Dukung Aktivis Greenpeace, Ratusan Warga Bersitegang dengan Aparat

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Minggu, 15/11/2009 16:50 WIB
Ilustrasi
Jakarta - Aktivis Greenpeace hari ini diultimatum polisi untuk hengkang dari basecamp di Desa Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. Paksaan polisi untuk membubarkan paksa, mendapat perlawanan dari ratusan warga desa setempat.

Di lokasi tampak ratusan masyarakat desa melakukan penolakan atas tindakan polisi yang memaksa aktivis untuk membubarkan diri. Sempat terjadi ketegangan antara masyarakat dengan polisi, jumlah masyarakat yang diperkirakan lebih dari 400 orang itu membuat polisi tidak berkutik.

Ratusan masyarakat ramai-ramai membongkar kembali barang-barang milik Greenpeace dari dalam kapal, warga lalu membawa barang-barang dari kapal tersebut seperti, pakaian, sembako serta berbagai barang lainnya untuk dibawa kembali ke basecamp. Alhasil jumlah polisi yang tidak sebanding itu, hanya bisa pasrah.

Ratusan warga saat ini telah berkumpul di basecamp, mereka memberikan dukungan sepenuhnya terhadap aktivis tersebut.

"Biarkan Greenpeace di desa kami, sampai tugas mereka selesai. Kalau polisi masih main paksa juga, kami siap menghadapi resiko yang ada," ujar juru bicara masyarakat Suwandi dalam perbincangan dengan detikcom, di lokasi basecamp Desa Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Minggu (15/11/2009).

Warga sadar jika pihak pihak kepolisian yang ada di lokasi saat ini tengah meminta bantuan Brimob Polda Riau serta Polres Pelalawan. Namun warga tidak akan mundur untuk membela para aktivis.

"Kami berikan pilihan buat polisi. Kalau Greenpeace diusir, maka polisi harus lebih dulu mengusir PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dari desa mereka. Kalau tidak, kami siap menghadapi polisi. Polisi jangan bekerja atas nama perusahaan, semestinya polisi bekerja atas nama rakyat," tegas Suwandi.

Sembari menunggu kedatangan Brimob Polda Riau, kini ratusan masyarakat berkumpul di basecamp Greenpeace. Mereka bercengkrama dan makan bersama di lokasi itu.

"Tidak ada hak polisi membubarkan Greenpeace, karena kemah ini dibangun dilahan masyarakat, bukan di lahan PT RAPP," kata Suwandi.

Sebagaimana diketahui, Greenpeace di Riau melakukan kampanye agar PT RAPP segera menghentikan mengeksploitasi hutan gambut karena izinnya belum lengkap. Aksi ini membuat gerah perusahaan, atas laporan PT RAPP polisi lantas menangkap 33 aktivis, 21 orang telah dijadikan tersangka, 11 aktivis lainnya dari WNA telah dideportasi.

Polres Pelalawan memberikan batas waktu hingga pukul 18.OO WIB, sore ini agar para aktivis harus hengkang. Namun warga menolak ultimatum itu, hingga kini warga masih berjaga-jaga di basecamp bersama dengan para aktivis Greenpeace. (cha/her)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel