Kasus Chandra & Bibit
Forum Rektor: DPR Harus Junjung Tinggi Moralitas
Senin, 09/11/2009 15:40 WIB
Jakarta -
Forum Rektor Indonesia (FRI) melancarkan kritikan kepada wakil rakyat di Senayan. Meski tergabung dalam koalisi besar, hendaknya DPR tidak menurunkan sikap kritisnya. Misalnya dalam kasus Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto.
"Keputusan terkait kebijakan publik jangan sampai diatur oleh segelintir elit, cukong, dan makelar kasus (markus). DPR harus menjunjung tinggi moralitas," kata Ketua Forum Rektor, Edy Swandi Hamid dalam siaran pers, Senin (9/11/2009).
DPR, sebagai wakil rakyat yang sebenarnya, seharusnya menjunjung tinggi moralitas, menjalankan perannya dan menegakkan prinsip-prinsip demokrasi yang riil untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.
"Tentunya dengan mengesampingkan kepentingan-kepentingan politis pragmatis jangka pendek yang melahirkan situasi mundur (set-back) ke masa lalu yang hanya melahirkan wajah demokrasi formalistik dan bukan demokrasi substantif," imbuhnya.
Presiden dan para pejabat negara juga harus lebih terbuka dan cepat menanggapi situasi yang berkembang di masyarakat. Pada era teknologi komunikasi yang canggih, harus segera memberikan respon atas suatu informasi harus ekstra cepat.
"Jika tidak, informasi salah yang berkembang akan semakin memperkeruh suasana, menjadikan penanganan masalah menjadi lebih berat, dan berpotensi menimbulkan konflik antar komponen bangsa," terangnya.
(ndr/iy)
"Keputusan terkait kebijakan publik jangan sampai diatur oleh segelintir elit, cukong, dan makelar kasus (markus). DPR harus menjunjung tinggi moralitas," kata Ketua Forum Rektor, Edy Swandi Hamid dalam siaran pers, Senin (9/11/2009).
DPR, sebagai wakil rakyat yang sebenarnya, seharusnya menjunjung tinggi moralitas, menjalankan perannya dan menegakkan prinsip-prinsip demokrasi yang riil untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.
"Tentunya dengan mengesampingkan kepentingan-kepentingan politis pragmatis jangka pendek yang melahirkan situasi mundur (set-back) ke masa lalu yang hanya melahirkan wajah demokrasi formalistik dan bukan demokrasi substantif," imbuhnya.
Presiden dan para pejabat negara juga harus lebih terbuka dan cepat menanggapi situasi yang berkembang di masyarakat. Pada era teknologi komunikasi yang canggih, harus segera memberikan respon atas suatu informasi harus ekstra cepat.
"Jika tidak, informasi salah yang berkembang akan semakin memperkeruh suasana, menjadikan penanganan masalah menjadi lebih berat, dan berpotensi menimbulkan konflik antar komponen bangsa," terangnya.
(ndr/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 07:33 WIB
PO Karunia Bakti akan Dimintai Keterangan Terkait Kecelakaan di Cisarua
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Minggu, 12/02/2012 06:13 WIB
Kenali Kondisi Bus, Pengemudi Harus Kuasai Kemampuan Montir
-
Minggu, 12/02/2012 05:40 WIB
Truk Tronton Terperosok Gorong-gorong di Jl Raya Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Minggu, 12/02/2012 07:33 WIB
PO Karunia Bakti akan Dimintai Keterangan Terkait Kecelakaan di Cisarua
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
447 Komentar
-
401 Komentar
-
360 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

