Kapolri Jangan Diam, Pengakuan Wiliardi Harus Diseriusi
Rabu, 11/11/2009 14:49 WIB
Jakarta -
Pengakuan Wiliardi Wizar di persidangan mengenai tekanan yang dia dapatkan saat pemeriksaan harus diseriusi. Pengakuan itu merupakan fakta persidangan dan harus diseriusi.
"Kapolri harus bertindak tegas. Keterangan Wiliardi merupakan fakta persidangan yang tak kalah penting dibanding BAP. Sebab berdasarkan KUHP, keterangan saksi yang dapat dijadikan bukti adalah informasi yang disampaikan dalam persidangan," jelas anggota Komisi III Bambang Soesatyo di Jakarta, Rabu (11/11/2009).
Menurut dia, pengadilan perlu memperdalam keterangan mantan Kapolres Jaksel itu. "Apalagi dia menyatakan berita acara pemeriksaan (BAP) dirinya terkait Antasari dikondisikan," imbuhnya.
Politisi Golkar ini menyatakan, majelis hakim harus segera memeriksa para petinggi kepolisian yang disebut yakni mantan Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko dan mantan Dirkrimum Polda Metro Jaya M Iriawan, dan menghadirkan di pengadilan sebagai saksi untuk dikonfrontir dengan pengakuan Wiliardi.
"Supremasi hukum harus kita junjung tinggi. Biarkan pengadilan yang menentukan apakah ada rekayasa dalam penahanan Antasari. Jika ternyata pengakuan Wiliardi benar, para petinggi Polri yang terlibat dalam rekayasa penahanan Antasari harus diproses secara hukum," tutupnya.
(ndr/nrl)
"Kapolri harus bertindak tegas. Keterangan Wiliardi merupakan fakta persidangan yang tak kalah penting dibanding BAP. Sebab berdasarkan KUHP, keterangan saksi yang dapat dijadikan bukti adalah informasi yang disampaikan dalam persidangan," jelas anggota Komisi III Bambang Soesatyo di Jakarta, Rabu (11/11/2009).
Menurut dia, pengadilan perlu memperdalam keterangan mantan Kapolres Jaksel itu. "Apalagi dia menyatakan berita acara pemeriksaan (BAP) dirinya terkait Antasari dikondisikan," imbuhnya.
Politisi Golkar ini menyatakan, majelis hakim harus segera memeriksa para petinggi kepolisian yang disebut yakni mantan Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko dan mantan Dirkrimum Polda Metro Jaya M Iriawan, dan menghadirkan di pengadilan sebagai saksi untuk dikonfrontir dengan pengakuan Wiliardi.
"Supremasi hukum harus kita junjung tinggi. Biarkan pengadilan yang menentukan apakah ada rekayasa dalam penahanan Antasari. Jika ternyata pengakuan Wiliardi benar, para petinggi Polri yang terlibat dalam rekayasa penahanan Antasari harus diproses secara hukum," tutupnya.
(ndr/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 07:33 WIB
PO Karunia Bakti akan Dimintai Keterangan Terkait Kecelakaan di Cisarua
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Minggu, 12/02/2012 06:13 WIB
Kenali Kondisi Bus, Pengemudi Harus Kuasai Kemampuan Montir
-
Minggu, 12/02/2012 05:40 WIB
Truk Tronton Terperosok Gorong-gorong di Jl Raya Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Minggu, 12/02/2012 08:05 WIB
YLKI: Santunan Rp 25 Juta Bagi Korban Bus Karunia Bakti Tak Cukup
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
448 Komentar
-
403 Komentar
-
360 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

