Kasus Bibit dan Chandra
Sering Dibuntuti, Ari Muladi Ngotot Minta Perlindungan
Senin, 09/11/2009 08:49 WIB
Jakarta -
Ari Muladi mulai merasa terancam keselamatannya. Dalam berbagai kesempatan, ada orang yang selalu menguntitnya. Untuk itu, ia ngotot meminta perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
"Kita akan kembali datang untuk meminta perlindungan pagi ini," kata salah satu pengacara Ari Muladi yang tergabung dalam Tim Pembela Suara Rakyat Antikriminalisasi, Dwi Ria Latifa, saat dihubungi lewat telepon, Senin (9/11/2009).
Menurut Dwi, timnya akan terus meminta perlindungan pada LPSK. Sebab keselamatan jiwa Ari perlu dijaga untuk kelangsungan penyidikan kasus.
"Banyak hal yang dialami dan tidak wajar setelah Pak Ari membuka semuanya," kata Dwi.
Rencananya, LPSK akan menggelar rapat pleno untuk membahas rencana perlindungan bagi Ari. Hasil keputusan akan disampaikan langsung pada Ari dan publik siang ini.
"Kita tunggu saja nanti," tutupnya.
Ari merupakan saksi kunci dalam kasus dugaan penyuapan terhadap pimpinan KPK. Ari mengaku diperintah oleh Anggodo Widjojo, adik buronan KPK Anggoro Widjojo, untuk menyerahkan sejumlah uang kepada pimpinan KPK.
Awalnya Ari dalam pemeriksaan mengaku telah menyerahkan uang tersebut langsung kepada pimpinan KPK. Namun belakangan keterangan tersebut dicabut dan mengaku kalau uang tidak serahkan secara langsung tetapi melalui perantara Yulianto. Yulianto sendiri masih misterius. (mad/nrl)
"Kita akan kembali datang untuk meminta perlindungan pagi ini," kata salah satu pengacara Ari Muladi yang tergabung dalam Tim Pembela Suara Rakyat Antikriminalisasi, Dwi Ria Latifa, saat dihubungi lewat telepon, Senin (9/11/2009).
Menurut Dwi, timnya akan terus meminta perlindungan pada LPSK. Sebab keselamatan jiwa Ari perlu dijaga untuk kelangsungan penyidikan kasus.
"Banyak hal yang dialami dan tidak wajar setelah Pak Ari membuka semuanya," kata Dwi.
Rencananya, LPSK akan menggelar rapat pleno untuk membahas rencana perlindungan bagi Ari. Hasil keputusan akan disampaikan langsung pada Ari dan publik siang ini.
"Kita tunggu saja nanti," tutupnya.
Ari merupakan saksi kunci dalam kasus dugaan penyuapan terhadap pimpinan KPK. Ari mengaku diperintah oleh Anggodo Widjojo, adik buronan KPK Anggoro Widjojo, untuk menyerahkan sejumlah uang kepada pimpinan KPK.
Awalnya Ari dalam pemeriksaan mengaku telah menyerahkan uang tersebut langsung kepada pimpinan KPK. Namun belakangan keterangan tersebut dicabut dan mengaku kalau uang tidak serahkan secara langsung tetapi melalui perantara Yulianto. Yulianto sendiri masih misterius. (mad/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Foto Lain
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
440 Komentar
-
380 Komentar
-
349 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

