Komisi III Sepakat Jadwal Ulang Rapat dengan Kompak
Rabu, 11/11/2009 01:41 WIB
Jakarta -
Komisi III sepakat untuk mengagendakan kembali rapat dengan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak). Namun Komisi III meminta agar mereka juga diberi kesempatan untuk menjelaskan secara rinci pertanyaan yang diajukan.
"Beri kami menjelaskan. Kita kasih waktu kalian maki-maki, boleh, tapi setelah itu selesai, gantian, begitu maksud saya supaya kita dialognya enak betul," ucap Ketua Komisi III Benny K Harman.
Benny mengatakan itu seusai bersalaman dengan salah satu anggota Kompak Fadjroel Rachman di depan Gedung Nusantara 2 DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/10/2009).
Rapat tersebut berlangsung ricuh. Sejumlah aktivis Kompak mempertanyakan kesimpulan RDP Komisi III dengan Kejagung yang mendorong agar berkas dua pimpinan KPK nonaktif terus berjalan. Oleh Kompak, kesimpulan tersebut dianggap telah melukai hati rakyat.
Kesimpulan itu juga dikritisi oleh sejumlah pihak karena tidak sejalan dengan hasil dari Tim 8. Padahal Presiden SBY berinisiatif membentuk tim tersebut untuk mengklarifikasi berbagai dugaan penyimpangan hukum yang terjadi dalam kasus Bibit S Riyanto dan Chandra M Hamzah.
Seperti diketahui empat kesimpulan Tim 8 adalah, Polri tidak memiliki bukti yang cukup untuk mendakwa Bibit dan Chandra ke pengadilan. Kedua, andaikata ada tindak pidana, aliran dana dari Anggodo Widjojo ke Ari Muladi terputus. Tidak Ada bukti yang menyatakan uang tersebut sampai ke tangan pimpinan KPK.
Ketiga, andaikata dipaksakan dengan dakwaan penyalahgunaan wewenang, juga lemah, karena menggunakan pasal karet. Terakhir, apa yang dilakukan Chandra terkait pencegahan Anggoro sudah lazim di KPK sehingga tidak perlu dipersoalkan.
(mok/Rez)
"Beri kami menjelaskan. Kita kasih waktu kalian maki-maki, boleh, tapi setelah itu selesai, gantian, begitu maksud saya supaya kita dialognya enak betul," ucap Ketua Komisi III Benny K Harman.
Benny mengatakan itu seusai bersalaman dengan salah satu anggota Kompak Fadjroel Rachman di depan Gedung Nusantara 2 DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/10/2009).
Rapat tersebut berlangsung ricuh. Sejumlah aktivis Kompak mempertanyakan kesimpulan RDP Komisi III dengan Kejagung yang mendorong agar berkas dua pimpinan KPK nonaktif terus berjalan. Oleh Kompak, kesimpulan tersebut dianggap telah melukai hati rakyat.
Kesimpulan itu juga dikritisi oleh sejumlah pihak karena tidak sejalan dengan hasil dari Tim 8. Padahal Presiden SBY berinisiatif membentuk tim tersebut untuk mengklarifikasi berbagai dugaan penyimpangan hukum yang terjadi dalam kasus Bibit S Riyanto dan Chandra M Hamzah.
Seperti diketahui empat kesimpulan Tim 8 adalah, Polri tidak memiliki bukti yang cukup untuk mendakwa Bibit dan Chandra ke pengadilan. Kedua, andaikata ada tindak pidana, aliran dana dari Anggodo Widjojo ke Ari Muladi terputus. Tidak Ada bukti yang menyatakan uang tersebut sampai ke tangan pimpinan KPK.
Ketiga, andaikata dipaksakan dengan dakwaan penyalahgunaan wewenang, juga lemah, karena menggunakan pasal karet. Terakhir, apa yang dilakukan Chandra terkait pencegahan Anggoro sudah lazim di KPK sehingga tidak perlu dipersoalkan.
(mok/Rez)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 09/02/2012 22:31 WIB
MUI Sumsel Larang Perayaan Valentine's Day
-
Kamis, 09/02/2012 21:24 WIB
Braak! Mobil Walikota Depok Ditabrak Pemotor
-
Kamis, 09/02/2012 20:37 WIB
Pansel KPU-Bawaslu: Data Seleksi Sifatnya Rahasia
-
Kamis, 09/02/2012 20:31 WIB
Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
-
Kamis, 09/02/2012 20:21 WIB
Ditanya Money Politics Kongres Demokrat, Ketua DPC Dumai Bingung
-
Kamis, 09/02/2012 21:28 WIB
Tabrak Mobil Walikota Depok, Pemotor Tak Dipolisikan
-
Kamis, 09/02/2012 20:31 WIB
Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
-
Kamis, 09/02/2012 15:49 WIB
Buruh di Jakarta Ancam Demo Besar-besaran, Foke: Buruh Harus Ngaca
-
Kamis, 09/02/2012 20:05 WIB
Perlawanan Rektor Kalah, Nama Susu Formula Berbakteri Harus Dibuka
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,408.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

