Jangan Hanya Omong Kosong, SBY Harus Selamatkan Bibit-Chandra
Jumat, 13/11/2009 14:25 WIB
Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta untuk bertindak lebih tegas dalam menyikapi kasus Bibit-Chandra. Selama ini SBY dinilai terlalu banyak berkomentar tanpa ada tindakan yang tegas.
"SBY juga tidak bisa hanya dengan ngomong ganyang mafia hukum karena itu hanya jadi omong kosong. Pidatonya seharusnya bisa dipertanggungjawabkan, serta harus dengan memproses Kapolri dan Jaksa Agung untuk dicopot. SBY harus mengambil tindakan tegas," ujar peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun.
Hal itu disampaikan dia dalam seminar 'Menguak Kasus KPK' di Universitas Trisakti, Jl Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat, Jumat (13/11/2009).
Tama menilai selama ini belum ada tindakan tegas dari SBY terkait kasus Bibit-Chandra. SBY jangan melihat keberhasilan KPK adalah keberhasilan dirinya karena KPK adalah lembaga independen. Tama menegaskan SBY harus mampu bertanggung jawab dalam kasus ini.
"Saya tidak mau menyimpulkan terlalu dalam, tapi fenomena ini berkesimpulan SBY harus bertanggung jawab dan menyelamatkan korupsi di Indonesia," tutur dia.
Ditanya mengenai isu keterlibatan SBY dalam kasus ini, Tama enggan memberi banyak komentar. "Saya tidak bisa memberi penilaian," kata dia singkat.
(nvc/nrl)
"SBY juga tidak bisa hanya dengan ngomong ganyang mafia hukum karena itu hanya jadi omong kosong. Pidatonya seharusnya bisa dipertanggungjawabkan, serta harus dengan memproses Kapolri dan Jaksa Agung untuk dicopot. SBY harus mengambil tindakan tegas," ujar peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun.
Hal itu disampaikan dia dalam seminar 'Menguak Kasus KPK' di Universitas Trisakti, Jl Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat, Jumat (13/11/2009).
Tama menilai selama ini belum ada tindakan tegas dari SBY terkait kasus Bibit-Chandra. SBY jangan melihat keberhasilan KPK adalah keberhasilan dirinya karena KPK adalah lembaga independen. Tama menegaskan SBY harus mampu bertanggung jawab dalam kasus ini.
"Saya tidak mau menyimpulkan terlalu dalam, tapi fenomena ini berkesimpulan SBY harus bertanggung jawab dan menyelamatkan korupsi di Indonesia," tutur dia.
Ditanya mengenai isu keterlibatan SBY dalam kasus ini, Tama enggan memberi banyak komentar. "Saya tidak bisa memberi penilaian," kata dia singkat.
(nvc/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Ical: Banyak Intrik Sebabkan Citra Politisi Rusak
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 13:56 WIB
Gonta-ganti Klien, Djufri Taufik Dinilai Langgar Kode Etik Advokat
-
Sabtu, 11/02/2012 13:37 WIB
Serahkan Dukungan ke KPUD, Faisal-Biem Diarak Ondel-ondel
-
Sabtu, 11/02/2012 13:29 WIB
Mengenal Artidjo, Hakim Agung Yang Siap Hukum Mati Koruptor
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 10:29 WIB
Miliki Payudara Alami Ukuran 30L, Wanita Inggris Merana
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
Sabtu, 11/02/2012 05:44 WIB
Foto-foto Kecelakaan Maut di Cisarua
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
-
160 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

