
Nurcholish Madjid Society Minta Kapolri Sampaikan Maaf
Minggu, 08/11/2009 08:05 WIB
Jakarta -
Pernyataan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri yang secara tidak langsung mengaitkan Nurcholish Madjid (Cak Nur) dengan dugaan korupsi dikecam oleh para pendukung tokoh pluralisme agama ini. Nurcholis Madjid Society (NCMS) meminta Kapolri menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya tersebut.
"Kami meminta Kapolri menyampaikan permohonan maaf, jelas itu pernyataan ngawur," kata anggota Dewan Ahli NCMS Yudi Latif saat dihubungi detikcom, Minggu (8/11/2009).
Dalam Raker dengan Komisi III DPR, Kamis hingga Jumat dini hari (5-6/11/2099), Kapolri mencurigai KPK tidak menindaklanjuti temuan bukti aliran dana ke MS Kaban dari PT Masaro Radiokom karena Pimpinan KPK nonaktif Chandra Hamzah punya kedekatan emosional dengan mantan Menhut itu.
Kaban, dikatakan Kapolri, pernah menjadi saksi nikah Chandra dengan putri dari seorang tokoh yang sangat dihormati, 'N'. Belakangan diketahui N yang disebut Kapolri adalah Nurcholish Madjid.
Menurut Yudi, pernyataan tersebut tidak berdasarkan fakta. Ia menjelaskan, Putri Cak Nur, Nadia Madjid menikah dengan Chandra Hamzah tahun 1994 dan tidak mengundang Kaban.
"Dikatakan CH punya utang budi Kaban karena difasilitasi perkawinannya. Itu spekulasi, bukan fakta. Bahkan Kaban tidak diundang karena Cak Nur tak mengenal Kaban," ujar Yudi.
Yudi menambahkan, polisi juga lupa pernihakan itu terjadi pada tahun 1994, saat Kaban belum siapa-siapa.
"Dia belum terkenal, jadi nggak mungkin Cak Nur mengudang Kaban yang tidak dikenal dan belum siapa-siapa pada zaman itu," tegasnya.
(lrn/lrn)
"Kami meminta Kapolri menyampaikan permohonan maaf, jelas itu pernyataan ngawur," kata anggota Dewan Ahli NCMS Yudi Latif saat dihubungi detikcom, Minggu (8/11/2009).
Dalam Raker dengan Komisi III DPR, Kamis hingga Jumat dini hari (5-6/11/2099), Kapolri mencurigai KPK tidak menindaklanjuti temuan bukti aliran dana ke MS Kaban dari PT Masaro Radiokom karena Pimpinan KPK nonaktif Chandra Hamzah punya kedekatan emosional dengan mantan Menhut itu.
Kaban, dikatakan Kapolri, pernah menjadi saksi nikah Chandra dengan putri dari seorang tokoh yang sangat dihormati, 'N'. Belakangan diketahui N yang disebut Kapolri adalah Nurcholish Madjid.
Menurut Yudi, pernyataan tersebut tidak berdasarkan fakta. Ia menjelaskan, Putri Cak Nur, Nadia Madjid menikah dengan Chandra Hamzah tahun 1994 dan tidak mengundang Kaban.
"Dikatakan CH punya utang budi Kaban karena difasilitasi perkawinannya. Itu spekulasi, bukan fakta. Bahkan Kaban tidak diundang karena Cak Nur tak mengenal Kaban," ujar Yudi.
Yudi menambahkan, polisi juga lupa pernihakan itu terjadi pada tahun 1994, saat Kaban belum siapa-siapa.
"Dia belum terkenal, jadi nggak mungkin Cak Nur mengudang Kaban yang tidak dikenal dan belum siapa-siapa pada zaman itu," tegasnya.
(lrn/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 22:09 WIB
Direktur Keuangan Elnusa Divonis 8 Tahun Penjara
-
Senin, 13/02/2012 22:00 WIB
SBY: Keluarga Ibu Ani Hanya Nasabah, Tak Terkait Kasus Century
-
Senin, 13/02/2012 21:59 WIB
Soal Penuntasan Kasus Munir, SBY Serahkan ke MA
-
Senin, 13/02/2012 21:45 WIB
SBY: Pemerintah Dukung Proses Hukum Century, Tak Bawa ke Politik
-
Senin, 13/02/2012 21:43 WIB
SBY: FPI Harus Bertanya Kenapa Bisa Ditolak di Kalteng?
-
Senin, 13/02/2012 17:42 WIB
Ditolak di Palangkaraya, FPI Polisikan Gubernur & Kapolda
-
Senin, 13/02/2012 20:26 WIB
Nazaruddin Dipecat Setelah SBY Marah
-
Senin, 13/02/2012 21:43 WIB
SBY: FPI Harus Bertanya Kenapa Bisa Ditolak di Kalteng?
-
Senin, 13/02/2012 16:54 WIB
Dikecam Soal Deportasi Penghina Nabi Muhammad, Malaysia Membela Diri
-
620 Komentar
-
519 Komentar
-
439 Komentar
-
388 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,404.000
- Rp 598.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

