalan Allah." Lalu lelaki itu bertanya lagi, "Kemudian siapa lagi?". Rasul menjawab, "Lelaki yang tinggal di sela-sela gunung untuk beribadah menyembah Tuhannya."
(zal/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 23:14 WIB
KPUD Tutup Masa Penyerahan Bukti Dukungan Calon Independen Pilgub DKI
-
Minggu, 12/02/2012 22:11 WIB
Langkah-langkah Kemenkum HAM Dalam Perbaikan Sistem di Lapas dan Rutan
-
Minggu, 12/02/2012 21:25 WIB
Temui Ical, Mantan Panglima OPM Sampaikan Solusi Pembangunan Papua
-
Minggu, 12/02/2012 21:09 WIB
Bus TransJakarta Terbakar Akibat Korslet, Lalu-lintas Sarinah Padat
-
Minggu, 12/02/2012 20:33 WIB
Bus TransJakarta Terbakar di Depan Sarinah, Dua Penumpang Terluka
-
Minggu, 12/02/2012 18:17 WIB
Usai Razia Kendaraan, Dua Polisi di Bogor Dibacok 7 Pria
-
Minggu, 12/02/2012 19:04 WIB
Seorang 'Atapers' Tewas Terbentur Tiang Listrik di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 12/02/2012 17:20 WIB
Amir Copot Kakanwil Kemenkum Jakarta Hingga Karutan Cipinang
-
Minggu, 12/02/2012 20:33 WIB
Bus TransJakarta Terbakar di Depan Sarinah, Dua Penumpang Terluka
-
590 Komentar
-
496 Komentar
-
382 Komentar
-
231 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

