Polisi Tangkap 33 Aktivis Greenpeace di Riau
Kamis, 12/11/2009 19:53 WIB
Pekanbaru -
Sebanyak 33 anggota aktivis lingkungan internasional Greenpeace ditangkap pihak kepolisian. Para aktivis dianggap tidak memiliki izin melakukan demo di konsesi hutan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
"Rekan-rekan kami ditangkap kepolisian saat melakukan aksi demo di lokasi areal hutan PT RAPP. Padahal kami melakukan aksi demo ini agar perusahaan kertas itu tidak melakukan perusakan hutan di Riau ini," kata Zulfahmi, juru bicara Greenpeace kepada detikcom, Kamis (12/11/2009).
Zul menjelaskan, aksi demo itu mereka gelar di lokasi hutan konsesi RAPP di Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan Riau. Saat aksi, puluhan aktivis mengingkatkan diri dengan rantai di alat berat PT RAPP. Dengan tujuan agar alat berat itu segera menghentikan kegiatannya yang menghancurkan kawasan hutan tersebut.
Saat melakukan aksi, kata Zul, pihak perusahaan meminta Greenpeace segera mengakhiri kegiatannya. Namun hal itu ditolak karena belum ada komitmen perusahaan untuk menggehentikan pembabatan hutan di lokasi itu. Karena ditolak, lantas perusahaan meminta bantuan pihak Polres Pelalawan untuk mengusir para aktivis.
Sekitar pukul 17.30 WIB, kata Zul, sekitar 30-an anggota Polres Pelalawan memaksa aktivis membubarkan diri di tengah hutan itu. Polisi memaksa mereka segera keluar dari hutan. Karena terus bertahan, akhirnya polisi menangkap paksa 33 anggota aktivis tersebut.
"Teman-teman kami saat ini sudah dibawa ke Mapolres Pelalawan. Alasan mereka menangkap dengan dalih masuk ke wilayah tanpa ada izin lapor," kata Zul.
(cha/anw)
"Rekan-rekan kami ditangkap kepolisian saat melakukan aksi demo di lokasi areal hutan PT RAPP. Padahal kami melakukan aksi demo ini agar perusahaan kertas itu tidak melakukan perusakan hutan di Riau ini," kata Zulfahmi, juru bicara Greenpeace kepada detikcom, Kamis (12/11/2009).
Zul menjelaskan, aksi demo itu mereka gelar di lokasi hutan konsesi RAPP di Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan Riau. Saat aksi, puluhan aktivis mengingkatkan diri dengan rantai di alat berat PT RAPP. Dengan tujuan agar alat berat itu segera menghentikan kegiatannya yang menghancurkan kawasan hutan tersebut.
Saat melakukan aksi, kata Zul, pihak perusahaan meminta Greenpeace segera mengakhiri kegiatannya. Namun hal itu ditolak karena belum ada komitmen perusahaan untuk menggehentikan pembabatan hutan di lokasi itu. Karena ditolak, lantas perusahaan meminta bantuan pihak Polres Pelalawan untuk mengusir para aktivis.
Sekitar pukul 17.30 WIB, kata Zul, sekitar 30-an anggota Polres Pelalawan memaksa aktivis membubarkan diri di tengah hutan itu. Polisi memaksa mereka segera keluar dari hutan. Karena terus bertahan, akhirnya polisi menangkap paksa 33 anggota aktivis tersebut.
"Teman-teman kami saat ini sudah dibawa ke Mapolres Pelalawan. Alasan mereka menangkap dengan dalih masuk ke wilayah tanpa ada izin lapor," kata Zul.
(cha/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita Ā»
-
Jumat, 10/02/2012 08:37 WIB
Gunung Lokon Kembali Meletus!
-
Jumat, 10/02/2012 08:31 WIB
Mahfud: KPK Masih Bisa Cekal Seseorang di Penyelidikan
-
Jumat, 10/02/2012 08:20 WIB
Polisi Masih Teliti Temuan Senjata di Hutan UI
-
Jumat, 10/02/2012 07:44 WIB
BK DPR Tunggu Aduan Sebelum Periksa Nasir
-
Jumat, 10/02/2012 07:26 WIB
Eks Pengacara 'Membelot' ke Nazaruddin, Rosa Merasa Dirugikan
-
Jumat, 10/02/2012 06:31 WIB
3 Aksi Nasir yang Mengundang Kecurigaan Publik
-
Jumat, 10/02/2012 05:31 WIB
DK PD: Pengurus yang Disawer Anas Jangan Hanya Bicara
-
Jumat, 10/02/2012 07:26 WIB
Eks Pengacara 'Membelot' ke Nazaruddin, Rosa Merasa Dirugikan
-
Jumat, 10/02/2012 01:25 WIB
Ketika Hitler Berlatih Pidato dan Bercelana Pendek
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index Ā»
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,408.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

