Istri Wiliardi: Allah Gerakkan Suami Saya Berkata Spontan & Tegas
Rabu, 11/11/2009 23:35 WIB
(Foto: dok detikcom)
Jakarta -
Istri Wiliardi Wizar, Novarina, sekitar 7 jam diperiksa Propam Mabes Polri. Novarina berharap kesaksian suaminya di persidangan bisa ditindaklanjuti Mabes Polri.
"Mudah-mudahan ditindaklanjuti untuk ke dalam. Terus terang setelah persidangan suami saya sangat lemas. Dia itu sebenarnya sangat cinta dengan Polri, dia spontan mengeluarkan semuanya itu dan dikatakan biarlah sidang pengadilan nanti yang membuktikan saya salah atau tidak," ujar Novarina.
Hal itu dikatakan dia di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (11/11/2009).
"Mungkin Allah yang memberikan gerakan itu sehingga suami saya bisa berkata dengan tegas dan tidak terbata bata, saya pun menangis mendengarnya," imbuh Novarina.
Novarina yang mengaku selalu mendampingi suaminya sudah mengingatkan agar tidak menandatangani perubahan BAP yang dibuat pada tanggal 30 April 2009 yang dibuat di bawah tekanan petinggi Polri itu.
"Pa jangan, jangan tandatangani, kalau papa tandatangani maka tamatlah sudah riwayat kita sekeluarga. Mungkin orang berpikir, 'Kok bodoh banget Kombes yang sudah 4 kali jadi Kapolres kok mau-maunya melakukan itu'. Itu yang belum pernah merasakan atau mengalami hal yang terjadi pada suami saya bisa berkata demikian," ujar Nova dengan sesenggukan.
Perempuan cantik yang mengenakan gamis jingga ini merasa prihatin akan perilaku suaminya setelah ditangkap. Saat ditangkap, Wiliardi terlihat tegar namun kemudian sempat jatuh depresi.
"Seperti orang depresi pikirannya tidak stabil. Saya beri semangat, Alhamdulillah akhirnya bisa bangkit. Apa pun yang terjadi pasti Allah tidak pernah salah memvonis umatnya," kata dia.
Novarini yang keluar pukul 22.20 WIB setelah diperiksa sejak sekitar pukul 15.30 WIB ini pun siap bersaksi di persidangan bila diperlukan.
Pada sidang pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Antasari Azhar, Selasa (10/11/2009) kemarin, Wiliardi yang menjadi saksi mencabut isi BAP. Dia mengaku dikondisikan petinggi Polri saat membuat BAP tentang keterlibatan Antasari.
Wiliardi menyebut mantan Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko dan Dirkrimum Kombes Pol M Iriawan.
Saat itu, Wiliardi mengaku dia dijanjikan tidak akan ditahan, hanya dikenakan sanksi disiplin saja.
"Jadi waktu itu saya dikondisikan oleh direktur, wadir, kabag, kasat, semuanya hadir di situ. Mereka menyebutkan kalau sasaran kita hanya Antasari. Saya diperlihatkan BAP-nya Sigid dibacakan kepada saya minta disamakan saja," imbuh mantan Kapolres Jakarta Selatan ini.
(nwk/nwk)
"Mudah-mudahan ditindaklanjuti untuk ke dalam. Terus terang setelah persidangan suami saya sangat lemas. Dia itu sebenarnya sangat cinta dengan Polri, dia spontan mengeluarkan semuanya itu dan dikatakan biarlah sidang pengadilan nanti yang membuktikan saya salah atau tidak," ujar Novarina.
Hal itu dikatakan dia di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (11/11/2009).
"Mungkin Allah yang memberikan gerakan itu sehingga suami saya bisa berkata dengan tegas dan tidak terbata bata, saya pun menangis mendengarnya," imbuh Novarina.
Novarina yang mengaku selalu mendampingi suaminya sudah mengingatkan agar tidak menandatangani perubahan BAP yang dibuat pada tanggal 30 April 2009 yang dibuat di bawah tekanan petinggi Polri itu.
"Pa jangan, jangan tandatangani, kalau papa tandatangani maka tamatlah sudah riwayat kita sekeluarga. Mungkin orang berpikir, 'Kok bodoh banget Kombes yang sudah 4 kali jadi Kapolres kok mau-maunya melakukan itu'. Itu yang belum pernah merasakan atau mengalami hal yang terjadi pada suami saya bisa berkata demikian," ujar Nova dengan sesenggukan.
Perempuan cantik yang mengenakan gamis jingga ini merasa prihatin akan perilaku suaminya setelah ditangkap. Saat ditangkap, Wiliardi terlihat tegar namun kemudian sempat jatuh depresi.
"Seperti orang depresi pikirannya tidak stabil. Saya beri semangat, Alhamdulillah akhirnya bisa bangkit. Apa pun yang terjadi pasti Allah tidak pernah salah memvonis umatnya," kata dia.
Novarini yang keluar pukul 22.20 WIB setelah diperiksa sejak sekitar pukul 15.30 WIB ini pun siap bersaksi di persidangan bila diperlukan.
Pada sidang pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Antasari Azhar, Selasa (10/11/2009) kemarin, Wiliardi yang menjadi saksi mencabut isi BAP. Dia mengaku dikondisikan petinggi Polri saat membuat BAP tentang keterlibatan Antasari.
Wiliardi menyebut mantan Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko dan Dirkrimum Kombes Pol M Iriawan.
Saat itu, Wiliardi mengaku dia dijanjikan tidak akan ditahan, hanya dikenakan sanksi disiplin saja.
"Jadi waktu itu saya dikondisikan oleh direktur, wadir, kabag, kasat, semuanya hadir di situ. Mereka menyebutkan kalau sasaran kita hanya Antasari. Saya diperlihatkan BAP-nya Sigid dibacakan kepada saya minta disamakan saja," imbuh mantan Kapolres Jakarta Selatan ini.
(nwk/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Jumat, 10/02/2012 15:37 WIB
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 10-13 Februari
-
Jumat, 10/02/2012 15:29 WIB
LBH Kecam Anugerah Doktor HC Undip pada Mantan Waka BIN
-
Jumat, 10/02/2012 15:27 WIB
Hujan Angin Tumbangkan Pohon di Cilandak
-
Jumat, 10/02/2012 15:19 WIB
Demokrat Persilakan BK DPR Periksa Nasir Soal Pertemuan dengan Nazar
-
Jumat, 10/02/2012 15:19 WIB
Mengaku Didukung SBY & Anas, Walikota Makassar Maju Gubernur Sulsel
-
Jumat, 10/02/2012 11:36 WIB
Video Pelayan KFC Malaysia Pukul Pelanggan Beredar Luas
-
Jumat, 10/02/2012 14:37 WIB
Malaysia Tahan Pria Saudi yang Hina Nabi Muhammad
-
Jumat, 10/02/2012 14:55 WIB
Hujan Deras Plus Angin Kencang, Lalu Lintas Jakarta Merayap
-
Jumat, 10/02/2012 15:04 WIB
Pertemuan Nazar dan Nasir Makan Korban, Petugas Rutan Cipinang Dimutasi
-
230 Komentar
-
191 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 857.000
- Rp 1,408.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

