Catut Nama Cak Nur
Kompolnas Harus Tegur Kapolri
Minggu, 08/11/2009 17:22 WIB
Jakarta -
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) harus memberikan teguran kepada Kapolri Jenderal BHD atas pencatutan nama Nurcholish Madjid. Sebab spekulasi kasus dugaan suap Chandra Hamzah yang mengkait kepada Cak Nur dibangun berdasarkan data tidak akurat.
Demikian tegas Ray Rangkuti, wakil dari Nurcholish Madjid Society. Desakan disampaikannya dalam keterangan pers di kantor Yayasan Paramadina, Pondok Indah, Jakarta, Minggu (8/11/2009).
"Kompolnas kita minta menegur kapolri dan mendesak minta maaf, lembaga itu kan bertugas mengawasi institusinya," ujar dia.
Pernyataan Kapolri di hadapan Komisi III DPR yang mencatut nama Cak Nur muncul tentang spekulasi upaya Chandra Hamzah melindungi MS Ka'ban dari kasus dugaan suap Departemen Kehutanan karena ada utang budi. Kapolri menyebut MS Ka'ban yang perkenalan Chandra pada Nadia Madjid (putri Cak Nur) dan menjadi saksi pernikahan dua orang itu pada 1994 silam.
Namun kenyataannya MS Ka'ban bukan saksi pernikahan Chandra-Nadia dan tidak pula menjadi penghubung perkenalannya. Padahal rapat di Komisi III DPR merupakan forum resmi dan sudah seharusnya data yang disampaikan adalah data valid.
"Ini antitesis atas penyataaan Kapolri bahwa jajarannya bekerja profesional. Kapolri seharusnya menampung data secara berjenjang dan karenanya datanya valid, tetapi terbukti tidak. Ada suatu kecenderungan Kapolri dikendalikan oleh staf-nya dengan data salah," tambah Bima Arya Sugiarto.
(lh/nrl)
Demikian tegas Ray Rangkuti, wakil dari Nurcholish Madjid Society. Desakan disampaikannya dalam keterangan pers di kantor Yayasan Paramadina, Pondok Indah, Jakarta, Minggu (8/11/2009).
"Kompolnas kita minta menegur kapolri dan mendesak minta maaf, lembaga itu kan bertugas mengawasi institusinya," ujar dia.
Pernyataan Kapolri di hadapan Komisi III DPR yang mencatut nama Cak Nur muncul tentang spekulasi upaya Chandra Hamzah melindungi MS Ka'ban dari kasus dugaan suap Departemen Kehutanan karena ada utang budi. Kapolri menyebut MS Ka'ban yang perkenalan Chandra pada Nadia Madjid (putri Cak Nur) dan menjadi saksi pernikahan dua orang itu pada 1994 silam.
Namun kenyataannya MS Ka'ban bukan saksi pernikahan Chandra-Nadia dan tidak pula menjadi penghubung perkenalannya. Padahal rapat di Komisi III DPR merupakan forum resmi dan sudah seharusnya data yang disampaikan adalah data valid.
"Ini antitesis atas penyataaan Kapolri bahwa jajarannya bekerja profesional. Kapolri seharusnya menampung data secara berjenjang dan karenanya datanya valid, tetapi terbukti tidak. Ada suatu kecenderungan Kapolri dikendalikan oleh staf-nya dengan data salah," tambah Bima Arya Sugiarto.
(lh/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 19:04 WIB
Seorang 'Atapers' Tewas Terbentur Tiang Listrik di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 12/02/2012 18:24 WIB
Kakek Ditemukan Tewas Membusuk di Rusun Tanah Abang
-
Minggu, 12/02/2012 18:17 WIB
Usai Razia Kendaraan, Dua Polisi di Bogor Dibacok 7 Pria
-
Minggu, 12/02/2012 17:56 WIB
Investigasi Kecelakaan, KNKT Susuri Posisi Awal Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 17:53 WIB
Inilah 16 Korban Luka-luka Kecelakaan di KM 27 Tol Jagorawi
-
Minggu, 12/02/2012 18:17 WIB
Usai Razia Kendaraan, Dua Polisi di Bogor Dibacok 7 Pria
-
Minggu, 12/02/2012 17:20 WIB
Amir Copot Kakanwil Kemenkum Jakarta Hingga Karutan Cipinang
-
Minggu, 12/02/2012 17:33 WIB
Kunjungan Nasir Terkuak Berkat CCTV yang Tersambung di Ruang Menkum
-
Minggu, 12/02/2012 17:53 WIB
Inilah 16 Korban Luka-luka Kecelakaan di KM 27 Tol Jagorawi
-
581 Komentar
-
468 Komentar
-
378 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

