
Antasari Pernah Tanyai Chandra Secara Langsung Soal Suap Masaro
Minggu, 08/11/2009 13:57 WIB
Foto: Andi Saputra/detikcom
Terkait
Jakarta -
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar pernah menanyai Wakil Ketua KPK (nonaktif) Chandra M Hamzah secara langsung perihal dugaan suap dari bos PT Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo. Saat itu, Chandra telah membantah keras.
"Pak Chandra sudah dikonfirmasi oleh Pak Antasari. Tapi Pak Chandra membantah," kata kuasa hukum Antasari, Ari Yusuf Amir, di sela-sela mendampingi kliennya saat diperiksa Tim 8 di Kantor Watimpres, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2009).
"Pak Antasari tidak pernah menyebut nama-nama, karena masih sangat berhati-hati dalam kasus ini," kata pria yang mengenakan kemeja berwarna biru ini.
Dikatakan Ari, Antasari sebenarnya sudah lama mencurigai adanya suap dari Anggoro. Kecurigaan itu berawal ketika kliennya merasa penanganan kasus dugaan korupsi SKRT Departemen Kehutanan di KPK lamban. Ndilalah, Antasari mendapatkan masukan dari Eddy Sumarsono bahwa ada oknum KPK yang disuap oleh Anggoro.
Pria asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), itu kemudian melakukan penyelidikan secara diam-diam. Dia menemui Anggoro di Singapura untuk mengecek apakah betul pengusaha itu telah memberikan uang. Saat pertemuan terjadi, Antasari merekam seluruh pembicaraannya dengan Anggoro.
"Ucapannya pun direkam. Lalu rekaman itu diperdengarkan kepada pimpinan KPK yang lain, yakni Pak Haryono (Haryono Umar)," lanjut Ari.
Nah, saat investigasi yang dilakukan Antasari belum tuntas, mantan Kapuspenkum Kejaksaan Agung (Kejagung) itu keburu dicokok oleh Polda Metro Jaya. Antasari dinyatakan sebagai otak pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen.
Pada 11 Juni, penyidik menggeledah barang-barang milik Antasari di Kantor KPK. Mereka menemukan rekaman pengakuan Anggodo itu tersimpan di laptop Antasari. Penyidik lantas meminta pria berkumis tebal itu untuk membuat kronologi yang kemudian terkenal sebagai "Testimoni Ketua KPK Antasari Azhar".
"Pak Antasari buat laporan itu karena diminta Kepolisian, tidak secara dipaksa. Dan ini bukan upaya untuk mengganggu KPK," pungkasnya.
(irw/nrl)
"Pak Chandra sudah dikonfirmasi oleh Pak Antasari. Tapi Pak Chandra membantah," kata kuasa hukum Antasari, Ari Yusuf Amir, di sela-sela mendampingi kliennya saat diperiksa Tim 8 di Kantor Watimpres, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2009).
"Pak Antasari tidak pernah menyebut nama-nama, karena masih sangat berhati-hati dalam kasus ini," kata pria yang mengenakan kemeja berwarna biru ini.
Dikatakan Ari, Antasari sebenarnya sudah lama mencurigai adanya suap dari Anggoro. Kecurigaan itu berawal ketika kliennya merasa penanganan kasus dugaan korupsi SKRT Departemen Kehutanan di KPK lamban. Ndilalah, Antasari mendapatkan masukan dari Eddy Sumarsono bahwa ada oknum KPK yang disuap oleh Anggoro.
Pria asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), itu kemudian melakukan penyelidikan secara diam-diam. Dia menemui Anggoro di Singapura untuk mengecek apakah betul pengusaha itu telah memberikan uang. Saat pertemuan terjadi, Antasari merekam seluruh pembicaraannya dengan Anggoro.
"Ucapannya pun direkam. Lalu rekaman itu diperdengarkan kepada pimpinan KPK yang lain, yakni Pak Haryono (Haryono Umar)," lanjut Ari.
Nah, saat investigasi yang dilakukan Antasari belum tuntas, mantan Kapuspenkum Kejaksaan Agung (Kejagung) itu keburu dicokok oleh Polda Metro Jaya. Antasari dinyatakan sebagai otak pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen.
Pada 11 Juni, penyidik menggeledah barang-barang milik Antasari di Kantor KPK. Mereka menemukan rekaman pengakuan Anggodo itu tersimpan di laptop Antasari. Penyidik lantas meminta pria berkumis tebal itu untuk membuat kronologi yang kemudian terkenal sebagai "Testimoni Ketua KPK Antasari Azhar".
"Pak Antasari buat laporan itu karena diminta Kepolisian, tidak secara dipaksa. Dan ini bukan upaya untuk mengganggu KPK," pungkasnya.
(irw/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 14/02/2012 07:04 WIB
Dialog dengan Wartawan, SBY Ingin Sampaikan Semua Baik
-
Selasa, 14/02/2012 06:52 WIB
PK Ditolak, Antasari akan Bawa Kasusnya Mendunia
-
Selasa, 14/02/2012 06:23 WIB
Hakim Sebagai 'Wakil Tuhan', Sisa Konsep Kedaulatan Tuhan yang Tersisa
-
Selasa, 14/02/2012 06:02 WIB
Kelebihan Muatan, Pick Up Terbalik di Tol Pondok Gede Timur
-
Selasa, 14/02/2012 05:43 WIB
Perkantoran Kemendagri Kalibata Terbakar, 14 Mobil Pemadam Meluncur
-
Selasa, 14/02/2012 03:15 WIB
Hari Valentine, 5 Pasangan Kumpul Kebo Diciduk di Depok
-
Senin, 13/02/2012 20:47 WIB
Keluarga Nasrudin: Hanya Mukjizat yang Bisa Bebaskan Antasari
-
Selasa, 14/02/2012 06:52 WIB
PK Ditolak, Antasari akan Bawa Kasusnya Mendunia
-
Senin, 13/02/2012 22:45 WIB
Rosa 'Bernyanyi' Berbagai Macam Proyek Nazaruddin
-
614 Komentar
-
507 Komentar
-
452 Komentar
-
386 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 598.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

