
Jamaah Calhaj Diminta Waspadai Pencurian di Pemondokan
Sabtu, 14/11/2009 16:26 WIB
Foto: Ilustrasi
Madinah -
Jamaah Calon Haji Indonesia diminta untuk mewaspadai kasus pencurian modus baru yang dilakukan di pemondokan. Selain kasus pencopeten dan penjembretan yang selama ini menimpa jamaah calon haji Indoneia ketika berada di Madinah yang biasanya di lakukan di sekitar Mesjid Nabawi.
"Modus yang digunakan pelaku pada salat subuh dan waktu magrib hingga salat isya," kata Kepala Seksi Pengamanan Daerah Keja Madinah, Azharudin Jamin, kepada wartawan Media Center Haji di Madinah, Sabtu (14/11/2009).
Menurut Azharudin, kasus pencurian di pemondokan yang dialami jamaah Indonesia mencapai 15 kasus, kasus pencurian ini terjadi di pemondokan yang di laur markaziah. Pelaku kriminal ini, diindikasikan bukan dilakukan jamaah maupun orang luar, karena ketika kamar ditinggalkan dalam keadaan terkunci dan kunci dititipkan kepada resepsionis.
Menyangkut model pengamanan, lanjut Azharudin, diserahkan kepada Majmuah sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak. Majmuah seharusnya juga bertanggungjawab untuk menggantinya setiap adanya kehilangan yang alami jemaah Indonesia.
"Hanya saja dari belasan kasus yang terjadi di pemondokan, baru 3 kasus yang mendapat penggantian dari Majmuah," jelasnya.
Oleh karena itu, Azharudin mengimbau kepada jamaah untuk berhati-hati dan pengamanan harus melekat pada jamaah itu sendiri. Para Ketua Kloter, Ketua Rombongan dan Ketua Regu untuk mengingatkan kepada rombongannya agar barang-barang berharga dititipkan kepada petugas.
Sementara, kerugian yang menimpa jamaah calon haji atas kasus pencurian dan penjambretan di Madinah menxcapai Rp 208 Juta atau SR 80.000 (Riyal Saudi). Kasus pencurian atau penjembretan yang dialami jamaah Indonesia selama di Madinah tercatat 50 kasus atau 0,05% .
Menurut Azharudin, kasus-kasus kriminal yang dialami oleh jamaah Indonesia langsung dilaporkan ke Surthoh Markaziah atau kantor kepolisian di Madinah dan Mabais (bagian inteligen). Kepolisian Madinah sendiri kemudian menangkap lebih dari 20 orang yang diduga melakukan kriminal terhadap jamaah Indonesia.
"Ke-20 orang tersebut rata-rata WNI, dan yang tertangkap tangan hanya satu orang, yang lainnya masih diduga," ungkapnya.
Ditambahkan Azharudin, pihak kepolisian sendiri sangat responsif menangani kasus kriminal yang dialami oleh jamaah Indonesia dengan melakukan razia dan menangkap orang—orang yang dicurigai di sekitar Mesjid Nabawi sehingga menurunkan angka kriminalitas terhadap jamaah Indonesia . "Kami akan terus melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat untuk menangani kasus-kasus seperti ini," katanya.
(zal/ken)
"Modus yang digunakan pelaku pada salat subuh dan waktu magrib hingga salat isya," kata Kepala Seksi Pengamanan Daerah Keja Madinah, Azharudin Jamin, kepada wartawan Media Center Haji di Madinah, Sabtu (14/11/2009).
Menurut Azharudin, kasus pencurian di pemondokan yang dialami jamaah Indonesia mencapai 15 kasus, kasus pencurian ini terjadi di pemondokan yang di laur markaziah. Pelaku kriminal ini, diindikasikan bukan dilakukan jamaah maupun orang luar, karena ketika kamar ditinggalkan dalam keadaan terkunci dan kunci dititipkan kepada resepsionis.
Menyangkut model pengamanan, lanjut Azharudin, diserahkan kepada Majmuah sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak. Majmuah seharusnya juga bertanggungjawab untuk menggantinya setiap adanya kehilangan yang alami jemaah Indonesia.
"Hanya saja dari belasan kasus yang terjadi di pemondokan, baru 3 kasus yang mendapat penggantian dari Majmuah," jelasnya.
Oleh karena itu, Azharudin mengimbau kepada jamaah untuk berhati-hati dan pengamanan harus melekat pada jamaah itu sendiri. Para Ketua Kloter, Ketua Rombongan dan Ketua Regu untuk mengingatkan kepada rombongannya agar barang-barang berharga dititipkan kepada petugas.
Sementara, kerugian yang menimpa jamaah calon haji atas kasus pencurian dan penjambretan di Madinah menxcapai Rp 208 Juta atau SR 80.000 (Riyal Saudi). Kasus pencurian atau penjembretan yang dialami jamaah Indonesia selama di Madinah tercatat 50 kasus atau 0,05% .
Menurut Azharudin, kasus-kasus kriminal yang dialami oleh jamaah Indonesia langsung dilaporkan ke Surthoh Markaziah atau kantor kepolisian di Madinah dan Mabais (bagian inteligen). Kepolisian Madinah sendiri kemudian menangkap lebih dari 20 orang yang diduga melakukan kriminal terhadap jamaah Indonesia.
"Ke-20 orang tersebut rata-rata WNI, dan yang tertangkap tangan hanya satu orang, yang lainnya masih diduga," ungkapnya.
Ditambahkan Azharudin, pihak kepolisian sendiri sangat responsif menangani kasus kriminal yang dialami oleh jamaah Indonesia dengan melakukan razia dan menangkap orang—orang yang dicurigai di sekitar Mesjid Nabawi sehingga menurunkan angka kriminalitas terhadap jamaah Indonesia . "Kami akan terus melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat untuk menangani kasus-kasus seperti ini," katanya.
(zal/ken)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 22:45 WIB
Rosa 'Bernyanyi' Berbagai Macam Proyek Nazaruddin
-
Senin, 13/02/2012 22:14 WIB
Tersangka Geng Cewek Bali Dibela 9 Pengacara
-
Senin, 13/02/2012 22:09 WIB
Direktur Keuangan Elnusa Divonis 8 Tahun Penjara
-
Senin, 13/02/2012 22:00 WIB
SBY: Keluarga Ibu Ani Hanya Nasabah, Tak Terkait Kasus Century
-
Senin, 13/02/2012 21:59 WIB
Soal Penuntasan Kasus Munir, SBY Serahkan ke MA
-
Senin, 13/02/2012 21:43 WIB
SBY: FPI Harus Bertanya Kenapa Bisa Ditolak di Kalteng?
-
Senin, 13/02/2012 22:45 WIB
Rosa 'Bernyanyi' Berbagai Macam Proyek Nazaruddin
-
Senin, 13/02/2012 17:42 WIB
Ditolak di Palangkaraya, FPI Polisikan Gubernur & Kapolda
-
Senin, 13/02/2012 16:54 WIB
Dikecam Soal Deportasi Penghina Nabi Muhammad, Malaysia Membela Diri
-
595 Komentar
-
499 Komentar
-
450 Komentar
-
386 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,404.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

