Pencemaran Nama Baik
Polisi Segera Panggil Hartati Murdhaya dan Choel Mallarangeng
Senin, 09/11/2009 13:52 WIB
Jakarta -
Polda Metro Jaya mulai menyidik laporan pencemaran nama baik Ketua Walubi Hartati Murdhaya terkait berita isu perselingkuhan dengan Andi Zulkarnaen Mallarangeng (Choel). Polisi akan segera memanggil pihak-pihak terkait seperti Hartati, Choel dan Murdhaya Poo (suami Hartati).
Polisi telah memeriksa Ketua Dewan Pembina Generasi Muda Budha Indonesia (Gemabudhi), Lieus Sungkharismajames. Lieus diperiksa sebagai saksi pelapor, Senin (9/11/2009).
"Tadi penyidik bilang secepatnya akan memanggil Ibu Sri Hartati Murdhaya, Bapak Murdhaya Poo, Choel Mallarangeng, dan Kapolsek Menteng Kompol Khalidi," kata Lieus usai diperiksa polisi di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta.
Lieus menjelaskan kronologi munculnya berita miring soal Hartati hingga pelaporan ke Polda. Menurut Lies, isu perselingkuhan Hartati beredar pada Kamis 22 Oktober 2009. Dua hari kemudian, pada 24 Oktober, isu itu menjadi berita di Warta Kota meskipun disertai bantahan.
"Tanggal 26 saya lalu lapor ke sini. Karena ini sudah membuat resah di kalangan umat Budha, karena beliau itu adalah Ketua Walubi," ujar Lieus.
Masyarakat Budha makin resah sebab pemberitaan isu Hartati semakin meluas dan membuat perpecahan di kalangan umat Budha. "Di tabloid Cek and Ricek, ditulis kalau isu ini dikembangkan oleh kalangan umat Budha sendiri yang tidak suka oleh kesuksesan Hartati Murdhaya," ceritanya.
Selain melaporkan ke Polda, Lieus berencana juga akan melaporkan kasus ini ke Menteri Agama dan DPR. "Kenapa Menteri Agama? Karena ini menimbulkan keresahan di kalangan umat Budha dan ini serius. Sedangkan Pak Murdhaya Poo adalah anggota DPR sekaligus Ketua DPP PDIP.
"Ini kasus serius," tuturnya.
Ketika datang d Polda, Lieus juga turut membawa artikel dari Warta Kota yang menulis adanya berita miring tersebut yang dibantah oleh Murdhaya Poo. Namun dirinya tidak mengadukan media sebagai pelapor, tapi orang yang menghembuskan beredarnya ilmu miring tersebut.
"Saya tidak laporkan media. Media pasti punya narasumber. Nah, narasumbernya itu siapa yang membuat berita ini semakin tidak jelas. Ini harus diproses secara hukum," katanya.
Lieus mengaku melaporkan berita miring tersebut tanpa sepengetahuan Hartati. Lieus melaporkannya atas nama umat Budha yang merasa resah dengan beredarnya berita tersebut.
(amd/iy)
Polisi telah memeriksa Ketua Dewan Pembina Generasi Muda Budha Indonesia (Gemabudhi), Lieus Sungkharismajames. Lieus diperiksa sebagai saksi pelapor, Senin (9/11/2009).
"Tadi penyidik bilang secepatnya akan memanggil Ibu Sri Hartati Murdhaya, Bapak Murdhaya Poo, Choel Mallarangeng, dan Kapolsek Menteng Kompol Khalidi," kata Lieus usai diperiksa polisi di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta.
Lieus menjelaskan kronologi munculnya berita miring soal Hartati hingga pelaporan ke Polda. Menurut Lies, isu perselingkuhan Hartati beredar pada Kamis 22 Oktober 2009. Dua hari kemudian, pada 24 Oktober, isu itu menjadi berita di Warta Kota meskipun disertai bantahan.
"Tanggal 26 saya lalu lapor ke sini. Karena ini sudah membuat resah di kalangan umat Budha, karena beliau itu adalah Ketua Walubi," ujar Lieus.
Masyarakat Budha makin resah sebab pemberitaan isu Hartati semakin meluas dan membuat perpecahan di kalangan umat Budha. "Di tabloid Cek and Ricek, ditulis kalau isu ini dikembangkan oleh kalangan umat Budha sendiri yang tidak suka oleh kesuksesan Hartati Murdhaya," ceritanya.
Selain melaporkan ke Polda, Lieus berencana juga akan melaporkan kasus ini ke Menteri Agama dan DPR. "Kenapa Menteri Agama? Karena ini menimbulkan keresahan di kalangan umat Budha dan ini serius. Sedangkan Pak Murdhaya Poo adalah anggota DPR sekaligus Ketua DPP PDIP.
"Ini kasus serius," tuturnya.
Ketika datang d Polda, Lieus juga turut membawa artikel dari Warta Kota yang menulis adanya berita miring tersebut yang dibantah oleh Murdhaya Poo. Namun dirinya tidak mengadukan media sebagai pelapor, tapi orang yang menghembuskan beredarnya ilmu miring tersebut.
"Saya tidak laporkan media. Media pasti punya narasumber. Nah, narasumbernya itu siapa yang membuat berita ini semakin tidak jelas. Ini harus diproses secara hukum," katanya.
Lieus mengaku melaporkan berita miring tersebut tanpa sepengetahuan Hartati. Lieus melaporkannya atas nama umat Budha yang merasa resah dengan beredarnya berita tersebut.
(amd/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 17:42 WIB
Hari Raya Kuningan, Pura-Pura Besar di Bali Dipadati Warga
-
Sabtu, 11/02/2012 17:35 WIB
Korban: Sebelum Jatuh, Sopir Teriak Rem Blong
-
Sabtu, 11/02/2012 17:32 WIB
Lika-liku Pengejaran 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih
-
Sabtu, 11/02/2012 17:24 WIB
Alasan SBY Tunjuk TB Silalahi Jadi Dewan Kehormatan Demokrat
-
Sabtu, 11/02/2012 17:21 WIB
Dewan Kehormatan PD Surati DPP Soal Kader-kadernya yang Layak Dipecat
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 10:29 WIB
Miliki Payudara Alami Ukuran 30L, Wanita Inggris Merana
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
264 Komentar
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

