
Amien Ingatkan Bahaya People Power Pada Perselisihan KPK-Polri
Minggu, 08/11/2009 15:10 WIB
Amien Rais (Foto: Samsul H/detikcom)
Jakarta -
Penyelesaian kasus pertikaian antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polisi yang terkesan berlarut-larut mengundang keprihatinan mantan Ketua MPR Amien Rais. Dia mengingatkan aksi massa besar-besaran atau "people power" bisa muncul sebagai dampak dari perselisihan tersebut.
Hal tersebut disampaikan Amin Rais saat menghadiri tabligh akbar dalam rangka seabad ormas Muhammadiyah di Gedung Bagawanta Bhari, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Minggu (8/11/2009). Menurutnya, people power bisa saja muncul sebagai bentuk ketidakpuasan masyarakat atas penyelesaian perselisihan tersebut.
"Satu hal yang saya ingatkan jangan sampai peselisihan ini menimbulkan trial by the press (penghakiman melalui media), karena kasihan proses hukumnya. Dan satu lagi, kalau sampai hal itu terjadi saya khawatir rakyat tak terkendali dan akan menjadikan bakar-bakaran ban terjadi lagi, saling lempar batu seperti tahun 98 terulang lagi," papar Amien.
Amien mengaku telah melihat sejumlah indikasi mengenai gejala people power itu. Di antaranya munculnya sejumlah pihak yang sebenarnya penjahat negara, namun dengan kekuatan yang dimilikinya seakan bertindak sebagai pahlawan.
"Sudah jelas terlihat siapa yang berlagak sebagai penegak hukum, tapi sebenarnya dia adalah mafioso yang menenggelamkan kebenaran dan keadilan," urai Amien.
Terkait dalang dari kisruh antara KPK dan Polri, meski enggan menyebut nama, Amin menduga adalah pihak yang menginginkan Indonesia kembali tenggelam di tengah upayanya bangkit ke arah yang lebih baik.
Ditanya mengenai keterlibatan kepentingan asing dalam perselisihan antara KPK dan Polri, Amin juga membenarkan kemungkinannya. Hal tersebut diindikasikan melalui terpecahnya konsentrasi Indonesia akibat menangani permasalahan tersebut.
"Anda juga mengetahui pastinya, akibat permasalahan ini kepercayaan investasi pasti akan menurun. Konsentrasi negara untuk menjadi produktif juga berkurang, yang ujungnya akan menjadikan negara kita yang mulai bangkit ini akan kembali tenggelam," tutur mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.
Lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Amanat nasional (PAN) tersebut meminta perselisihan antara KPK dan Polri dapat diselesaikan secara transparan. Pihak yang salah diberikan hukuman setimpal dengan tidak melihat kedudukan sebelumnya, sementara pihak yang benar dapat diberikan kebebasannya kembali.
(fat/irw)
Hal tersebut disampaikan Amin Rais saat menghadiri tabligh akbar dalam rangka seabad ormas Muhammadiyah di Gedung Bagawanta Bhari, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Minggu (8/11/2009). Menurutnya, people power bisa saja muncul sebagai bentuk ketidakpuasan masyarakat atas penyelesaian perselisihan tersebut.
"Satu hal yang saya ingatkan jangan sampai peselisihan ini menimbulkan trial by the press (penghakiman melalui media), karena kasihan proses hukumnya. Dan satu lagi, kalau sampai hal itu terjadi saya khawatir rakyat tak terkendali dan akan menjadikan bakar-bakaran ban terjadi lagi, saling lempar batu seperti tahun 98 terulang lagi," papar Amien.
Amien mengaku telah melihat sejumlah indikasi mengenai gejala people power itu. Di antaranya munculnya sejumlah pihak yang sebenarnya penjahat negara, namun dengan kekuatan yang dimilikinya seakan bertindak sebagai pahlawan.
"Sudah jelas terlihat siapa yang berlagak sebagai penegak hukum, tapi sebenarnya dia adalah mafioso yang menenggelamkan kebenaran dan keadilan," urai Amien.
Terkait dalang dari kisruh antara KPK dan Polri, meski enggan menyebut nama, Amin menduga adalah pihak yang menginginkan Indonesia kembali tenggelam di tengah upayanya bangkit ke arah yang lebih baik.
Ditanya mengenai keterlibatan kepentingan asing dalam perselisihan antara KPK dan Polri, Amin juga membenarkan kemungkinannya. Hal tersebut diindikasikan melalui terpecahnya konsentrasi Indonesia akibat menangani permasalahan tersebut.
"Anda juga mengetahui pastinya, akibat permasalahan ini kepercayaan investasi pasti akan menurun. Konsentrasi negara untuk menjadi produktif juga berkurang, yang ujungnya akan menjadikan negara kita yang mulai bangkit ini akan kembali tenggelam," tutur mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.
Lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Amanat nasional (PAN) tersebut meminta perselisihan antara KPK dan Polri dapat diselesaikan secara transparan. Pihak yang salah diberikan hukuman setimpal dengan tidak melihat kedudukan sebelumnya, sementara pihak yang benar dapat diberikan kebebasannya kembali.
(fat/irw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 14/02/2012 05:02 WIB
8 Poin Kode Etik Dihapus MA, KY Harus Optimalkan Hak Sadap Telepon Hakim
-
Selasa, 14/02/2012 04:17 WIB
Dua Bayi Tanpa Dinding Perut Dirawat di RSUP Adam Malik Medan
-
Selasa, 14/02/2012 04:06 WIB
Pria Diduga Bandar Narkoba Terjaring Razia Kumpul Kebo di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 03:15 WIB
Hari Valentine, 5 Pasangan Kumpul Kebo Diciduk di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 02:00 WIB
Wah! Gunung Dempo Diperkirakan Tambah Tinggi 23 Meter
-
Selasa, 14/02/2012 03:15 WIB
Hari Valentine, 5 Pasangan Kumpul Kebo Diciduk di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 04:06 WIB
Pria Diduga Bandar Narkoba Terjaring Razia Kumpul Kebo di Depok
-
Senin, 13/02/2012 22:45 WIB
Rosa 'Bernyanyi' Berbagai Macam Proyek Nazaruddin
-
Selasa, 14/02/2012 02:00 WIB
Wah! Gunung Dempo Diperkirakan Tambah Tinggi 23 Meter
-
614 Komentar
-
505 Komentar
-
452 Komentar
-
386 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 598.000
- Rp 1,404.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

