PPI Swedia: Berantas Korupsi Tanpa Pandang Bulu!
Kamis, 12/11/2009 23:59 WIB
Stockholm -
PPI Swedia menuntut pemerintah agar meningkatkan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. Selain itu juga menolak dan menyatakan melawan segala upaya pelemahan pemberantasan korupsi.
Demikian pernyataan sikap Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Swedia melalui siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (12/11/2009) WIB.
PPI Swedia juga menuntut Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar meninjau dan mempertegas undang-undang terkait, agar pemberantasan korupsi bisa berjalan efektif.
Selain itu PPI Swedia juga mendesak Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI, supaya bertindak profesional dan adil dalam menangani kasus pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Mengenai Tim Pencari Fakta (TPF) independen, PPI Swedia menyatakan dukungannya agar tim ini terus mengusut kebenaran transkrip rekaman berisi kriminalisasi KPK, diikuti dengan tindakan hukum tegas terhadap oknum-oknum yang terlibat apabila isi rekaman tersebut terbukti benar.
Khusus kepada KPK, PPI Swedia tegas mendukung agar lembaga ini terus menuntaskan kasus-kasus korupsi besar, seperti kasus Bank Century dan BLBI maupun kasus korupsi lainnya.
PPI Swedia menilai bahwa tonggak bersejarah reformasi 1998 ternyata belum optimal menciptakan Indonesia baru, yang benar-benar bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta berbagai bentuk kejahatan bersumber dari penyalahgunaan jabatan publik baik di tingkat pusat maupun daerah.
Kasus perselisihan yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri, Kejaksaan Agung dan elemen penguasa lain, mencerminkan bahwa penegakan hukum menjadi permainan para penguasa. Akibatnya, sisi keadilan menjadi semakin suram.
Kepada seluruh komponen masyarakat PPI Swedia menghimbau untuk terus berpartisipasi dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi dan melawan pelemahan pemberantasan korupsi di Indonesia. (es/es)
Demikian pernyataan sikap Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Swedia melalui siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (12/11/2009) WIB.
PPI Swedia juga menuntut Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar meninjau dan mempertegas undang-undang terkait, agar pemberantasan korupsi bisa berjalan efektif.
Selain itu PPI Swedia juga mendesak Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI, supaya bertindak profesional dan adil dalam menangani kasus pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Mengenai Tim Pencari Fakta (TPF) independen, PPI Swedia menyatakan dukungannya agar tim ini terus mengusut kebenaran transkrip rekaman berisi kriminalisasi KPK, diikuti dengan tindakan hukum tegas terhadap oknum-oknum yang terlibat apabila isi rekaman tersebut terbukti benar.
Khusus kepada KPK, PPI Swedia tegas mendukung agar lembaga ini terus menuntaskan kasus-kasus korupsi besar, seperti kasus Bank Century dan BLBI maupun kasus korupsi lainnya.
PPI Swedia menilai bahwa tonggak bersejarah reformasi 1998 ternyata belum optimal menciptakan Indonesia baru, yang benar-benar bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta berbagai bentuk kejahatan bersumber dari penyalahgunaan jabatan publik baik di tingkat pusat maupun daerah.
Kasus perselisihan yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri, Kejaksaan Agung dan elemen penguasa lain, mencerminkan bahwa penegakan hukum menjadi permainan para penguasa. Akibatnya, sisi keadilan menjadi semakin suram.
Kepada seluruh komponen masyarakat PPI Swedia menghimbau untuk terus berpartisipasi dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi dan melawan pelemahan pemberantasan korupsi di Indonesia. (es/es)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 08:37 WIB
Gunung Lokon Kembali Meletus!
-
Jumat, 10/02/2012 08:31 WIB
Mahfud: KPK Masih Bisa Cekal Seseorang di Penyelidikan
-
Jumat, 10/02/2012 08:20 WIB
Polisi Masih Teliti Temuan Senjata di Hutan UI
-
Jumat, 10/02/2012 07:44 WIB
BK DPR Tunggu Aduan Sebelum Periksa Nasir
-
Jumat, 10/02/2012 07:26 WIB
Eks Pengacara 'Membelot' ke Nazaruddin, Rosa Merasa Dirugikan
-
Jumat, 10/02/2012 07:26 WIB
Eks Pengacara 'Membelot' ke Nazaruddin, Rosa Merasa Dirugikan
-
Jumat, 10/02/2012 06:31 WIB
3 Aksi Nasir yang Mengundang Kecurigaan Publik
-
Jumat, 10/02/2012 05:31 WIB
DK PD: Pengurus yang Disawer Anas Jangan Hanya Bicara
-
Jumat, 10/02/2012 01:25 WIB
Ketika Hitler Berlatih Pidato dan Bercelana Pendek
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 857.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

